
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mukti sekali lagi menyesap kopinya. Dia bingung harus bicara apa dengan papa dan mamanya nanti. Dia yakin kedua eyangnya masih berada di rumah papanya.
Tapi seperti yang Made katakan. Dia harus hadapi semuanya. Maka dia bersiap menuju rumah Abu. Rumah yang selama ini tempat tinggalnya dengan penuh cinta.
"Assalamu'alaykum," dengan suara bergetar Mukti memberanikan diri masuk ke rumah Abu yang seharusnya hanya pakde jauh bila berurutan dengan silsilah ibu kandungnya.
Para asisten rumah tangga tak berani menahan kedatangan Mukti dan selama ini memang tak ada printah melarang Mukti masuk ke rumah ini.
"Masih punya muka juga datang ke rumah ini," Menur yang biasanya super lembut menyambut kedatangan Mukti dengan kalimat sarkasnya.
Mendengar itu Mukti hanya diam. Dia lihat Airlangga menghampiri mereka dan Mukti segera melakukan salim pada Airlangga dan Menur.
"Papa ada Eyang?" Tanya Mukti dengan sopan.
"Aku tak tahu siapa papamu. Dan aku yakin ibu kandungmu sendiri tak tahu kau bibit siapa. Karena memang seperti itu karakter ibumu," Menur masih tak bisa tenang.
__ADS_1
Rupanya puluhan tahun dia mendengar cerita Ambar yang sedih dimarahi Abu akibat pembelaan Abu untuk Mukti membuatnya sekarang sampai diambang batas kesabarannya.
Abu mendengar itu semakin terpuruk. Dia belum tahu keberadaan Sonny dan Ambar karena orang suruhannya di Bandung tak melihat keberadaan Sonny ada di Bandung.
Ada info anak sulung dan istrinya ada di Cikarang - Bekasi.
Di Jogja tak mungkin karena dia tahu rumah Sonny dipinjamkan pada teman Mukti yang membutuhkannya.
"Ada perlu apa?" Tanya Abu datar. Abu merasa sangat bodoh pernah sangat kasihan ada bayi yang ditinggal mati ibunya, sehingga dia menyayangi melebihi anak kandungnya sendiri.
Bayi yang akhirnya menikamnya karena berkhianat dengan Vio. Orang yang berniat mengambil semua kekayaan miliknya.
"Maafin aku Pa. Maafin aku," pinta Mukti sambil terisak dan mencium lutut Abu.
"Apa dengan maaf dariku bisa mengembalikan hati istriku yang selama ini sudah aku lukai karena aku lebih menyayangimu daripada anak kandungku sendiri?"
"Apa dengan memaafkanmu, istri dan anak sulungku akan kembali ke rumah ini dan hidup damai penuh cinta seperti dulu lagi?"
"Aku yakin kamu tahu kamu bukan anakku. Itu sebabnya kamu dengan santai menikahi tunangan resmi anak sulungku yang seharusnya kamu sebut sebagai 'kakak kandungmu'.
__ADS_1
"Benar seperti yang ibuku bilang. Kamu sama persis dengan ibumu. Kalau saat itu dia tak menjebakku, aku yakin dia akan menggugurkan kandungannya seperti Vio yang dua kali menggugurkan anakmu!"
"Aku tak tahu kamu anak keberapa dari ibumu!"
Mukti kaget kalau Abu sudah tahu Vio adalah istrinya dan sudah dua kali menggugurkan kandungannya.
"Apa yang harus aku lakukan agar mendapatkan maafmu Pa? Aku sungguh menyesal. Aku sadar semua harta itu seharusnya bukan milikku. Dan akan aku kembalikan. Tapi mohon maafkan aku Pa. Akan aku lakukan apa pun agar Papa dan semua keluarga mau memaafkan ku," Mukti terus memohon pada papanya.
"Papa bisa bantu aku?" Pinta Abu pada Airlangga. Dia tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Mukti karena yang dia inginkan sekarang adalah bertemu Ambar.
"Duduklah kalian. Aku akan coba urai benang kusut ini," Airlangga meminta agar Abu dan Mukti duduk.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.