
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Mumpung anak-anak belum pulang saya mau bicara sama kamu. Saya tak ingin anak-anak mendengar masalah ini."
Abu sudah menyuruh seorang pegawai menjemput kedua anak Laksmi dengan disertai pengasuh agar anak-anak tak ragu.
"Tadi kamu sudah terima kan email atau fax dari Abu." Airlangga membuka forum pembicaraan di ruang tengah rumah Laksmi yang ternyata adalah rumah dinas untuk seorang direktur.
Jadi itu rumah dinas Dwi sebagai Direktur dari perusahaan yang Abu punya.
Itu perusahaan Abu pribadi bukan perusahaan Airlangga. Sengaja Abu berikan pada Dwi untuk dikelola ketika mereka awal menikah agar Abu bisa konsentrasi memegang perusahaannya Airlangga.
"Sudah Pa. Saya sudah terima pemberhentian saya sebagai Direktur dan saya harus keluar dari rumah ini juga mengembalikan mobil dinas pada perusahaan," kata Dwi sambil melihat Laksmi yang tidak kaget mengetahui bahwa dia sudah dipecat.
Dwi tidak melihat Laksmi kaget mendengar mereka harus keluar dari rumah itu dan mengembalikan mobil, juga dia jadi pengangguran!
"Ya saya tahu itu. Dan semua itu harus kamu lakukan LUSA!"
"Lusa, kamu harus keluar dari rumah ini serts mengembalikan mobil dinasmu. Tapi ada satu yang kamu lupa yaitu BESOK kamu harus memberikan laporan keuangan perusahaan sampai hari ini."
"Kami tidak tahu apakah kamu jujur atau kamu sama dengan Husni, kakak iparmu yang punya simpanan sehingga melakukan korupsi," kata Airlangga dengan tegas.
" Tidak Pa. Saya tidak pernah punya wanita lain selain Laksmi. Cinta saya dari dulu hanya untuk Laksmi," dengan tegas Dwi menyatakan sikapnya, karena memang dia tidak pernah seperti lelaki lain yang punya perempuan lain.
__ADS_1
Cinta Dwi pada Laksmi sebelas dua belas dengan cinta Angga pada mama kandung Abu dan cinta Abu pada Ambar.
"Oke jadi itu ya, kamu harus keluar dari rumah ini terakhir lusa dan kamu harus mengembalikan mobil perusahaan terakhir juga lusa dan besok kamu harus melaporkan keuangan itu perintah yang dari Abu."
"Yang dari saya sesuai dengan telepon saya tadi. Saya minta ibu kamu mengembalikan Laksmi seperti permintaan ibumu saat meminta Laksmi menjadi menantunya!" Airlangga menegaskan permintaannya.
"Tidak Pa, kalau itu tidak akan saya lakukan. Saya sangat mencintai Laksmi apa pun yang terjadi saya akan mempertahankan rumah tangga kami," Dwi bicara sambil menggeleng menguatkan kalimatnya. Dia tak ingin ada perceraian dengan Laksmi.
"Sayank katakan pada Papa bahwa kita nggak ada masalah. Kita akan terus memperjuangkan rumah tangga ini." Dwi menatap Laksmi, tapi istrinya itu hanya diam tak mau menjawab apa pun.
"Kamu ingat saya minta orang tuamu mengembalikan Laksmi seperti saat waktu ibumu merengek minta agar kamu diterima oleh saya. Bagaimana ibumu merengek di kaki saya agar kamu diterima," Airlangga mengingatkan Dwi lagi.
\*\*\*
Giyat sedang kalang kabut memikirkan bagaimana cara mencari dana untuk pengembalian uangnya Airlangga.
Giyat juga bingung untuk memindahkan barang-barang mereka di ruko karena ruko harus dikembalikan kepada Airlangga sesuai dan waktunya yaitu modal usaha harus dia kembalikan dalam waktu 3 x 24 jam. Dan semua bangunan ruko dikembalikan dalam waktu 7x 24 jam.
Siapa yang akan memberi pinjaman tanpa agunan sebesar yang Airlangga berikan?
Siapa pula yang akan membiarkan rukonya digunakan tanpa bayar sewa selain pak Airlangga?
"Pak," panggil Mumun pada Giyat yang sedang terpaku.
__ADS_1
"Apa?" Giyatno mendengar panggilan istrinya dan segera menjawab sebelum amarah istrinya tersulut bila dia telat menjawab.
"Aku tadi mendengar pak Airlangga telepon ke Dwi saat aku di kantornya Dwi," Mumun bicara tanpa sadar kalau dia membuka keburukannya.
"Ada apa kamu ke kantornya Dwi?" Giyatno tentu aneh Mumun ada di kantor Dwi.
"Tadi aku mengantarkan Nina calon istri untuk Dwi," sahut Mumun tanpa merasa bersalah.
"Kamu itu gila ya. Dwi itu sangat mencintai Laksmi, kamu malah ganggu terus." sesal Giyatno.
"Aku tak suka Dwi itu di bawah kendalinya Laksmi!" Bantah Mumun.
"Laksmi nggak pernah mengendalikan Dwi sama sekali. Laksmi hidup seadanya sesuai dengan pemberian Dwi, dia nggak nuntut apa pun. Kenapa kamu ganggu? Dwi tak bisa memenuhi kemauan mu karena dia jujur. Tidak ambil uang kantor."
"Husni mencari pelarian pada perempuan lain karena kamu selalu minta Eka merengek pada Husni," Giyat mengingatkan Mumun akan ambisinya yang tak pernah puas dengan apa pun yang mereka miliki.
"Sudahlah Pak, pokoknya tadi aku dengar Airlangga minta kita mengembalikan Laksmi seperti saat kita meminta Laksmi jadi menantu kita. Airlangga tidak mau Dwi hanya menceraikan Laksmi tapi dia minta kita berdua mengembalikan anaknya."
"Hanya kamu yang akan mengembalikan karena saya tidak akan. Saya dan Dwi sangat menghormati dan mencintai Laksmi seperti cinta terhadap anak dan pada istri. Kamu mencintai uangnya Laksmi dan keluarganya, tapi kamu membenci Laksminya," tak menunggu respon Mumun, Giyat meninggalkan ruko.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
__ADS_1
