INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AKSA PILIHANKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Aku beberapa kali bertanya, tapi papa tak mau menjawabnya," sahut Sonny.



"Aku tebak, ada dua alasan om Abu tak mau mengatakannya padamu."



"Alasan pertama dia enggak mau kasih tahu karena takutnya kamu enggak percaya. Jadi kamu harus cari sendiri"



"Alasan kedua, dia tak tega membeberkannya, karena akan sangat menyakitkanmu."



"Perhatikan pesan om Abu agar kamu tidak sampai kejebak. Garis bawahi kata jangan sampai kejebak itu."



"Mau apa Vio jebak kamu making love? Apa dia pernah menjebak orang sebelumnya?"



Sonny terpaku mendengar barisan kata yang Adelia lontarkan. Mengapa semua itu tak pernah dia pikirkan?



"Pulang yok. Gimana kalau besok kita lihat sunrise?



Sonny mengajak Adelia keluar habis salat Subuh untuk melihat keindahan perubahan dari gelap ke terang.



"Iya aku mau lihat sunrise, ayok sekarang pulang," Adelia pun menghabiskan kopinya sebelum pulang kembali ke villa.



Mereka berjalan pulang. Saat masuk halaman villa bersamaan dengan Mukti yang baru saja memarkir mobilnya.



"Wah serasi sekali sejoli kita ini," goda Mukti.



"Sejoli apaan coba?" Bantah Adelia. 



"Ha ha ha, sampai sekarang belum jadi sejoli koq. Kamu masih punya peluang koq," Sonny tak ingin Mukti menjadi kecil hati. 


\*\*\*



'*Mas tunggu di depan villa begitu selesai salat Subuh Matahari enggak akan nungguin kita*,' pesan dari Sonny masuk ketika Adelia baru saja selesai membersihkan wajahnya.



"👍😁" hanya itu jawaban Adelia.



Tanpa membuang waktu Adelia segera tidur agar tak terlambat bangun. 


\*\*\*

__ADS_1



"Koq naik mobil?" Adelia mengira Sonny hanya akan membawanya kepantai tadi malam untuk melihat sunshine.



"Ada lokasi dekat sini yang sunshinenya terlihat lebih indah dan jelas. Tapi kalau jalan kaki, kita akan terlambat," jawab Sonny. 



Sonny benar. Lokasi tak terlalu jauh. Kalau jalan cukup memakan waktu dan cukup cape juga sih.



Adelia tak perlu menunggu lama. Semburat tipis mulai terlihat. 



Adelia dan Sonny sama-sama diam. Mereka tenggelam dalam pikran masing-masing terhadap kebesaran Allah yang terpampang di depan mata mereka.



Mereka mengabadikan foto wajah mereka dengan background sunrise. Baik yang sendirian mau pun mereka bersama.



Puas memandang keindahan itu mereka pun segera menuju mobil untuk kembali ke villa.



"Mas sama Mukti berjarak berapa tahun?" 



"Tiga."



"Kenapa?"




"Mas tahu Vio dari SMA dan kampus mana?"



" Coba telusuri dari sini. Aku yakin apa yang om Abu tahu bisa Mas ungkap," saran Adelia sebelum turun daei mobil Sonny


\*\*\*



"Kalian dari mana?" Vonny penasaran melihat Adelia dan Sonny masuk villa bersamaan.



"Lihat *sunrise*," jawab Adelia.



"Ayok sarapan. Nanti kita ke pasar tradisional," ajak Menur. 



"Apa ini Eyang?" Tanya Adelia.



"Ini sarapannya orang Jawa Timuran. LONTONG BALAP namanya. Biasa dimakan dengan sate kerang seperti ini



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674209493040.jpg)


__ADS_1


"Wooow. Aku mau coba. Eyang kakung mau aku ambilkan?"



"Kakung mah diambilkan Uti. Kamu mending ambilkan aku aja," godan Mukti.



"Siap calon imam masa depan," sahut Adelia.



Tentu saja semua bahagia karena keakraban ini bukan rekayasa. Dan semua menganggap tak ada keseriusan dalam canda pagi ini.



"Mau beli apa di pasar?" Airlangga tahu Ambar sang menantu suka sekali melihat pasar tradisional. Dia bilang tiap daerah ada ciri khas yang beda.



"Enggak pengen cari apa pun. Pengen lihat aja." Jawab Vonny. Sejak bergaul dengan Ambar dua puluh tahun lalu memang Vonny jadi suka menjelajahi pasar tradisional.


\*\*\*



Pagi ini rombongan dipisah.



Ambar, Vonny, Menur akan pergi bersama Adelia yang membawa mobil Abu.



Sementara para lelaki kecuali Mukti akan main golf.



Si kecil Aksa tanding futsal.



"Calon istri hati-hati bawa mobilnya ya," goda Sonny yang terlihat sangat tampan dengan pakaian golfnya kali ini.



"Calon suami jaga mata ya. Awas aja kalau tu mata jelalatan," balas Adelia.



"Kamu tu ya. Sama Mamas bilang calon suami. Tapi sama Mukti bilang calon imam masa depan. Sebenarnya yang kamu pilih siapa?" Tanya Ailrlangga.



"AKSA!" Jawab Adelia tegas.



"Ha ha ha ," Abu dan Sjahrir tertawa terbahak-bahak.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674208402115.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.


__ADS_2