
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Saat sidang diskors Tonny memperlihatkan bukti-bukti penangkapan Menur dan Wahid yang langsung disiarkan secara live dengan judul kebocoran penegakan hukum disertai data nama Hakim yang memberi rekomendasi agar Menur dan Wahid bisa keluar dari rumah sakit jiwa padahal statusnya terdakwa.
Polisi tentu saja geram. Kasus itu segera jadi prioritas polisi untuk dibongkar.
Semua mata menyorot pada penegak hukum. Sekarang Vio dan Menur serta Wahid nggak bisa lolos karena sudah terpampang di media. Mereka sudah tak bisa lagi bergerak apalagi mengelak.
Tonny langsung di wawancara dan tetap live dari ruang sidang.
"Ayo para netizen kita kawal kasus ini karena ternyata banyak penegak hukum yang bermain dengan uang." Tonny mengajak penonton untuk mengawal kasus ini dengan menyorot pada kebobrokan oknum aparat.
\*\*\*
Rumah keluarga orang tua Wahid langsung diserbu oleh wartawan juga dijaga polisi. Mereka tak percaya Wahid sudah berada di Bali dan kalau tak tertangkap akan melarikan diri ke Australia dengan identitas palsu.
Keluarga besar Wahid tak percaya Wahid dan Menur yang sama-sama tidak waras ternyata hanya berpura-pura dan menipu mereka saja.
__ADS_1
Dari media keluarga besar Wahid mulai tahu bahwa Wahid ternyata adalah benar-benar jahat.
Mereka mengetahui bagaimana Wahid mulai bekerjasama dengan Menur membuat kasus sejak kehamilan Imelda dan seterusnya.
Tak tahan dengan itu ibunda Wahid langsung kena serangan jantung dan meninggal mendadak. Dia tak menyangka ternyata selama ini anaknya sangat jahat gara-gara dirinya melarang Wahid menikah dengan Menur.
Keluarga besar Wahid juga sadar bahwa ternyata Wahid punya dua anak kandung yaitu Imelda dan Laksmi.
Ayah Wahid mencari Laksmi tapi Laksmi tak mau menerima, Laksmi tak mau berhubungan dengan keluarga penjahat seperti Wahid.
Kasus pembuatan identitas baru Wahid dan Menur juga terkuak, banyak pejabat yang terkena masalah karena bisa membuat identitas palsu dan hampir berhasil lolos ke luar negeri.
\*\*\*
"Maaf ya pak Airlangga dan ibu Ambar, kedatangan Anda berdua belum bisa menjadi saksi karena ada skorsing sidang. Tapi setidaknya sudah tahu bagaimana sepak terjang Wahid dan Menur."
"Sejak awal sebenarnya saya ingin menghadirkan keduanya di persidangan ini tapi dari Bali tidak bisa mengeksekusi mereka ke Jakarta."
__ADS_1
"Mereka di Bali?" Tanya Airlangga. Lelaki itu tak percaya pernah menjadi suami penipu juga '*pembunuh*' seperti Menur. Menur bisa masuk kategori pembunuh karena dia yang menyebabkan pembunuhan bayi cicitnya atau anak-anak Vio dan Mukti.
"Mereka akan terbang dari Bali mau ke Australia. Dari Surabaya mereka sudah berhasil sampai Bali. Mereka tidak terbang ke Australia dari Surabaya tapi dari Bali jadi mereka lewat darat dulu."
"Dari Bali nanti akan terbang ke Australia. Identitas barunya dibuatnya di Bali."
\*\*\*
Vio tentu kaget mengetahui bahwa ternyata nenek dan kakeknya tertangkap dan tak akan mungkin lagi membelanya. Hancur sudah harapannya. Dia pikir dia akan bertahan satu tahun maksimal 1,5 tahun seperti janji Menur dan Wahid.
Setelah itu Vio akan hidup bebas dengan identitas baru yang juga sudah dia miliki. Dia akan jadi orang bebas.
Ternyata mereka berdua tertangkap sehingga tidak bisa lagi membackinginya.
\*\*\*
Adelia dan Sonny berpelukan erat di ruang sidang karena kasus ini tidak akan mungkin melenceng dari rule yang sebenarnya. Terlebih sejak dibuka di media pasti akan berjalan baik. Walau tak mungkin uang perusahaan bisa kembali lagi semuanya. Setidaknya uang yang di rekening Imelda dan rekening Vio juga di rekening Menur bisa kembali.
Tapi yang di rekening Wahid itu kan sudah tak mungkin mereka ambil lagi.
\*\*\*
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR