INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AIRLANGGA PATAH HATI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Hari itu, kami sudah pesan ke dokter jiwa di Rumah Sakit Pemda Surabaya. Kita udah daftarin suruh dijemput kami beri surat keterangan dari rumah sakit Bali."



"Kita minta mereka jemput lalu pada saat itulah Ambar ngakak," kata Abu mengingat bagaimana reaksi istrinya saat melihat Menur dieksekusi.



"Kenapa? Kamu puas karena dia dibawa team dokter ke RS Jiwa?" tanya Vonny penasaran.



"Ya gimana nggak ngangkak? Orang yang tidak responsif pada apa pun. Tidak respon sama sekali pada kondisi sekitarnya. Begitu mau dibawa sama dokter beneran kok teriak-teriak **nggak mau, nggak mau** kan aneh!" kata Ambar terus mereka pun akhirnya ketawa semua.



"Hari itu papa juga undang Laksmi dan suaminya agar clear semua. Papa ceritakan semua sejak Menur menjebak aku, sejak Menur mendidik Witri. Semua dengan bukti tentunya. Papa juga beritahu bagaimana Menur bikin upaya penggembosan perusahaan demi hidup mewah Laksmi, Imelda dan ayah mereka."



"Papa membebankan perawatan mamanya ke Laksmi karena Laksmi bukan anak papa.  Jadi nanti Laksmi yang urus Menur untuk selanjutnya. Mau diteruskan di rumah sakit jiwa atau dibawa keluar dengan catatan langsung dibawa ke penjara karena mantan suami pertamanya Menur juga sudah mengadukan Menur dengan tuduhan penipuan dan kerugian immateriil yang sangat besar."



"Suami pertama menikahi Menur kan karena Imelda ada di perutnya! Padahal saat itu lelaki tersebut udah punya tunangan tapi harus ngawinin Menur yang sedang hamil."



"Orang tua tunangannya  marah sekali ke Sudrajat. Sudrajat pinter habis Imelda lahir Menur langsung dicerai lalu dia kembali ke tunangannya. Untung tunangannya mau terima."



"Jadi sekarang posisi eyang Menur di mana?" Tanya Adelia.



"Di rumah sakit Pemda Surabaya. Kalau dia dikeluarin sama Laksmi akan langsung masuk penjara. Ada dua pilihan mau hidup pura-pura gila aja di rumah sakit aman atau dia hidup normal di dalam penjara." Jawab Ambar. Dia memang yang mengusulkan agar dimasukkan ke RS Jiwa. Urusan selanjutnya biar bebankan ke Laksmi.

__ADS_1



"*Beta seng parcaya lai*" Sjahrir terus menggeleng. Dia bilang tak percaya mendengar cerita itu.



"Aku juga benar-benar enggak percaya. Seorang perempuan, seorang nenek kandung kok kayak gitu sampai dia korbanin cucunya sendiri," Jawab Abu.



"Gelap mata karena harta," desah Vonny. 



"Aku tuh kasihan sama papa," keluh Ambar.



"Kenapa dengan Eyang Angga" tanya Adelia. Dia sayang pada eyang Angga yang mengingatkan dirinya pada *tete ( kakek* ) nya di Ambon.



"Papa itu sebenarnya cuma cinta sama mamanya Om Abu," kata Ambar.




"Ini sama dengan jebakan Witri. Sejak dikasih tahu hamil sampai menikah pun papa enggak nyentuh."



"Papa akhirnya belajar mencintai istrinya, terlebih saat itu dia pikir ada anak diantara mereka. Sekarang setelah puluhan tahun papa mencintai, dia dapat kenyataan selama ini Menur enggak mencintainya. Hanya cinta hartanya saja."



"Susah payah eyang Angga belajar mencintai ryang Menur di awal-awal pernikahan. Memang eyang Menur itu lembut dan baik sehingga eyang Angga akhirnya bisa mengalihkan cintanya."



"Seiring berjalannya waktu akhirnya eyang Angga bisa mencintai. Kemarin itu dia patah hati karena ternyata orang yang dia cintai itu tidak pernah mencintainya hanya mencintai hartanya aja."



"Sekarang kita harus slalu menghibur eyang Angga," kata Sjahrir. 

__ADS_1



"Minggu depan aku dan Vonny ada pertemuan owner rumah sakit selama tiga hari di Surabaya. Aku akan disana satu minggu. Sisa hari setelah pertemuan akan kami gunakan ngobrol bersama om Angga," janji Sjahrir.



"Iya bener kita akan selalu support dia, keep and touch." Vonny setuju dengan usulan suaminya.



"Apa rumah om Angga nanti juga akan di jual?" tanya Vonny.



"Kami belum bahas itu. Tapi aku akan usulkan papa ikut kami di Solo. Tinggalkan Surabaya untuk melupakan semuanya," sahut Ambar.



"Bener, lebih baik eyang dibawa ke Solo. Kesehatannya tentu akan semakin ringkih begitu dia patah hati sekarang," Adelia setuju bila eyang Angga ikut pindah ke Solo saja.



"Besok saat bertemu, kami akan usulkan tanpa dia merasa digiring," sahut Vonny.



"Terima kasih. Aku yakin papa mau. Dia tahu alasan Ambar tak mau tinggal di Bali. Pasti dia juga ingin melupakan duka di Surabya. Kehidupan manis yang ternyata hanya sandielwara Menur," sahut Abu. 



Kadang Abu bilang eyang Menur, kadang hanya sebut nama. Untung enggak ada Sonny. Kalau ada Sonny bisa ditegur seperti Sonny menegur Mukti. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya IKA OKTAFIANA dengan judul SALAHKAH BILA AKU MENDUA ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678078225004.jpg)


__ADS_2