INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MENUR MENGUNGKAP FAKTA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Airlangga tiba malam di rumah Abu. Menur langsung minta dibuatkan teh jahe dengan gula batu ada para asisten rumah tangga. 



"Dimana Ambar?" Tanya Airlangga begitu Abu menghampirinya.



"Aku belum tahu Pa. Nomor Ambar dan Sonny sama-sama tak pernah aktif." Jawab Abu pelan. Lelaki itu bisa memastikan kali ini dia akan kehilangan istrinya.



Bukan karena adanya perempuan lain seperti saat Witri hamil dulu. Tapi karena seorang bayi anak orang lain yang dia sayang melebihi anak kandungnya sendiri!



Tindakan bodoh yang tak termaafkan.



"Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Anak pelacur yang sangat kamu cintai menikammu dengan sengaja membela tikus yang mengambil harta kita!"



"Kamu lebih mencintai Mukti yang kau kira benihmu dari seorang pelacur daripada benihmu yang dari seorang ratu!"



"Andai dia benihmu, jelas dari seorang pelacur kan? Mengapa kau malah lebih memberatkan dia padahal Ambar tak sekali pun membedakan dia dari Sonny yang anak kandungnya?



"Kurang apa Ambar dimatamu? Dia masih mau menerimamu kembali setelah kau melakukan zina dengan pelacur walau dengan alasan tak sadar!"



Tapi kau malah menginjaknya dengan lebih mementingkan anak pelacur itu!" Airlangga sudah sangat kesal pada Abu!

__ADS_1



"Kamu bodoh Abu. Untuk bisa punya Sonny saja kamu menunggu tiga tahun baru Ambar bisa hamil. Dan untuk dapat Aksa berapa tahun Ambar tak menggunakan kontrasepsi?"



"Dan kamu percaya pada bualan pelacur yang hanya satu malam kamu tiduri lalu bisa hamil anakmu?"



"Selama ini aku diam saat Ambar mengeluh kamu memarahi dia karena Ambar menegur Mukti yang berbuat salah." 



"Baru kemarin aku bilang pada papamu bagaimana tersiksanya Ambar. Tapi tak pernah satu kali pun dia perlihatkan luka itu pada ketiga anaknya." 



"Semua anaknya hanya tahu dia bahagia menjadi istrimu!" Menur buka suara juga. 



"Kamu sendiri yang bilang Witri selalu berupaya menjebakmu. Kamu sendiri tahu Witri itu perempuan kotor. Dia bisa saja meneteskan darah ayam karena saat itu kamu tak sadar. Apa kamu ingat ada darah di batang pistolmu malam itu?"




"Aku tak mengira kau terlalu mencintai anak pelacurr itu sehingga membedakannya dari Sonny!"



"Kamu yang salah membedakan mereka. Dan lihat sekarang. Anak sampah itu sama dengan ibunya!"



"Dia menginjak mukamu dengan mencarikan pengacara buat pela-cur yang dia cintai!"



"Dia lebih memilih pelacuur itu daripada ayah dan ibu kandungnya karena saat dia membela Vio dia pasti belum tahu kalau dia hanya anak sampah yang aku angkat agar dipelihara Ambar!"



Aksa sejak tadi mendengar semua. Awalnya dia ingin mengambil air minum. Tapi dia batalkan. 

__ADS_1



Dan di ruang depan, Mukti yang ingin bertemu Abu jadi tahu mengapa selama ini Abu dan eyangnya tak tahu kalau dia bukan anak Abu.



Itu karena Ambar menyembunyikan fakta itu walau dia selalu dimarahi Abu.



Cinta Ambar padanya tak bisa dibayar apa pun. Cinta perempuan yang suaminya dijebak oleh ibu nya tapi tetap mau memelihara dia dengan tulus.



Mukti tak akan pernah bisa membalas cinta Ambar untuknya.



Pelan-pelan Mukti meninggalkan rumah itu. Rumah yang penuh cinta. 



"Aku tak rela villa dan semua usahaku jatuh pada anak sampah itu. Anak yang tak tahu terima kasih malah ingin menjatuhkan keluarganya sendiri dengan membela tikus dalam penjara!"



Mukti memang salah. Walau dia anak kandung Abu dan Ambar, sangat tak pantas dia mendukung Vio karena Vio adalah koruptor yang menggerogoti harta orang tuanya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674667788810.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.


__ADS_2