INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
ITULAH GUNANYA TEMAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Komaaaaaang!" teriak seorang pramusaji melihat Komang terduduk lemas saat menerima telepon di ponselnya. 



"Ada apa itu?" tanya Syahrul rekan Mukti.



"Aku tak tahu, sepertinya ada keributan di bagian dapur,"  jawab Hasan teman Mukti yang lain.



Ali seorang teman Mukti memegang lengan Mukti untuk menemaninya melihat kejadian sebenarnya.



Ali dan Mukti melihat ada seorang waiters duduk dengan dipeluk temannya yang berupaya menghiburnya.



"Ada apa ini?" Tanya Ali sigap.



"Teman saya kena musibah Pak. Keluarga satu-satunya, yaitu ibunya Komang Ayu meninggal dan dia harus kembali ke Bali. Sedangkan sejak kemarin dia pinjam uang ke management untuk pulang aja nggak bisa karena kebetulan gaji dia sudah habis dan masih ada hutang baik pada manajemen Cafe mau pun pada beberapa teman karena dia memang bekerja untuk menanggung biaya rumah sakit ibunya." Teman pekerja yang sedang kena musibah itu menceritakan kondisi Komang.



Ali dan Mukti langsung bertatapan. Mereka seakan saling mengerti tentang penderitaan sesama itu.



"Komang Ayu bereskan barangmu di cafe ini. Sekarang kamu pulang ke rumahmu disini atau kostmu. Besok pagi bareng saya betangkat ke Bali. Kamu nggak usah kembali kesini untuk bekerja."

__ADS_1



"Dan kamu catat berapa hutang Komang ke semua teman juga ke management. Nanti akan ditutup oleh team teman saya ini," Mukti menunjuk Ali. Dia tahu dengan saweran dari para seniman hutang yang buat Komang Ayu sangat besar bisa ditanggulangi.



"Kamu bisa bekerja di Bali tanpa perlu kembali kesini."



"Bapak serius?" Tanya teman Komang Ayu yang seakan bertindak sebagai juru bicara Komang Ayu yang sejak tadi tak bisa bicara apa pun.



"Serius. Besok pagi jangan lupa saya tunggu di bandara jam enam pagi. Sekarang juga kamu kasih nama lengkap sesuai KTP juga nomor KTP. Kirimkan ke nomor ini. Atau foto saja KTP nya dan kirim ke nomor saya. Saya butuh sekarang juga buat beli tiket pesawat." Mukti memberikan sebuah kartu nama atas namanya.



"Ingat temui saya besok pagi pagi di bandara jam 06.00 pagi ya. Saya akan cari penerbangan tercepat."




"Dan ini nomor saya, tulis rincian hutangnya ke semua teman dan manajemen serta berikan nomor rekening masing-masing biar kami bayarkan semua!" Ali pun memberikan kartu nama miliknya.



"Baik Pak, terima kasih banyak." Ucap sang teman lagi.



Mukti dan Ali langsung kembali ke depan melanjutkan pembicaraan mereka.



"Sudah kamu nggak usah banyak curiga, dia orang baik. Dia solusi bahwa kamu nggak usah kerja mencari uang di Jakarta lagi. Terlebih satu-satunya orang yang kamu miliki dan kamu perjuangkan dengan bekerja sudah tidak ada lagi."


__ADS_1


"Lebih baik kamu kembali dan tinggal di Bali saja. Aku sering lihat semua orang-orang di meja itu datang kesini kecuali yang akan terbang ke Bali denganmu karena dia memang tak tinggal di Jakarta." Temannya itu melihat kartu nama Mukti yang beralamat di Denpasar.



"Sekarang kita urus pamitmu pada management saja. Sekalian meminta rincian hutangmu serta nomor rekening agar kamu bisa segera diperbolehkan pulang." Ajak sang teman. 



"Terima kasih kau selalu ada saat aku butuh," sahut Komang Ayu. Lalu mereka membereskan locker Komang Ayu. Dia membereskan  barang-barangnya Komang Ayu.



Teman Komang Ayu mengirimkan hutang Komang Ayu sebesar Rp 2.125.000 pada managemen dan nomor rekening ke nomor Ali. Tak sampai lima menit jawaban dari Ali sudah teman Komang dapat. Hutang Komang ke managemen sudah lunas sehingga Komang bisa resign dan pulang ke Bali. Ali mengirim screenshoot transfer bank.



"Lihat, kamu sudah tak berhutang ke managemen."



"Alhamdulillah," ucap Komang tak percaya ada orang membantunya oadahal dia tak mengenal mereka.



"Besok kasih rincian yang kamu hutangi agar kamu bisa tenang. Kalau sudah dapat nama dan jumlah, aku akan minta nomor rekening mereka." 



"Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu."



"Itulah gunanya teman."


\*\*\*


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR


__ADS_1


__ADS_2