INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
APA PERNAH?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Mukti bersiap kembali ke Bali. Sejak pagi pegawai di tiga galerynya memberitahu ada surat dari Ambar dengan amplop surat sebuah kantor di Bandung. 



Bukan hanya di satu galery. Tapi dari tiga galery! Mukti meminta dua galery mengirim surat itu ke galery utamanya. 



Satu pengirim dengan satu jenis kop surat pada amplop, mengapa mengirim surat ke tiga alamat galeri yang dia miliki?



'*Apa maksud mama? Mengapa mama tak bisa dihubungi*?



Ini yang membuat Mukti ingin segera mengetahui apa isi surat itu. Tak biasanya mama mengirim sesuatu karena mereka satu rumah.



Dari bandara Mukti langsung menuju galeri utamanya. Sengaja tak minta jemput dengan mobil miliknya. Dia naik taksi dari bandara saja.


\*\*\*



Mukti melihat amplop yang digunakan mamanya adslah amplop kantor mas Sonny di Bandung.



Mukti langsung membuka satu smplop dengan hati-hati. Ada satu lembar surat dan ada amplok kecil didalam amplop yang telah terbuka itu.



"*Mukti*."



"*Sebelum kamu buka amplop kecil itu baca baik-baik surat ini*."



"*Apa selama ini kamu merasa dibedakan kasih sayang dari Sonny*?"



"*Apa selama ini ada pembagian harta yang tak adil antara kamu dan Soñny*?"



"*Pikir itu baik-baik. Mengapa kamu melakukan hal itu pada Sonny*?"


__ADS_1


"*Sekali lagi yang terakhir : Apa pernah satu kali aja ibumu membedakan kasih sayang untukmu dan Sonny*?"



"*Apa pernah*?"



"*Apa pernah*?"



"*Apa pernah*?"



"*Setelah kamu dapatkan jawabannya kamu bisa buka amplop kecil itu*!"



Mukti tak melihat ada kata manis. Tak ada sebutan MAMA atau MAS.



Surat yang datar. Mukti mengingat bagaimana manisnya Ambar adanya dan Sonny. Tak pernah sekali pun sang mama membedakan mereka. 



Mukti selalu mendapat kecup dan peluk yang sama dari Ambar.




Mukti membuka amplop kecil di dalam amplop yang telah dia baca kertasnya tadi. 



Ada dua lembar hasil test DNA disana.



Antara dirinya dan Abu juga dirinya dan Ambar!



Dia membaca dengan teliti. Ada lingkaran tanggal kapan surat itu dibuat. Saat dia berusia tiga tahun!



Mukti lemas melihat fakta itu. Dia sering tahu sang papa menegur mamanya karena dirinya tapi mama tak pernah menjadi marah padanya apalagi mencubitnya.



Mamanya perempuan paling lembut yang mencintainya dengan tulus.



Mukti sadar dia hidup karena kasih sayang orang lain. Bukan orang tuanya yang entah siapa. Semua harta yang dia miliki seharusnya bukan miliknya.


__ADS_1


Mukti membaca kembali kalimat terakhir surat yang ditulis mamanya walau di copy bukan tulisan tangan asli.



"*Apa pernah satu kali aja ibumu membedakan kasih sayang untukmu dan Sonny*?"



"*Apa pernah*?"



"*Apa pernah*?"



"*Apa pernah*?"



Ternyata dia hanya benalu di keluarga Lukito! Benalu yang malah menikam ayahnya dengan mencarikan Vio pengacara!



Mukti sudah tak punya muka lagi.



Andai dia belum tahu statusnya, dia memang akan melawan Abu dan Sonny dengan dalih cinta pada Vio. Toh dia punya hak yang sama dengan Sonny yaitu sama-sama anak kandung Abu.



Tapi sekarang?



Apa dia masih berani menampakan muka pada keluarga dermawan itu?



"Aku harus bagaimana? Kalau pun aku memang anak kandung papa dan mama apa wajar aku membela musuh papa? Orang yang ingin menghancurkan usaha papaku sendiri?



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674667446643.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.

__ADS_1


__ADS_2