INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
SELAMAT JALAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



"Dokter, nona Prilly kritis," lapor seorang dokter yang menangani Prilly.



"Bagaimana mungkin? Bukankah selama ini dia sudah sehat dia sudah mulai bisa bicara sudah bisa makan. Mengapa sekarang kritis?" Sjahrir tak percaya berita yang baru saja dia terima.



"Maaf Dok, saya juga nggak tahu.Tapi ini tiba-tiba kritis. Saya pantau semua organ awalnya berjalan baik dan Prilly sudah tak terhubung mesin sejak lama. Bahkan sejak kemarin dia sudah tak dapat infus lagi."



"Saya akan langsung ke sana," kata Sjahrir.


\*\*\*



Sjahrir langsung menuju poli anak. Karena sekarang jadwal Vonny praktik di poli anak.



"Kenapa Pa?" tanya Vonny melihat suaminya tiba-tiba datang ke poli tempat dia praktik.



"Prilly kritis padahal sejak kemarin sudah lepas infus dan sudah seminggu dia sudah bisa bicara sudah bisa makan," Sjahrir memberitahu istrinya kondisi anak sulung mereka.



"Coba Papa cek CCTV. Maaf, aku lanjut praktik dulu. Aku tak mau pasienku kecewa. Sedang kalau masalah Prilly kan nasibnya bukan di tanganku. Ada team dokter yang menanganinya." Vonny kembali meminta suster melanjutkan memanggil pasien berikutnya.



Seperti saran Vonny barusan Sjahrir menuju ruang CCTV.



"Astagfirullaaaaah!"



Sjahrir kaget melihat bagaimana Prilly dengan susah payah mengambil semua obat miliknya yang ada di laci lalu diminum tanpa ada sisa.



"Dokter Adelia sedang di OK Dok," jawab seseorang di ujung telepon yang menerima panggilan Sjahrir.



"Baik terima kasih. Nanti bilang aja suruh hubungi saya," perintah Sjahrir pada suster di ruang kebidanan.


\*\*\* 



"Pompa isi perutnya," perintah Sjahrir.


__ADS_1


"Tadi dia minum semua obat dan kalian nggak ada yang lihat."



Memang di ruang itu tidak ada yang jaga. Prilly didatangi suster atau dokter saat akan diberi obat, dimandikan atau diberi makan. Untuk menjaga dan menemani adalah urusan keluarga. Dan Sjahrir memang tak menyuruh siapa pun menemani Prilly. Dia tiap hari rutin datang dan berbincang dengan putri sulungnya itu.



Sejak Prilly koma hingga sadar dan bisa ngobrol, Sjahrir selalu setia mengajak Prilly bercerita. 



Vonny apa lagi Adelia tak ada yang mau menengok Prilly. Bahkan tak pernah satu kali pun mereka bertanya soal perkembangan kesehatan Prilly. 



Tapi Sjahrir tak berani komplain karena itu termasuk dalam perjanjian pernikahan ulang mereka. Yaitu tak ada Prilly dalam hidup Vonny!



'*Apa kamu nekat mengakhiri hidupmu karena merasa bersalah*?' Sjahrir ingat hari-hari terakhir Prilly sudah sangat baik dan sehat dan kemarin dua hari lalu seharian mereka ngobrol lama. Ya mereka ngobrol karena Prilly juga menanggapi semua cerita Sjahrir.



Jadi bukan pembicaraan satu arah.



"Kamu harus sehat karena kamu harus datang pada saat pernikahan Adelia nanti. Adelia sudah dilamar orang dan dia akan menikah."



"Kamu harus datang karena hanya kamulah saudaranya." Memang saat itu Sjahrir melihat Prilly lalu terdiam.  Mungkin Prilly malu mengingat kesalahannya saat hari pernikahan Adelia dulu sehingga dia memutuskan bunuh diri.


\*\*\*




"Dok, tadi Direktur minta dokter segera menghubunginya bila telah selesai operasi." Adelia menerima pesan, dia diminta menghubungi papanya.



"Ada apa Pa?"



"Kamu sudah selesai?" Sjahrir berbasa basi.



"Iyalah Pa. Enggak mungkin aku bisa telepon Papa kalau belum selesai operasi." jawab Adelia 



"Papa kenapa?" Adelia merasa papanya mempunyai beban sangat berat.



"Papa cuma mau kasih tahu, Prilly baru saja meninggal  25 menit yang lalu waktu  kamu sedang operasi." 



"Oh iya Pa," jawab Adelia bingung. Dia tahu papanya sangat sedih. Tapi buat Adelia sejak Prilly tak menganggapnya adik, dia sudah tak punya kakak. Jadi sekarang Prilly adalah sosok asing baginya.

__ADS_1



Adelia tak mau menyimpan dendam. Dia lebih baik tak mengenal daripada menyimpan dendam. 



" Nanti Adel ke situ. Sekarang mau menyelesaikan berkas dulu,  karena aku baru aja keluar dari OK."


\*\*\*



"Kenapa Yank?" Tanya Sonny lembut.



"Mas dimana?"



"Aku di kantor papa, sambil mantau kantor Jogja."



"Barusan kamu katanya operasi ya, tadi Mas telepon mau ajak makan siang."



"Iya aku baru selesai operasi.  Tadi saat aku operasi Papa nyariin aku Mas."



"Papa ngabarin Prilly meninggal karena bunuh diri. Dia sengaja minum semua obat yang ada."



"Oke Mas ke situ. Mas akan meluncur. Kamu nanti di mana?"



"Aku tunggu Mas di OK aja."



"Mas enggak tahu loh ruang operasinya di mana."



"Ya udah nanti kalau sampai rumah sakit Mas kabarin aku.  Aku jemput di depan aja, di lobby ya. Kamu yang tenang."



"Aku tenang kok, aku nggak apa apa," kata Adelia.



Dalam hati Adelia tetap ada sakit yang teramat dalam karena biar gimana pun Prilly meninggalkan rumah tanpa pernah berupaya minta maaf padanya! Bertolak belakang dengan Jeffry yang selalu berupaya minta maaf.



Adelia beranggapan Prilly merasa kejadian itu adalah hal biasa yang tak perlu dipermasalahkan!


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU


__ADS_1


__ADS_2