
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sementara malam ini Mukti Abu dan Airlangga sedang bicara di teras ruang rawat Menur.
"Pa, Eyang, aku kepengen minta maaf ke mama karena semua ini kan berawal dari kehadiranku, karena kelahiranku walau ya memang bukan kemauanku."
"Tapi kan kehadiranku yang bikin Mama terluka sehingga Eyang putri akhirnya kena imbasnya. Aku minta maaf enaknya di mana ya Pa?"
"Kalau disini aku takut mama menjalankan ancamannya ke Papa bahwa kita ngusir mama."
"Aku nggak mau itu terjadi Pa, Eyang," kata Mukti sesuai arahan Made kemarin.
"Jangan! Jangan sekali-kali kamu datangi dia di villa." Abu spontan bicara agak keras.
"Kedatanganmu bisa membuat kita dituduh mengusir dia. Asal kalian tahu bahkan Ambar sudah menutup rekeningnya agar aku tak bisa memberi nafkah rutinku untuknya dan Aksa!"
Tentu saja Mukti dan Airlangga terkejut mendengar hal itu.
"Dia sampai berbuat itu?" Airlangga tak percaya dengan info yang Abu kemukakan.
"Kemarin aku mau transfer nafkah bulanannya tapi nggak bisa-bisa. Aku tanya CS bank via telepon. CS bilang nomor rekening Ambar sudah ditutup satu minggu lalu," jawab Abu lirih.
"Artinya memang dia sudah tak mau lagi kembali padamu," kata Airlangga sedih.
__ADS_1
"Iya Pa, aku sudah kehilangan bidadariku," Abu sadar hal itu.
"Semua karena aku Pa, Eyang. Maka aku harus minta maaf pada mama," kata Mukti.
"Benar tapi tidak di sini," jawab Airlangga.
"Baiklah aku tunggu sampai mama ada di Jogja," kata Mukti.
"Aku akan cari alamatnya di Jogja dan aku akan minta maaf pada mama, mas Sonny serta Aksa," tekad Mukti.
"Ya itu lebih bagus. Disana kan dia di rumah sendiri jadi bukan kita ngusir. Kalau disini dia merasa numpang di villa papamu," jelas Airlangga.
"Iya Pa, Eyang aku akan datang di Jogja sesudah Aksa selesai ujian dan mereka resmi pindah kesana," Mukti sedikit plong mendapat pencerahan dari papa dan eyangnya.
"Kami akan kembali ke Surabaya. Di rumah eyang yang di Surabaya, bukan rumah papa."
"Rumah Bali dan rumah Surabaya semua atas nama mama. Jadi nanti papa akan mengirim semua surat kepemilikan rumah itu ke Sonny. Akan papa serahkan semua dengan akta notaris kalau semua hak mamamu. Jadi bila dia tak mau kembali ke papa, dia mudah menjual atau membuang semua itu."
"Papa dan eyang akan merawat eyang putri di rumah Surabaya aja biar eyang lebih nyaman tinggal di rumah sendiri, bukan numpang di rumah papa atau di rumah sakit," kata Abu.
"Jadi aku di sini sendiri?" tanya Mukti. Walau dia bukan anak Abu dan cucu Airlangga, berat rasanya berpisah dengan keluarga yang selama ini sangat mengasihinya dan juga sangat dia kasihi.
'*Andai tak ada persoalan Vio, tentu aku masih jadi anak dan cucu mereka*,' batin Mukti sedih.
"Sesekali kamu awasin lah usaha Mas mu." Saran Abu.
__ADS_1
"Enggak Pa, aku takut salah lagi. Cukup aku bertindak salah seperti kemarin," tolak Mukti
Abu dan Airlangga sudah berketetapan akan kembali ke rumah Airlangga yang di Surabaya.
"Rencananya kapan akan bawa eyang putri ke Surabaya?" tanya Mukti.
"Senin. Kan nunggu dokter tanda tangan. Sabtu dan Minggu dokter yang tangani eyang enggak ada. Papa juga akan mulai packing barang pribadi papa di rumah."
"Kami ke Surabaya naik mobil karena naik pesawat juga eyang riskan. Lebih nyaman bawa dengan mobil saja. Tiga mobil papa disini akan Papa bawa ke Surabaya. Tadinya yang dua mau di berikan buat rentalnya Sonny, tapi takut dia tersinggung. Dua mobil itu yang biasa dipakai mama dan Aksa."
"Kenapa enggak jual disini aja yang dua? Susah jual di Surabaya nanti," Mukti tahu di Surabaya juga eyangnya ada dua mobil jadi tak butuh tambahan tiga mobil lagi.
"Bisa juga sih. Kalau begitu nanti Papa titip padamu aja proses jual belinya," jawab Abu.
"Iya Pa. Nanti pembeli biar langsung setor ke rekening Papa aja," Mukti akan berupaya menjadi anak baik. Dia harus menghapus sedikit demi sedikit "dosa warisan" yang dia miliki sejak kelahirannya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.
__ADS_1