
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mukti dan Abu akan berangkat ke rumah sakit sehabis sarapan.
"Tissue basah, baju eyang kakung dan eyang putri buat perjalanan, selimut, air minum, handuk, selimut, minyak kayu putih, tissue kering, cemilan, apa lagi yang kurang Pa?" Tanya Mukti.
"Diapers buat ganti di jalan dan tas plastik buat bungkus diapers kosong," sahut Abu.
"Kita beli di apotek rumah sakit aja diapersnya. Aku ambil tas kresek buat sampah aja di dapur banyak," sahut Mukti. Mereka pun sarapan dulu.
Hari ini Mukti menemani Papa dan eyangnya membawa eyang putri Menur ke Surabaya.
Mukti menemani karena kasihan Papanya kalau harus nyetir sendirian dia akan menemani dan gantian nyetir sampai Surabaya. Nanti dari Surabaya Mukti akan terbang lagi ke Bali untuk melanjutkan angkat-angkat barang di rumah untuk pindah ke galeri tiga miliknya. pelan-pelan aja.
"Pa nanti gantian sama aku," kata Mukti.
"Pelan-pelan aja Pa," lanjut Mukti.
"Bawa eyang begini gimana mau ngebut?" sahut Abu.
'*Aku tak menyangka harus meninggalkan pulau dewata ini. Pulau yang menjadi rumah keduaku*,' bantin Abu saat tiba di pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang. Mereka akan menyeberangi selat Bali. Abu akan memasukkan mobilnya ke Feri untuk menyeberang.
'*Aku tak bisa berharap banyak walau semua kemungkinan itu pasti ada kalau Allah berkehendak. Tapi secara matematika Aku tahu aku sadar Ambar tak akan mungkin menjadi milikku kembali*' bantin Abu dengan tangis yang sangat teramat perih.
__ADS_1
'*Aku berharap Aksa dan Sonny masih mau mengakui aku sebagai bapaknya. Bukan hanya sekedar dalam mulut tapi dalam hati mereka, dalam tindak tanduk mereka, karena saat pertemuan terakhirku dengan Aksa, juga sangat menyakitkan*.'
'*Aksa sudah berani mengemukakan pendapatnya dan itu bukan kesalahannya. Anak itu tak salah. Aku yang salah. Aku yang terlalu bodoh*.'
Airlangga mengerti Abu sedang sangat bersedih karena meninggalkan pulau kenangan buat anak-anaknya tapi mau diapain lagi?
\*\*\*
Kondisi fisik Prilly lumayan membaik. Lumayan membaik bukan berarti sembuh kan.
Sejak awal Sjahrir meminta ada ahli jiwa di team yang menangani putrinya tapi Prilly belum sadar jadi dokter ini belum mulai bekerja.
"Kenapa kamu harus kayak gini?" kata Sjahrir pagi saat dia mengunjungi Prilly seperti biasa.
"Kamu merusak semuanya! Kamu merusak mamamu dan Adelia dan sekarang kamu merusak hubungan kami. Hubungan mama dan Papa serta Adel."
"Papa akui semua kesalahan Papa karena tergerak menolongmu! Menolong anak kandung yang telah menikam mama dan adiknya sendiri."
"Papa tahu Papa sangat salah pada Adel. Kalau seandainya saat itu Papa bicara dulu, mereka tentu tak terluka seperti ini."
"Kamu biang kerok segalanya Nak. Tapi Papa tetap sayang kamu seperti Papa sayang Adel."
"Saat SMP kamu menikam Papa tapi Papa nggak cerita ke siapa pun. Kamu cari perhatian mama dan papa dengan mencuri. Papa dipanggil kepala sekolah Papa diam. Papa nggak bilang sama mamamu. Papa enggak bilang ke mama agar kamu tidak dimarahin mamamu."
"Papa sama Mama tuh perhatian kok. Kamunya aja yang memang kelewatan buktinya Adel fine-fine aja. Adel berhasil dalam study dan pergaulannya juga baik-baik aja. Dia nggak pernah merasa kekurangan cinta kasih dan cari perhatian dengan perbuatan buruk. Dia malah selalu berprestasi."
__ADS_1
"Kamu terlalu egois. Cari perhatian di luar kewajaran. Berikutnya kamu mulai dandan yang nggak-nggak saat masih SMP. Dan Papa kembali dipanggil oleh guru BP. Papa nasihati kamu dan Papa tidak lapor mamamu. Papa tidak ingin mamamu terluka. Papa tidak ingin kamu dimarahin Mama tapi rupanya itu kesalahan Papa kamu merasa mama tidak perhatian! Padahal Papa tidak cerita agar kamu tidak dimarahi dia!"
"Kamu terlalu egois Prilly. Papa sayang kamu sehingga menutupi semuanya itu. Kamu jahat ke Papa. Kelakuan burukmu Papa simpan, Papa nasehati kamu pelan-pelan, diam-diam supaya Mamamu tidak terluka."
"Sejak kecil kamu sering merusak mainan Adel. Papa tahu itu cara kamu cari perhatian tapi nggak ngerusak juga kan. Saat mama ganti mainan itu kamu merasa mama terlalu sayang pada Adel."
"Itu masalahmu. Kamu yang terlalu iri pada siapa pun bukan hanya pada Adel. Kamu juga iri pada Priscilla saudara sepupumu kalau dia datang. Kamu juga iri kepada Arnold kalau dia dekat Papa
Sepupumu itu laki-laki dekat Papa kamu anggap salah. Kamu terlalu iri. Kamu yang terlalu dengki pada siapa pun."
"Bibit kami baik. Mamamu dari keluarga yang sangat pengasih dan baik. Dan dari Papa semuanya orang baik. Kami orang yang welas asih pada siapa pun. Kami tak pernah menyimpan dengki dan iri pada siapa pun."
"Entah sifat itu kamu dapat dari mana sayang? Kamu sejak kecil, sejak umur dua tahun selalu tak mau diduakan. Selalu mau menjadi pusat perhatian semua orang. Selalu mau menang sendiri!"
"Saat itu kamu belum punya adik kamu sudah egois. Sangat egois. Bila Papa dan mama bawa kamu ke rumah sakit, waktu itu tempat kami kerja belum rumah sakit sendiri, kamu selalu merusak. Kamu bukan anak cute! Kamu bukan anak yang manis di mata semua orang. Kamu gadis kecil yang nakal. Sejak dua tahun kamu berontak."
"Dan kenakalanmu semakin menjadi-jadi ketika Adelia lahir. Papa sering melihat kamu mencubit Adel sampai bayi menjerit dan menangis. Mama mengira ada semut atau mama mengira Adel lapar. Padahal semua karena kelakuan kamu."
"Dari mana kamu dapat bibit itu Nak? Papa nggak ngerti darimana semua keburukanmu itu tertanam? Mengapa ini yang Papa panen darimu? Mengapa kamu membuat Papa merasakan hal seperti ini padahal sejak dulu Paapa selalu ada untukmu?" Sjahrir terisak disisi brankar Prilly.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.