
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Wah Tante sukaaaaaaaaa,” sudah lama enggak ada yang kirim minyak kayu putih lagi dari Ambon. Karena Om sudah jarang kesana,” Ambar menerima bingkisan itu dengan suka cita.
Dulu saat awal bekerja memang Abu masih di Ambon maka akrab dengan Sjahrir.
“Wah tahu aja kemarin eyang nanyain minyak kayu putih ke aku,” Mukti yang sejak tadi disana mencoba ikut dalam pembicaraan hangat dengan kedua perempuan tamu orang tuanya itu.
“Ha ha ha felling Adelia memang tepat. Dia yang usulkan bawa itu buat mamamu dan eyang,” sahut Vonny.
Berbeda dengan Adelia, Vonny sudah beberapa kali bertemu dengan Mukti. Itu sebabnya dia pernah bilang kalau Sonny adalah pemahat.
Dalam kesehariannya Mukti lebih suka menggunakan t shirt berpadu dengan sarung Bali. Dia lebih nyaman menggunakan itu saat di galerinya.
“Bahan untuk besok sudah kamu siapkan?” tanya Vonny.
“Kulit ketupat dan salam sereh serta santan sebentar lagi datang. Kalau ikan semua besok pagi baru datang,” jawab Ambar. Vonny sudah memberitahu masak ketupatnya malam ini agar besok sudah dingin dan padat. Kalau baru matang kurang nikmat.
__ADS_1
“Oke habis makan malam kita olah ketupatnya sambil ngobrol nanti dia matang,” sahut Vonny.
Sonny tak berada di dalam ruang tengah. Dia memilih ngobrol dengan Abu dan Sjahrir.
“Kak Adel,” Aksa menghampiri kakak perempuan yang sejak kecil dia sukai. Semua kakaknya lelaki, sehingga sejak kecil dia sayang pada Adelia.
Adelia memeluk dan mencium pipi lelaki ABG itu tanpa ragu. Mukti dan Sonny yang tak sengaja melihat itu kaget. Bagaimana kedua mahluk itu sangat akrab dan terlihat saling menyayangi?
“Papa bilang waktu itu Kakak datang ke Bali. Kenapa enggak nemuin aku?” protes Aksa.
“Maaf sayang, Kakak lupa. Sebagai permintaan maaf, malam ini sehabis makan malam kita keluar berdua seperti biasa ya?” bujuk Adelia.
‘Jadi mereka biasa jalan berdua?’ pikir Sonny.
***
Ambar menyediakan rujak cingur dengan lontong. Tapi tetap ada nasi dan kangkung plecing serta bebek betutu untuk makan malam kali ini. Abu dan Sjahrir memang lebih suka menu tradisional Indonesia yang penuh aroma bumbu dibanding menu barat.
“Selalu aja enak, aku paling kangen masakan Tante,” Adelia memuji nyonya rumah. Dia baru tahu pemilik villa ini adalah Abu dan diserahkan pada Mukti. Selama ini Adelia datang ke rumah Abu di Surabaya. Atau rumah Abu yang Denpasar sini bukan villa di Uluwatu.
“Kamu sih sibuk aja kuliah jadi jarang ikut mamamu bila mereka berdua pacaran ke Bali,” jawab Abu.
__ADS_1
“Namanya pacaran, mereka emang sengaja enggak ngajak aku biar enggak ganggu Om,” Adelia tahu selama ini dia sibuk meraih gelar dokter dilanjut ambil spesialisasinya.
Tentu saja jawaban Adelia membuat semua tertawa terlebih Sjahrir dan Vonny.
“Habis ini aku dan Aksa akan pacaran. Jangan ada yang ganggu,” Adelia memberitahu habis ini dia akan keluar. Dia tahu kesukaan Aksa yaitu es krim coklat. Atau makan sate udang atau udang bakar dengan sambal pedas.
“Wah anak bungsu Papa nikung kakak-kakaknya nih,” goda Abu pada Aksa.
“Dari dulu kan kak Adel milikku,” sahut Aksa tak peduli. Dia mengenal Adel sejak umur lima tahun. Dia menganggap Adel adalah kakak perempuan miliknya.
“Kakek tahu itu. Sejak dulu memang Adelia milikmu,” Airlangga mendukung cucunya.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.