
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Kenapa Bu?" Airlangga langsung menjawab panggilan telepon group yang Abu buat dengan Mukti, Sonny dan Ambar. Sengaja Aksa tak diikutkan pada pembicaraan malam ini.
Abu menunggu semua masuk baru dia bicara.
"Tadi pagi sebelum jam kantor Frans datang ke lapas buat kasih tau ke Imelda tentang fakta yang ada selama ini."
"Frans kasih tau kalau Papa sudah tahu status Imelda dan Laksmi anak siapa."
"Dan Frans juga kasih tau kondisi Menur yang tak bisa bergerak. Keluar rumah sakit langsung di mangsa polisi. Diam di rumah sakit ya kesiksa karena dia enggak gila."
"Frans kasih tau juga ke Imelda kalau sekarang papa kandungnya beneran stress."
"Dan yang aku tahu, akibat digodain Ambar, Vio ngamuk sama Imelda."
"Stress karena itu, barusan Frans telepon, dia bilang Imelda mencoba bunuh diri dan sekarang dirawat di rumah sakit polisi." Abu menyudahi info yang dia dapat.
"Menurut Papa gimana Pa?" Abu pun meminta pendapat Airlangga.
"Papa sih enggak peduli lagi. Saat masih ada Menur aja dia songong kan. Maksud Papa saat Menur belum ketahuan kedoknya!"
"Saat itu dia udah ngebangkang dari Papa. Dia sok jago dan sok kuasa. Jadi biar aja. Kalau polisi hubungin kita, bilang aja kita pihak musuhnya. Kita berlawanan ama dia. Jadi kita enggak akan urus dia."
__ADS_1
"Coba kasih tahu Laksmi. Kali aja dia mau urus kakaknya," saran Ambar.
"Atau kasih tau pak Sudrajat kali Pa," saran Sonny.
"Papa enggak yakin Laksmi dan Sudrajat mau urus. Buktinya Menur aja Laksmi nggak mau urus," Airlangga memberi pendapatnya.
"Bener Eyang. Aku yakin tante Laksmi enggak bakal mau ngurusin," Mukti lebih setuju pada pendapat Airlangga.
"Kalau begitu ya kita balik seperti kata-kata eyang tadi aja Pa. Kita pihak yang berseteru dengannya. Jadi kita enggak mau peduli sama dia," ungkap Sonny.
"Oke. Jadi kita semua sependapat dengan Eyang ya?" Ungkap Abu.
"Iya, kita sependapat dengan Eyang. Tapi kita tetap beritahu Sudrajat dan Laksmi. Terserah respon mereka bagaimana," Ambar tetap meminta Abu memberitahu kondisi Imelda pada adik dan "papa" nya.
\*\*\*
Sesuai dengan prediksi Airlangga. Sudrajat dan Laksmi tak peduli pada kondisi Imelda.
Sudrajat sejak bayi itu lahir saja tak peduli sama sekali. Jadi semua hanya isapan jempol Menur kalau selama ini hubungan Imelda dan Sudrajat akrab.
Sudrajat tak pernah berinteraksi apa pun dengan Imelda. Yang selama ini dilaporkan kalau Imelda bahagia bila sedang bersama papa kandungnya adalah dengan Wahid!
Imelda sangat disayang dan dimanja Wahid dan Menur. Itu sebabnya sifatnya sama persis karena Imelda lebih sering bersama Wahid.
__ADS_1
Sedang Laksmi sejak TK langsung terputus hubungannya dengan Wahid.
\*\*\*
"Siang pak Frans," sapa Abu. Dia sudah pulang ke Bali. Baru tadi pagi tiba.
Rencananya lusa Ambar, Airlangga dan Aksa akan terbang ke Solo.
Airlangga akhirnya luluh dan akan langsung ikut ke Solo.
Rumah Surabaya akan di jual. Airlangga telah membuat surat kuasa untuk Abu yang mengurus semuanya.
"Selamat siang pak Abu. Baru saja polisi mengabarkan kalau Imelda meninggal Pak," Frans tahu Abu tak suka basa basi. Jadi dia langsung menyampaikan info kematian Imelda pada Abu tanpa kata pendahulian lagi.
Sekarang adalah tiga hari sejak Frans memberitahu Imelda mencoba bunuh diri. Jadi Imelda bertahan tiga hari sebelum akhirnya meninggal.
Airlangga tidak mau mengurus jenazahnya. Dia membiarkan jenazah Imelda langsung diurus polisi saja.
Airlangga bilang pada polisi dia bukan ayahnya sedang Sudrajat juga tidak mau karena dia juga bukan ayahnya.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.
__ADS_1
