
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
“Masih punya muka datang kesini?” suara berat menyambut Jeffry yang baru keluar dari ruang Adelia.
“Assalamu’alaykum Pa,” Jeffry mencoba memberi salim pada calon mertuanya. Atau lebih tepat mantan calon mertuanya.
“Wa’alaykum salam,” seperti Adelia, Sjahrir pun membalas salam dari Jeffry. Tapi tak ditanggapi uluran tangan cecunguk kecil yang telah melukai permata hatinya. Satu-satunya putri yang masih dia miliki karena sejak dulu dia tak merasa ‘memiliki’ Prilly lagi.
Sejak office boy mengantarkan minum, Sjahrir sudah di depan ruangan Adelia. Dia mendengar suara Jeffry, itu sebabnya dia meminta office boy tidak menutup rapat pintu agar dia bisa mendengarkan semua pembicaraan Jeffry dan Adelia.
“Seperti tadi Adelia bilang, buat kami keluarga besar Talabessy, kamu dan Prilly itu adalah belatung yang tak pantas kami lihat. Jadi jangan pernah berharap dapat maaf dari kami,” Sjahrir meninggalkan Jeffry dan masuk ke ruangan putrinya.
“Asslamu’alaykum sayank,” Sjahrir memberi salam pada putrinya yang sedang bersiap salat Dzuhur di sudut ruangan itu.
“Wa’alaykum salam Pa. Papa su salat ka balong?” tanya Adelia senang.
“Sudah. Papa baru pulang dari mushola dan kesini mau ajak kamu makang siang,” jawab Sjahrir.
“Del salat dulu ya Pa. Habis itu kita makang siang,” Adelia pun memulai salat.
***
Jeffry masih belum dapat pekerjaan yang dia inginkan. Kemarin ada rekannya yang mau memberi pekerjaan sebagai staff marketing. Dia masih mikir untuk menerimanya. Kerja dibawah tekanan target mingguan dan maki’an supervisor tentu akan jadi makanannya sehari-hari. Bukan dia tak sanggup bekerja. Tapi dia takut emosinya tinggi lalu dia melawan supervisor, tentu nama baiknya akan cemar untuk melamar pekerjaan berikutnya.
Barusan dia bertemu lagi dengan temannya dekat rumah sakit milik Sjahrir Talabessy. Itu sebabnya dia sengaja menghampiri Adelia.
Jeffry juga melihat postingan di media sosialnya, Adelia pergi ketempat yang seharusnya mereka gunakan untuk honeymoon.
__ADS_1
‘Aku harus bagaimana lagi? Kalau terus-terusan enggak kerja, uang tabunganku bisa habis buat transportasi. Untung papa enggak usir dari rumah, jadi masih bisa aman untuk masalah makan dan kamar,’ Jeffry terus berpikir.
Dari banyak loker yang dia kirimi lamaran, belum ada yang dipanggil. Teman yang dia hubungi tak ada yang mau menolong. Saat Jeffry masih jaya semua mendekat. Giliran dia terpuruk semua buang muka.
***
Sonny berani ‘membuka’ pembicaraan mengenai isi rekening Vio. Dia sudah menduga sehabis ini Vio akan membuat rekening baru untuk mengamankan harta rampasannya. Tapi seperti niatnya tadi, dia akan segera ‘bermain’ dengan Vio dan teamnya.
“Sayank, kemarin hasil kerja kerasku di Bali sangat banyak. Aku ingin dua minggu ini kamu standby dikantor sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 tanpa pernah keluar kantor sama sekali. Akan banyak data keuangan yang aku ingin revisi. Kita mulai hari ini,” cetus Sonny.
“Ini data rental mobilku. Dan ini data losmenku. Ini data usaha jet ski ku. Dan ini data usaha terbang layangku. Satu tahun terakhir datanya amburadul. Sebagai tunanganku dan nantinya pendamping pemilik semua itu, aku mau kamu perlahan-lahan membuat laporan ini terlihat rapi dan benar,” empat bundel tebal yang masing-masing diikat tali rafia Sonny letakkan dimeja kerjanya untuk Vio bawa ke ruangannya.
“Oh iya sayank. Mulai hari ini kamu akan diantar jemput oleh pak Halim. Mobil yang kamu pakai mau aku tukar tambah untuk aku kirim ke Bali guna menambah armada rental mobilku disana,” Sonny meminta kunci mobil yang Vio gunakan.
“Tapi aku kan jadi repot Honey,” Vio tentu tak rela bila harus dikekang dengan antar jemput.
“Mengapa repot? Pak Halim kan akan mengantar kemana pun kamu pergi walau selepas jam kerja. Apa kamu takut dia lapor kalau kamu bertemu dengan pria lain?” tanya Sonny.
“Dia digaji untuk bekerja. Jadi tak perlu kasihan. Kalau kamu kasihan padanya, kamu jangan pergi ketempat lain selain antar jemput dari rumah ke kantor dan sebaliknya.” balas Sonny.
“Baiklah. Aku akan berikan kunci mobil. Sekarang aku mau ambil barang-barangku yang ada di mobil dulu,” sahut Vio. Saat bersamaan terdengar pintu ruangan itu diketuk.
“Masuk,” teriak Sonny.
“Bapak memanggil saya?” tamya sosok pria yang baru masuk.
“Ini Vio mau ambil barang-barangnya di mobil. Kamu temani dia, lalu minta kuncinya dan mobil langsung kamu taruh di bengkel lang-ganan agar di service karena mau saya jual,” sahut Sonny. Vio tak percaya Sonny bergerak sangat cepat.
“Oh iya pak Halim. Mulai besok saya enggak mau Vio terlambat ke kantor karena alasan apa pun. Jam delapan pagi dia harus sudah sampai sini. Kalau saya menyuruh dia kemana pun, saya akan memberitahu langsung pada pak Halim. Jadi jangan pernah menerima perintah siapa pun yang menggunakan nama saya,” dengan tegas Sonny memperingatkan tak boleh ada kelicikan yang menggunakan namanya.
Vio merasa dia sudah terancam. Karena niatnya dia akan bilang disuruh Sonny urus sesuatu ke bank.
__ADS_1
“Baik Pak.” sahut Halim
“Sambil turun panggilkan manager HRD. Saya akan meminta dia mengawasi semua pegawai yang keluar kantor saat jam kerja,” Sonny meminta Halim memanggil HRD. Padahal hal itu bisa dia lakukan dengan direct phone.
Sengaja Sonny berkata seperti itu agar Vio mendengar agar tak berani mencuri waktu saat jam kerja.
Dan siang itu beredar resmi pemberitahuan dari HRD semua karyawan dilarang keluar saat jam kerja. Yang ketahuan melanggar diminta mengembalikan tiga bulan gajinya serta langsung dipecat dengan tidak hormat.
Bagi karyawan yang ada tugas luar maka wajib membuat surat izin keluar kantor rangkap tiga dengan ditanda tangani HRD, bagian keuangan serta security.
Surat izin tugas luar harus ditanda tangani saat keluar kantor dan ditanda tangani tiga elemen itu begitu pun saat kembali ke kantor lagi.
Sonny hanya senyam senyum melihat email HRD yang dikirim pada semua karyawan. Juga ditempel di papan pengumuman tiap lantai kantornya.
‘Bagaimana aku akan memindah danaku ke rekening baru? Kalau aku titipkan ke rekening orang lain, lalu dibawa kabur gimana? Kalau aku titip ke rekening keluarga pasti mereka akan tanya dari mana aku punya dana sebesar itu,’ Vio malah bingung sendiri. Belum lagi dia tak bisa keluar kantor sama sekali. Kalau izin sakit, tentu pak Halim akan langsung lapor pada Sonny.
***
\===========================================
SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA YOK!
DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL BETWEEN QATAR AND JOGJA ITU YA.
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
__ADS_1
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta