INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
JANGAN MIMPI MENDEKATI PUTRIKU


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




'*Hmm, dia beneran pulang sama mamanya. Rupanya mereka semua dokter di sini. Tapi kok nggak sama papanya. Katanya pulangnya sama mama dan papanya*,' Bastian mengamati Zahra dari jauh. Dia tak tahu kalau rumah sakit ini milik papanya Zahra. Bahkan bila keluarga Zahra tak mau bekerja pun uang mereka cukup.



Baru saja Bastian berpikir begitu dia melihat mama Zahra melambai tangannya pada seorang lelaki gagah. 



Tian melihat mereka masing-masing pisah mereka menaiki mobil mereka  sendiri-sendiri.



"Mereka satu rumah apa nggak sih?"kata Tian sambil menyalakan mesin mobilnya.



"Kok pisah mobil begitu," ucap Tian sambil mengikuti mobil yang dibawa oleh Zahra.



Rupanya Adelia mampir dulu ke sebuah supermarket. Tian hanya melihat dari jauh. Tian lihat barang belanjaan yang Zahra beli yaitu perlengkapan perempuan. Sabun wajah dan segala make up dan pastinya pembalut. Tian segera lari ke mobilnya kembali ketika melihat Zahra sudah mendekati kasir.



Tian mengikuti mobilnya Zahra. 



Siang tadi sesudah melihat Zahra di poli kebidanan, Tian bertanya-tanya pada beberapa teman yang rupanya tergabung dalam sebuah grup alumni. Dari beberapa rekan yang dia hubungi di sana, mereka tahu bahwa Zahra batal menikah. 



Tapi tak ada yang tahu penyebabnya kenapa Zahra gagal menikah. 


__ADS_1


'*Dia bohong mengaku sudah punya anak dua*,' pikir Tian. Bastian sengaja menyelidiki hal itu. Karena bila memang Zahra sudah ada pemilik, tentu dia tak mau merusak rumah tangga orang.


\*\*\*



Di sebuah rumah besar, lebih tepatnya sebuah mansion Bastian melihat mobil laki yang tadi diberi lambaian tangan oleh ibunya Zahra ada di dalam tempat parkir rumah itu. Begitu pula mobil dari si Ibu.



'*Mereka memang menggunakan mobil sendiri dengan sopir masing-masing. Mungkin karena bertugas dengan waktu yang berbeda*' Bastian mengambil kesimpulan sendiri.



"Wah aku jadi ragu mendekatinya. Dia terlalu jauh untuk aku rengkuh. Aku tak mau kembali terulang dianggap hanya ingin harta seorang perempuan!" Bastian memutar balik mobilnya untuk menuju rumahnya. 



Dulu saat kuliah, walau orang tuanya mampu membelikan mobil, Bastian ke kampus hanya pakai motor matic jenis lama. Tak pernah dia pikir kalau kesederhanaannya akan membuat penilaian berbeda.



Walau dia ganteng, dia mampu ikut semua kegiatan berbayar dan kadang dia mentraktir teman-temannya. Tapi gadis di kampusnya memandang sebelah mata padanya. 




"Ini siapa Reduk? Kekasihmu?" Mama sang gadis yang rupanya cemas putrinya belum pulang menunggu di depan pagar.



"Bukan Ma, dia teman kelompok aja. Yang lain sudah pada pulang, hanya dia yang ada," balas Reduk pada mamanya. Bahkan saat itu Reduk belum mengucapkan terima kasih. Reduk pun tak mengenalkan Bastian pada sang mama.



"Kamu masuk," mama Reduk menyuruh putrinya masuk.



"Dan kamu, tak usah berharap untuk menjalin kasih dengan putri saya. Saya tak akan membiarkan anak saya bergaul dengan mahasiswa kere. Apalagi sampai pacaran denganmu," tanpa basa basi mamanya Reduk langsung menutup pagar rumahnya.


__ADS_1


Tak ada ucapan terima kasih anaknya sudah tiba dengan selamat di rumah.



Bastian ingat, dia kembali bertemu dengan kedua orang tua Reduk saat dia wisuda.



"Ini putra saya," papanya Bastian memperkenalkan Bastian yang habis berfoto dengan teman-temanya pada sepasang orang tua.



"Kenapa Pa?" Tanya Bastian santai.



"Mereka ingin tahu yang mana anak Papa. Ingin di kenalkan pada anak gadisnya," jawab Rahman pada Bastian.



"Mereka hanya cari anak orang kaya Pa. Enggak bakal lah mau kenalin aku ama anaknya. Aku bahkan pernah diusir dan dilarang kenal dengan anaknya setelah aku bantu putrinya antar malam-malam sepulang belajar kelompok." Bastian langsung meninggalkan dua pasang orang tua yang bengong mendengar ceritanya.



Ternyata papanya Reduk hanya pegawai di kantor papanya Bastian.



Sejak itu Bastian lebih suka kesederhanaan. Dia ingin perempuan menilainya bukan dari hartanya. Tapi memang karena kepribadiannya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya ZAENAB USMAN dengan judul DIA JUGA ANAKKU ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677737813982.jpg)


__ADS_2