INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TAK INGIN DISINI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Akhirnya sampai rumah juga," Ambar berkata lirih. Dia bersyukur telah tiba di villa Bali miliknya.



Dari Jakarta, Abu dan Ambar langsung terbang ke Surabaya karena Ambar tak tenang terlalu lama meninggalkan papa Angga yang sedang terluka.



Kalau kondisi papa Angga seperti biasa tentu Ambar tidak sekhawatir sekarang.



Sejak awal Abu melihat bahwa Ambar itu tak pilih kasih. Pada siapa pun akan selalu penuh kasih.



"Papa ikut kami aja ke Solo ya Pa. Enggak baik Papa sendirian disini," ajak Ambar.



Sejak awal Angga sudah tahu rencana kepindahan anak dan menantunya ke Solo. Anak dan menantu tunggalnya! Ternyata dia cuma punya anak tunggal.



"Papa nggak bisa jawab sekarang," jawab Angga ragu.



"Harus jawab sekarang Pa,"  desak Ambar tapi lembut.



"Biar kita bisa ngatur waktu. Ngatur bagaimana rumah ini,  apa mau dijual atau bagaimana," bujuk Ambar pelan.



"Kalau Papa terus terang,  jujur Papa udah enggak kepengen di sini," jawab Angga. Lelaki tua itu sakit hati bila mengenang setiap sudut ada pengkhianatan istrinya. Dia yakin secara berkala Menur masih tidur bersama ayah kedua anaknya.



Menur sering pergi ke panti asuhan atau kemana pun sendiri tanpa Angga pernah curiga. 

__ADS_1



Angga malah senang bila Menur ke panti asuhan memberi santunan. 



"Kalau begitu sekarang juga kita pulang ke Bali aja yuk," ajak Ambar segera. Ambar bisa merasakan sakit yang Angga rasakan.



Hari itu juga Abu segera mencari tiket ke Bali. Abu juga memerintah enam orang pegawainya membawa tiga mobilnya ke Bali. Mobil pribadinya, mobil Angga dan mobil Menur.



Abu membawa sedikit baju miliknya dan milik Angga. Baju Angga yang lain dia taruh di mobil. Juga sepeda miliknya untuk Abu gunakan di Bali nanti.


\*\*\*



"Kenapa Bu?" Sjahrir mengangkat telepon dari Abu. Dia masih di rumah sakit sampai sehabis maghrib karena ada persoalan di rumah sakit tadi.



"Papa udah aku bawa ke Bali. Kami sudah di bandara. Dia tak mau tinggal di Surabaya lagi. Tapi belum ingin tinggal di Solo," Abu menghubungi Sjahrir untuk mengabari bahwa Angga tidak ada di Surabaya tapi di Bali Karena dia tidak ingin di rumahnya di Surabaya.



\*\*\*



"Eyang," sambut Aksa melihat kedatangan kedua orang tuanya dan eyang Airlangga.



"Mas Mukti belum pulang?" Tanya Abu.



"Dari pagi dia enggak kemana-mana. Baru aja pergi saat dapat telepon," sahut Aksa. 



Sesuai perintah mamanya, Mukti benar-benar menemani adiknya. Kalau tak perlu dia tidak keluar rumah.



Buat Mukti tak ada yang bisa menandingi cinta Ambar. Walau sudah tahu dia bukan anak suaminya, walau dia ditekan suaminya tapi kasih dan sayangnya tak pernah sedikit pun berkurang.

__ADS_1



Jadi ketika sang mama menugaskan dia menemani Aksa dia benar-benar melakukannya.



Tadi sebelum berangkat dia sudah tahu dan Mukti tahu mama mereka akan datang. Maka dia berani pamit pada Aksa saat ada konsumennya yang minta bertemu.



"Papa langsung istirahat saja," pinta Ambar pada Angga.



Ambar sudah meminta Mukti membereskan kamar untuk Angga sejak siang tadi.


\*\*\*



Sonny juga senang mendengar sang kakek mau ikut ke Bali. Setidaknya mamanya tak kepikiran.



Minggu depan Aksa sudah pengumuman. Lalu mamanya dan Aksa bisa mulai tinggal di Solo untuk mendaftar sekolah. Juga menerima paket yang akan Abu kirim dari Bali. Barang dari Surabaya akan dikirim bila rumah baru mulai bisa menerima barang. Karena rumah kontrakan sangat kecil.



Tapi setidaknya sedikit demi sedikit semua mulai terurai.



Sonny dan Mukti sudah diceritakan saat-saat Ambar 'menggoda' Vio kemarin.



Yang belum adalah menggoda Imelda. Karena Abu belum mendapat info siapa ayah biologis Vio untuk menekan Imelda.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie bernama LENNI MASLIANA NASTI dengan judul PERJUANGAN SEORANG ANAK ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678354281410.jpg)


__ADS_2