
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kamu terima atau tidak, sebaiknya kamu menghubungi ayah kandungmu," kata Dwi suami Laksmi.
"Pangkal semua persoalan ini ada di dia dan ibumu. Mereka penipu ulung," kata suaminya lagi.
"Serahkan semua pada jalurnya. Kamu tidak bisa memilih siapa ibu dan ayahmu. Tapi kamu sekarang bisa menentukan sikap."
"Benar surga dibawah kaki ibu. Tapi ibu yang bagaimana? Ibu yang membiarkan anaknya di panti asuhan sementara dia hidup mewah tentu tak masuk dalam kategori itu. Ibu yang mengajarkan anaknya melakukan hal buruk seperti mama mengajarkan mbak Imelda tentu tak termasuk dalam hal itu," tutur Dwi hati-hati.
"Serahkan nasib mama ke lelaki yang menjadi belahan jiwanya. Biarkan mereka berdua menentukan jalan mana yang mereka pilih."
"Bukan kamu lepas tangan atau tak tahu terima kasih pada mama yang melahirkan bahkan merawatmu selama ini. Tapi tindakan mamamu sangat kelewatan."
"Habis ini kita harus berjuang melawan keluargaku yang pasti akan menyuruhku membuangmu karena kamu terlahir dari perempuan tak punya akhlak seperti mama Menur! Lebih baik energi kita, kita gunakan untuk itu daripada kita mikirin mama Menur yang memang sudah memilih jalan hidupnya seperti itu."
"Bukan kita kan yang membuat mama Menur akan dipenjara atau di rumah sakit gila? Dia sendiri kan yang merintis jalan itu sejak mas Abu menikah dengan mbak Ambar? Jadi biarkan dia panen apa yang dia rintis itu."
__ADS_1
"Biarkan mereka yang urus dirinya sendiri. Mau membuat mama Menur dikeluarkan atau tetap di rumah sakit jiwa. Kita lepas tangan aja," suami Laksmi memberi masukan pada istrinya.
"Bukan nggak tanggung jawab, tapi ibumu kan sehat bukan sakit! Ngapain Kita bayarin orang yang berpura-pura seperti dia?"
"Kalau kita bayarin orang yang beneran sakit, okelah. Itu wajar!"
"Jadi kita temui saja ayah kandungmu itu. Dan suruh dia dan mama diskusi mau mereka bagaimana. Biar mereka berdua menentukan arah sendiri," Dwi pun menyudahi sarannya karena mereka telah tiba di rumah.
Sejak itu Laksmi terlihat berpikir langkah apa yang hendak dia ambil.
\*\*\*
Laksmi awalnya hanya mengira hanya Imelda yang licik dan sifat licik Imelda itu adalah keturunan keluarga Sudrajat ayah kandung Imelda seperti yang selama ini dia dengar dari Menur dan Imelda.
Ternyata semua kelakuan licik Imelda itu adalah keturunan dari ibu dan ayah kandung sang kakak yang juga ayah dan ibu kandungnya sendiri!
Bagaimana Laksmi mau menerima kenyataan kalau dirinya adalah keturunan asli dari kedua manusia licik itu?
\*\*\*
__ADS_1
Laksmi dan suaminya mendaftar sebagai pasien dokter Wahid Prabukarso.
Hari ini Laksmi ingin tahu karakter dokter Wahid Prabukarso yang namanya Laksmi dapat dari kartu nama yang kakak sulungnya berikan. Biar bagaimana pun Laksmi tetap menganggap Abu adalah kakak sulungnya dan Airlangga adalah papanya.
Laksmi mendaftar menjadi pasien terakhir.
Prosedur pasien sejak awal Laksmi ikuti. Timbang badan, ukur tensi semua Laksmi ikuti. Saat masuk ke ruangan Laksmi kaget melihat sosok dokter Wahid.
'*Ya ampuuuun. Aku benar-benar tak sanggup jadi anak mereka! Aku terlalu rendah. Aku tak pantas jadi anak papa Angga dan adik mas Abu yang sangat baik dan penuh kasih. Bagaimana mungkin aku adalah anak mama Menur dan lelaki ini*?'
Rasanya Laksmi ingin masuk ke saku suaminya. Tak ingin melihat kenyataan bahwa lelaki ini adalah ayah kandungnya!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie bernama NOVI PUTRI ANG dengan judul PERNELUSURAN GAIB RANIA ya.
__ADS_1
