
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
'*Papa dan Mukti ingin bertemu. Ada hal urgent*' begitu pesan yang Sonny baca. Pesan masuk dari ponsel milik papanya.
Lalu dipesan kedua Sonny baca. '*Kami sudah di Jogja. Dimana kita bisa bertemu urgent*,' demikian tulis Mukti.
"Ada apa ya mereka datang menemuiku" gumam Sonny.
"Urgent?" Sonny bicara sambil menatap pekerjaannya di laptop.
Sonny jadi penasaran. Tak mungkin Mukti tak berani datang sendiri lalu meminta papanya menemani. Atau sebaliknya. Papanya yang tak berani datang sendiri. Tak mungkin karena itu.
'*Saya tunggu jam 03.00 sore ini di cafe Selaras alamatnya jalan Sosrowijayan*,' Sonny pun mengirim tempat yang dia inginkan untuk bertemu pada nomor Abu dan Mukti.
'*Oke*,'balasan Mukti segera masuk.
Sedang Abu tidak membalas pesan itu karena Mukti sudah menjawabnya.
Walau pun malas tapi Sonny tetap datang ke Cafe itu. Sonny ingin tahu apa yang papa dan Mukti ingin bicarakan.
Sonny tiba lebih dulu dia memesan minum untuk dirinya sendiri karena dia tidak tahu kedua orang itu maunya apa.
Sonny tetap hormat pada papanya ketika lelaki itu datang. Sonny mencium punggung tangan papanya. Sonny juga memeluk erat laki-laki yang memang sangat dihormati oleh nya.
Mukti juga tak kalah sopan dia mencium punggung tangan Sonny seperti selama ini Ambar mama mereka ajarkan. Mukti memeluk kakaknya.
"Maafin aku Mas" kata Mukti jujur.
"Duduk kita bicara aja," jawab Sonny datar. Dia masih terluka dengam tikaman adiknya.
Sonny memanggil pramusaji dan meminta Mukti dan Abu memesan minuman atau bahkan makan siang. Abu dan Mukti memesan kopi panas dan snack basah.
"Ada apa kalian datang ke Jogja?" Sonny ingin segera memulai pembahasan.
Abu dan Mukti yang sudah mengatur pembicaraan pun memulai.
"Jadi pertama gini Mas. pertama aku ngucapin mohon maaf. Aku salah. Aku tahu aku sangat salah."
"Iya lalu?" Sonny tak sabaran ingin mendengar apa keperluan mereka berdua.
"Yang kedua, aku sudah ketemu mama Mas. Aku minta maaf pada mama. Kesalahan ini berawal dari Kelahiranku walau tentu bukan kemauanku."
__ADS_1
"Berawal dari sejak eyang Menur menyuruh Mama merawat bayi kecil yang baru lahir yang semua orang tahu itu adalah anak Papa dengan ibu kandungku."
"Itu yang ketiga Mas."
"Yang keempat, dan ini sangat fatal Mas. Aku baru tahu dari mama kemarin. Aku nggak tahu Mas sudah tahu apa belum."
"Sejak ku kecil dan papa berat sebelah terhadap aku dan Mas Sonny serta Aksa. Mama sudah sering mengadu kepada eyang Mernur. Tapi eyang Menur tidak pernah memarahi atau menegur papa sama sekali."
"Itu poin 4A Mas."
"Dari poin ke empat yaitu mama mengadu ke eyang Menur, poin 4B nya adalah eyang Menur tidak pernah lapor ke eyang Airlangga kalau mama mengadu padanya."
"Sejak itu mama sadar bahwa dia di peralat oleh eyang Menur."
"Mama dan mbok Darmi mengetahui banyak kecurangan yang dilakukan oleh eyang Menur."
"Apa Mas sudah tahu soal ini? Apa mama sudah cerita ke Mas?" Tanya Mukti.
Mukti yakin Ambar belum cerita ke Sonny. Kemarin Ambar keceplosan cerita karena terpancing emosinya. Terpancing kemarahannya pada eyang Menur. Begitu praduga Mukti.
"Belum," jawab Sonny cepat. Sejak tadi dia juga agak kaget mendengar cerita Mukti ini.
"Sorenya, eh malamnya aku langsung cerita sama papa. Mama bilang alasan eyang Menur tidak menegur Papa atau dia tidak lapor ke eyang Airlangga karena eyang Menur tidak mau papa memotong uang atau harta atau bagian dari eyang Menur dan tante Laksmi."
"Tante Imelda dan Vio adalah pion eyang Menur aja," kata Mukti.
Sonny tentu sangat kaget. Mamanya tak mungkin asal bicara bila tak ada bukti. Bahkan saat ada bukti akurat seperti persoalan DNA Mukti saja mamanya diam.
"Yang bener?" Sonny rasanya tak percaya. Dia terpekik kaget.
"Papa yang lanjut Pa," kata Mukti.
"Begitu Mukti dapat cerita itu dari mamamu," kata Abu.
"Dia langsung cari Papa dan melaporkan. Pada waktu itu Papa sedang di Bali. Baru saja menyerahkan surat sertifikat rumah, juga kunci mobil ke mamamu."
"Papa ada di Bali karena hendak memindahkan usaha Papa dari Bali ke Surabaya. Karena Papa dan eyang Airlangga sudah memutuskan akan tinggal di Surabaya aja berdua urus eyang Menur."
"Begitu dapat berita dari Mukti Papa langsung pulang ke Surabaya sendirian."
"Di Surabaya Papa cerita lah pelan-pelan sama eyang Airlangga."
"Tentu saja eyang Airlangga tidak percaya karena eyang Menur kan lembut sabar."
__ADS_1
"Lalu Papa mulai memancing ingatan eyang Airlangga. Papa tanya kenalnya dimana sama eyang Menur?"
"Eyang Airlangga bilang eyang Menur dulu sekretaris pengganti saat sekretaris asli eyang cuti melahirkan selama tiga bulan."
"Nah Papa tanya ke eyang Airlangga alasan eyang Menur cerai dari suami sebelumnya."
"Eyang Airlangga bilang versi eyang Menur ke yang Airlangga mereka cerai itu karena suami eyang Menur tidak memberi nafkah karena pengangguran."
"Padahal versi Imelda, dan Papa sudah cek kemarin info sebenarnya. Imelda bilang papa dan mamanya cerai karena Papa Imelda punya istri baru. Nah istri barunya itu suka dengan papa Imelda karena Papa Imelda orang kaya dia direktur sebuah perusahaan bukan CEO tapi dia direkturnya."
"Papa cek info Imelda dan memang benar papa kandungnya orang kaya dan yang Papa tahu dari penyelidikan papa kemarin istri keduanya ini adalah kekasihnya suami eyang Menur yang direbut oleh eyang Menur."
"Tepatnya suaminya itu dijebak eyang Menur dengan mengatakan dia hamil Imelda. Jadi eyang Menur nikah sama suaminya karena hamil Imelda."
"Begitu lahir, eyang Menur di cerai karena memang suaminya cintanya sama istri yang sekarang."
"Eyang Menur menjebak suami pertamanya karena dia ingin menikah dengan orang kaya!"
"Wajar saat jadi sekretaris pengganti dia langsung mengejar eyang Airlangga."
"Eyang Airlangga kan duda dan CEO. Ya dia kejar sampai dapat. Akhirnya mereka menikah hidup bersama sampai sekarang.
"Habis bilang soal perceraian eyang Menur, inget saat itu papa belum punya info tentang eyang Menur menjebak suami pertamanya. Papa masuk kamar."
"Enggak lama eyang Airlangga teriak-teriak manggil Papa. Ternyata eyang Airlangga melihat ponsel eyang Menur itu baru aja menghapus pesan dua menit sebelum eyang Airrlangga masuk kamarnya."
"Padahal Mukti sama Papa jelas eyang Menur itu sudah tidak merespon terhadap apa pun."
"Saat itu di kamar itu tidak ada orang Kok bisa ada yang menghapus pesan jadi jelas eyang Menur cuma bersandiwara sakit."
"Dia tidak ingin dipenjara atau dibawa ke pengadilan. bila terbukti bahwa dia adalah otak kekisruhan di perusahaan. Dengan alasan sakit jiwa dia aman dari penjara."
"Mamamu cerita pada Mukti, mamamu punya bukti kalau eyang Menur otaknya penggelapan dana perusahaan.
"Jadi selama ini kita semua itu dibodoh-bodohin oleh eyang Menur."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.