INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
BOGEM MENTAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



'*Makan siang bareng*,' Rezky mengirim pesan pada Adelia sejak pagi tadi tapi gadis itu sudah tidak baca lagi sudah mematikan ponsel karena sudah mulai bekerja.



"Sudah selesai praktek?" tanya Rezky.



"Sudah Dok," jawab perawat yang di depan ruang praktek Adelia.



"Masuk," jawab Adelia mendengar ketukan pintu di ruang praktek kerjanya.



"Lho ngapain? Gue baru mau bales pesan lo, gue baru buka ponsel."



"Praktek gue kan udah selesai dari tadi," kata Rezky.



"Oh gitu gue baru selesai kan, elo tahu sendiri,"



"Udah enggak usah ngobrol kelamaan. Yuk kita makan siang."



"Kagak, ntar dilabrak lagi sama Nuning," ejek Adelia.



"Enggak mungkin,  gue tadi udah putusin dia. Ayo makanya gue mau cerita sama elo nih, gue enggak sabaran," ajak Rezky.



"Oke sebentar gue beresin dulu snelli sama tas gue," jawab Adelia. Mereka pun berjalan keluar untuk cari makan.



"Makan di luar ya gua bosan makan di Cafe," kata Rezky.



"Ok, siapa takut," jawab Adelia. 



"Makan di Gelato ya?" Ajak Adelia.



"Oke," balas Rezky. Tapi akhirnya mereka tak jadi ke Cafe yang biasa Adelia datangi. Mereka bertemu Farah lalu berniat makan siang di resto Minang seberang rumah sakit.



"Ceritanya gimana?" Tanya Adelia. 



"Gue cuma bilang kita enggak cocok lagi. Jadi kita putus. Dia diem aja terus gue tinggal aja balik ke ruangan gue.



"Emang awalnya gimana? Koq tiba-tiba gitu?"

__ADS_1



"Semua kan dimulai waktu dia ngelabrak Nia. Ya gue marah dong. Sepanjang sore sampai malam gue enggak angkat telepon dia juga enggak buka pesan dia. Itu bikin dia datang pagi tadi."



"Dia marah lagi, langsung aja gue jebretin, karena gua nggak respon dia, dia marah ke gue, lah dia udah ngacak-ngacak hidup gue ya kan? Jadilah gue  bilang kita nggak cocok putus aja gitu gua bilang gitu sih. Tapi dia diem . Gue juga nggak mau peduli. Langsung gue tinggal."



"Oh gitu."



"iya lah terus jadi gimana?"



"Ya gua udah bilang sama Umi tadi gue langsung telepon umi sih. Nanti malam gua langsung mau ke rumahnya dia, putusin hubungan apa secara resmi ke orang tuanya."



"Baguslah." 



"Elo ada kegiatan apa abis ini?"



"Biasa lah, paling gue ke atas. Ke kantor gue. Emang kenapa?"



"Enggak sih, gue kan juga praktek sore," sahut Rezky


 \*\*\*




"Ada apa? Apa mau rubah jadwal? Mau dipercepat atau mau mundur?" Tanya Dana, kakak tertua Nuning yang sejak awal dia selalu lebih dominan dari ayahnya.



"Saya membatalkan. Bukan mau mengundurkan diri," sahut Rezky tegas.



"Atas dasar apa kamu membatalkan? Kamu mau bikin saya malu?" Teriak Dana.



"Kami sudah tidak cocok. Tak mungkin kami bersama," sahut Rezky.



BUGH! Kepalan tangan Dana mendarat di pipi Rezky. Telak bogem mentah Dana mendarat di pipi Rezky.



"Tahan! Atau saya panggil polisi," teriak Indri.



"Seharusnya kalian intropeksi diri. Anak kalian ingin menjebak anak saya. Untung anak saya masih dilindungi Allah," ujar Indri.



"Apa maksud kamu?" Tanya ibunya Nuning.



"Buka Rez!"

__ADS_1



Rezky mengambil ponselnya dan mendengarkan rekaman : 



"Jangan periksa di sini tahu nggak sih!" Suara yang jelas suara Nuning terdengar dari ponsel yang Rezky maksimalkan volumenya.



"Emang kenapa?"



"Ya kan Rezky kerja di sini gimana sih kamu?"



"Katanya kalau sore Rezky udah enggak ada di rumah sakit ini."



"Tapi temennya kan juga ini banyak disini.Kita pindah aja."



"Terus kamu maunya periksa kemana?"



"Pokoknya jangan kesini!"



"Kamu tuh repot ya, ngapain takut Rezky,  kamu nggak mau putusin Rezky."



"Kamu tahu kan penghasilanmu seberapa nanti buat hidup kita gimana buat hidup sama anak kita gimana?"



"Terus kalau positif gimana?"



"Aku akan bikin Rezky percepat pernikahanlah,"



"Kamu tu egois, itu anak aku, kenapa jadi Rezky yang harus jadi ayahnya,? Kalau kamu enggak boros, kamu enggak borjuis. Gaji aku cukup koq buat hidup kita dan anak-anak kita secara sederhana."



"Aku nggak mau hidup sederhana, makanya aku deketin Rezky walau aku enggak cinta dia sama sekali."



"Aku butuh duit dia. Dia pulang dari Singapura oleh-olehnya banyak. Kamu enggak ada seberapanya Rezky."



"Baik. Kalau begitu aku mundur. Aku sudah mau tanggung jawab, tapi kamu malah tetap milih Rezky. Ingat, jangan cari aku karena mulai sekarang aku enggak kenal kamu!"



Orang tua Nuning dan Dana terdiam. Mereka tak menyangka Nuning hanya ingin hartanya Rezky semata.


Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang baru aja terbit dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND



Atau juga judul lain yang baru terbit dengan judul BETWEEN terminal BUBULAK ~ GIWANGAN


__ADS_1


__ADS_2