
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sonny meletakkan koper Ambar di kamar tengah. "Mama istirahat di sini ya. Habis ini kita bicara,"
Rumah Sonny di kota Jogja bertipe minimalis. Rumah dengan satu kamar utama dan dua kamar standart. Ada dapur, ruang makan, ruang tengah serta ruang tamu.
Di belakang ada satu kamar pembantu dan gudang terpisah dengan bangunan rumah.
Ada kebun belakang dan teras selain tempat jemur dan cuci baju.
Di depan carport cukup untuk dua mobil. Ada kebun cukup luas di depan sini.
Ambar baru pertama kali ke rumah anaknya di Jogja. Selama ini mereka bertemu di rumah Abu di Jakarta.
Rumah yang selama ini Sonny tinggali di Jakarta. Di Jakarta, Sonny tak beli rumah. Karena memang Sonny lebih banyak berada di Jogja.
Di Bali pun Sonny tak memiliki rumah pribadi. Dia biasa tinggal di rumah Abu.
\*\*\*\*
"Mama KEMBALI mau ajukan cerai pada papamu," Ambar membuka kalimat obrolan serius mereka malam ini.
"Maksud Mama kembali apa? Mengapa ingin cerai?"
"Dulu, saat kamu berusia dua tahun, Mama sudah mengajukan cerai. Berkas telah Mama daftarkan. Tapi eyang Menur dan eyang Pradana Soetiono ( ayahnya Ambar ) meminta Mama bertahan karena kamu masih butuh kasih sayang papamu."
**FLASH BACK ON**
"Aku hamil anak mas Abu!" Suara Sawitri Sukma yang biasa dipanggil Witri bagai bom saat itu.
Menur, Airlangga dan Ambar sedang duduk di teras rumah Abu di Surabaya. Saat itu usia Sonny baru dua tahun.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Airlangga berteriak pada keponakan almarhum istrinya itu.
"Kami memang pernah melakukannya dan mas Abu tahu aku masih perawan kala itu," tanpa isak Witri memberitahu kondisinya kala itu.
"Sekarang semua diam. Tak ada yang bolah keluar dari rumah ini. Papa akan panggil Abu pulang sekarang juga!"
Saat itu ponsel baru ada dan belum ada fitur kirim pesan ya. Abu kaget ditelepon papanya minta pulang sekarang juga.
"Abu. Katakan apa maksud Witri kalau dia hamil anakmu?" Tanpa menunggu Abu duduk, Airlangga langsung menembak Abu dengan pertanyaaan yang membuat Abu terhenyak.
Disana ada Ambar dan Menur selain Witri adik sepupunya yang baru kelas dua SMEA ( sekolah menengah ekonomi atas yang sekarang disebut SMK ).
"Apa maksud Witri hamil anakku?" Abu malah balik bertanya.
"Malam itu kita melakukannya Mas. Lalu anak siapa di perutku bila bukan anakmu? Kamu sendiri tahu dan bilang aku susah kamu masuki karena aku masih perawan!"
Ambar hanya diam. Dia mati rasa.
"Benar begitu Abu? Benar begitu?" Pekik Airlangga yang masih sangat pemarah ketika usia muda.
"Benar Pa. Tapi aku tak mencintai Witri sama sekali. Itu kejadian tak sengaja. Dan hanya aku lakukan malam itu saja," sahut Abu pelan.
"Malam itu saja tapi berulang-ulang sampai pagi tanpa henti," Witri melengkapi kalimat Abu.
"Diam kamu bang-sat! Karena kamu aku mendapat kesulitan ini. Kamu sengaja menjebakku!" Abu pun tak kalah marah mendengar kalimat Witri.
"Sayang dengar aku. Pa, Ma tolong dengarkan aku," Abu minta kesempatan bicara.
"Witri sering ke kantorku. Alasannya dia minta magang buat nilai di sekolahnya. Aku melempar masalah itu pada Hendri yang menangani anak magang, tanya Hendri kalau tak percaya."
__ADS_1
"Tapi dia sering sengaja nyelonong ke ruanganku dia menggodaku agar mau berkencan dengannya. Tapi selalu aku tolak."
"Sore itu aku bertemu dengan pak Samudra di sebuah cafe. Lalu Witri dan dua orang datang duduk dekat mejaku. Dia sengaja pesan minuman."
"Aku marah. Karena biar bagaimana pun dia adik sepupuku. Ketika pak Samudra pulang aku menghampiri mejanya.
"Tak usah cari alasan Mas. Kau sangat menikmatinya kan sayang?" Cetus Witri tanpa rasa bersalah pada Ambar.
"Diam kau pela-cur!" Abu sangat marah.
"Aku bilang : pulang kamu. Jangan bikin malu keluarga dengan mabuk-mabukan. Dan dia jawab akan pulang bila minumannya telah habis."
"Aku lalu menenggak sisa minuman dalam gelas miliknya agar dia pulang. Saat itu dia seperti pingsan jadi aku berupaya menolongnya dan mengantar dia pulang ke kamar kost nya."
"Ternyata minuman yang sengaja dia sisakan itu dia beri perangsang. Sehingga malam itu memang aku melakukannya tanpa sadar. Itu pertama dan satu kali aku melakukan pengkhianatan ada istriku karena aku tak sadar!"
"Setelah itu aku tak pernah bertemu dengannya. Walau aku yang pertama belum tentu dia anakku kan?"
"Jadi walau dia hamil, aku tak akan pernah menikah dengannya. Kalau itu anakku, aku akan memberi nafkah. Tapi aku tak mau berurusan dengan pela-cur yang selalu berupaya menjebakku."
Abu menyudahi ceritanya
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.