
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Mereka mau makan siang diluar. Vonny masih menghindar terus. Dia bahkan belum satu kali pun menjenguk Prilly*,' Sjahrir melihat Adelia dan Vonny keluar untuk makan siang.
Padahal dia ingin bicara pada Adelia untuk meminta menjenguk Prilly walau satu kali saja.
Selewat jam dua Adelia dan Vonny belum kembali ke rumah sakit. Sjahrir berpikir istri dan putrinya sedang ke salon seperti biasa.
Sampai menjelang sore Sjahrir tidak melihat Vonny dan Adelia kembali ke rumah sakit. Maka Sjahrir bergegas pulang.
'*Siapa tahu mereka di rumah. Aku malah bisa ngobrol santai di rumah*,' pikir Sjahrir.
Tiba rumah Sjahrir melihat mobil istrinya ada di rumah. Sjahrir bertanya pada sopirnya Vonny.
"Ibumu ke mana?"
"Ibu tadi telepon dia makan siang dengan non Adel lalu mau keluar, jadi ibu minta saya segera pulang aja ke rumah enggak perlu nunggu di rumah sakit," jawab sang sopir.
"Oh baiklah," Sjahrir pun mengerti. Mungkin mereka berbelanja sehabis dari salon.
Sampai magrib Vonny dan Adelia belum kembali Sjahrir masih berupaya tenang.
Sampai waktu makan malam Sjahrir masih sendirian.
'*Ini mereka masih di luar tentu mereka tidak makan malam di rumah*,' Sjahrir pun makan sendirian dia yakin istri dan anaknya makan di luar.
\*\*\*
Sementara itu Vonny dan Adelia sehabis makan siang langsung ke bandara.
"Nanti mobilmu bagaimana?" tanya Vonny.
"Biar aja nginep di bandara tiga hari. Nanti kita pulang nggak perlu dijemput lagi mobil sudah ada. Daripada kita repot ketahuan siapa-siapa lebih baik bayar lebih mahal di parkiran bandara," Adelia menjelaskan pada Vonny mengenai mobilnya.
"Oh baguslah," kata Vonny.
__ADS_1
Adelia sudah menaruh koper mereka di mobil sejak kemarin dan saat ini mereka sudah bawa koper kecil masing-masing. Jam lima sore pesawat berangkat dari SOETA.
'*Kami sudah tiba di Bali. Tak perlu kabari tante Ambar. Kami makan di luar dulu*,' begitu pesan yang Sonny baca dari Adelia.
'*Oke*,' balas Sonny singkat.
Adelia mengajak mamanya makan dulu di bandara.
"Nanti kita sampai rumah tante Ambar sudah tenang Ma. Enggak enak kalau dia harus repot nyediain makan malam dadakan untuk kita," saran Adelia.
"Bener Del," Vonny pun setuju dengan pendapat putrinya.
Mereka pun makan di bandara
"Vonnyyyy," pekik Ambar melihat Vonny dan Adelia mengetuk pintu villa yang dia tempati.
"Hei kejutan," kata Vonny sambil memeluk Ambar. Tentu saja Ambar tak menyangka Vonny berada di depan pintu rumahnya.
"Ayo masuk, masuk, masuk," kata Ambar berulang.
"Lihat nih siapa yang datang," Ambar masih tak percaya.
"Kak Adel," Aksa pun berteriak dan berlari memeluk kakaknya.
"Kalian berdua aja? Kenapa enggak ngabarin?" Protes Ambar.
Ambar senang dengan kejutan yang Vonny berikan.
"Sebentar aku siapkan sprei ganti dulu kalian duduk dulu. Aksa bantu Mama ambil dua sprei," pinta Ambar pada Aksa.
"Kami satu kamar aja, nggak usah dua kamar," kata Vonny.
"Oke baiklah kalau itu maumu," kata Ambar.
Ambar menyediakan satu kamar untuk Vonny dan Adelia dia ganti spreinya dulu.
__ADS_1
"Kamu sudah makan?" Ambar bersiap minta cafe villa menyiapkan makan malam bagi tamunya.
"Sudah. Tadi begitu tiba di bandara, Adelia nyuruh aku makan dulu. Pasti kamu repot kalau tiba-tiba aku datang kamu langsung masak." Vonny jujur saja pada Ambar.
"Ha ha ha kamu tahu aja. Kalau kamu sudah makan kita ngemil aja deh," rupanya Ambar punya siomay. Dia barusan panasin di microwave.
"Ayo kita makan bareng," Ambar mengajak Axel dan Adelia makan siomay bareng.
"Wow asyik ada siomay," kata Adelia. Tentu dia tak menolak makan siomay hangat itu.
"Kamu kapan ujian Ka?"
"Minggu depan Kak. Aku sudah libur mulai kemarin. Minggu depan aku ujian," sahut Aksa sambil meracik siomay untuk dirinya.
"Jangan banyak main dan nonton," pesan Adelia.
"Ya enggak lah Kak. Aku ingin jadi yang terbaik. Walau nggak ada gunanya beasiswa yayasanku, karena aku pindah ke Jogja. Tapi setidaknya aku tetap ingin menjadi yang terbaik," jawab Aksa.
"Iya itu bagus," kata Vonny.
"Selalu menjadi yang terbaik lah di manapun kita berada."
"Aksa temani Kakak sebentar yuk ke depan," Adelia tahu Vonny butuh waktu berdua dengan Ambar untuk bercerita.
"Sebentar aku ambil jaket," kata Aksa.
Adelia dan Aksa keluar berdua seperti biasa. Adelia mengajak Aksa ke toko coklat yang di dekat Villa. Mereka naik taksi tadi Adelia memborong beberapa coklat untuk dia dan Aksa.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.