
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sonny dan Hardy bertemu jam sembilan pagi langsung di lokasi proyek rumah sakit.
"Berarti minggu ini bisa serah terima?" Sonny melihat semua sudah seelsai sesuai jadwal.
"Benar ini sudah selesai. Rencananya besok Bu Adelia dan Bu Vonny mau lihat. Kita tinggal lihat komplain yang mereka berikan aja kalau ada kurang sesuai, kita ubah lagi tapi. Tapi kalau nggak ada komplain bisa serah terima minggu ini," jawab Hardy.
"Jadwal pengecekan dari bu Vonny dan Bu Adelia besok? Ya udah gua datang besok." Janji Sonny pada Hardy.
"Akhirnya selesai. Gue makan siang ini pisah ya. Gue ada janji," kata Sonny. Biasanya dia akan makan bareng dengan Hardy bila dari proyek.
"Enggak apa-apa," jawab Hardy. Insinyur itu pun lalu kembali ke kantor meninggalkan Sonny disana sendirian.
'*Mas sudah selesai. Mau makan di mana*?' Sonny menunggu di lokasi itu aja nggak enak dia balik ke rumah sakit.
"Kamu di mana?" Adelia langsung menelepon, tak membalas dengan chat.
"Aku di lokasi yang lagi dibangun," jawab Sonny.
"Oke aku ke situ," Adelia segera melangkahkan kaki menghampiri ke sana dan mereka jalan menggunakan mobil Sonny.
"Mau makan di mana?"
"Di tempat yang sepi aja Mas. Biar bisa enak ngobrol lama. Adelia mengarahkan Sonny ke kedai YURA GELATO, kedai ice cream yang tak terlalu jauh dari rumah sakit. Disana selain ice cream juga banyak makanannya.
Mereka memesan dua porsi lasagna. Sonny memesan coke dan Adelia meminta juice leci.
"Ada cerita apa koq kayaknya berat banget?" Sonny langsung menanyakan apa yang jadi beban Adelia saat ini.
"Kemarin mama dan papa agak sedikit ribut. Dan ini baru satu kali terjadi seperti ini. Aku takut karena mama sampai ngungsi pisah kamar," Adelia mulai membuka cerita.
"Kenapa?" Sonny berpikir mengapa mereka bisa barengan menghadapi keributan rumah tangga kedua orang tua mereka?
"Entah tahu dari mana, papa dapat berita kalau Prilly sakit di rumah sakit Bogor."
"Papa ngajak mama untuk datang ke sana tapi Mama nggak mau. Mama bilang kalau mau bertanggung jawab ya bayar aja semua biaya rumah sakit. Selesai, begitu kata mama."
"Papa tetap ngotot mau mendatangi Prilly. Karena mama enggak mau lalu papa minta izin hari ini papa mau kesana."
__ADS_1
"Tapi rupanya papa berubah pikiran. Kemarin sehabis makan siang papa langsung meluncur ke Bogor!"
"Yang bikin Mama marah Prilly dibawa le rumah sakit ini tanpa Mama diberi tahu."
"Mama tahu kalau Prilly dibawa karena papa masukin Prilly ke rumah sakit ini dengan fasilitas VVIP untuk keluarga. Fasilitas itu kan kalau mau dibuka harus minta ACC mama!"
"Jadi mama tahu saat staf khusus yang dihubungi papa dari Bogor minta tanda tangan mama buat siapin ruangan itu kemarin sore!"
"Maka tadi malam di rumah cukup rame karena mama nggak suka dibohongin."
"Emang dia sakit apa?" Sonny bisa ngebayangin marahnya Vonny. Mereka ribut karena Vonny juga vocal tidak seperti mamanya yang hanya diam bila ditegur keras oleh papanya.
"Sejak kemarin aku dan mama udah menduga sih apa penyakitnya dari dokter yang papa tunjuk untuk nanganin dia."
"Dokter yang diminta dalam referensi yang minta persetujuan mama itu adalah ginekolog dan ahli kanker serta dokter jiwa. Aku sudah menduga pasti kena penyakit kelamin uterus."
"Penyakit yang disebabkan terlalu banyak ganti pasangan."
"Ya ampun," Sonny tak menyangka sebegitu parah kelakuan kakaknya Adelia.
"Itu resiko kalau terlalu banyak bertukar pasangan."
"Papa maunya dokter ahli. Aku kan dokter baru," jawab Adelia.
"Oh iya juga sih aku ngerti."
"Bagaimana kans nya buat bertahan?"
"70-30," jawab Adelia.
"Lebih berat ke mana itu?"
"30 buat bertahan hidup. Itu sebabnya papa minta dokter jiwa. Mungkin buat kuatin pikiran biar lebih tenang atau biar tobat enggak tahu juga," kata Adelia.
"Ada aja masalah kita," kata Sonny.
"Bagaimana tadi malam?" tanya Adelia.
"Semua barang milikku dan mama sudah nggak ada sama sekali di rumah itu," kata Sonny.
__ADS_1
"Apa papamu nggak curiga kalau gitu?"
"Bodo amat dia mau curiga atau enggak," Sonny memang sudah tak peduli lagi.
"Habis ini kamu mau kemana?" Adelia ingin kembali ke rumah sakit.
"Mau tidur. Besok kan pengecekan lapangan. Kita lihat hasil pemeriksaan besok. Kalau tidak ada komplain aku segera balik ke Jogja. Tapi lewat darat karena bawa mobil."
"Hati-hati kalau bawa mobil," kata Adelia.
"Iya berangkatnya habis salat Subuh jadi nggak ngantuk. Sendirian enggak berani berangkat malam. Enggak ada teman ngobrol bisa ngantuk," jelas Sonny.
"Jadi pulang ke Jogjanya nunggu pengecekan lapangan besok?"
"Iya nunggu pengecekan."
"Mungkin akhir minggu ini aku pengen ke Bali," Adelia memberitahu rencananya menyepi.
"Ngapain?"
"Nemani mama nenangin diri aja. Hari Kamis sore aku berangkat pulangnya Minggu malam
"Hati-hati. Langsung ke Villa aja. Mamaku kan di sana kalian bisa santai lah di sana," usul Sonny.
"Iya nanti aku berangkat hari Kamis malam habis pulang kerja gitu. Besok baru Rabu."
"Pengennya besok pengecekan enggak ada kendala jadi serah terima bisa hari Kamis pagi."
"Mas akan bawa mobil pulang ke Jogja hari Jumat sehabis salat Subuh," kata Sonny.
Selesai makan mereka pulang. Sonny mengantar Adelia ke rumah sakit sebelum dia pulang ke hotel
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.