
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Hari ini hari resepsi pernikahannya Sonny dan Adelia. Tak ada kejadian heboh yang merusak kebahagiaan pasutri itu.
Adelia banyak mengundang kawan SMA dan kampusnya. Begitu pun Sonny. Mereka membagi bahagia ini pada semua yang mereka kenal.
Rezky dn Farah serta Bram dan Bastian datang.
Bram semakin dekat dengan Fitria, sejak Adelia merekomendasikan Bram pada adik sepupu Bastian itu.
Banyak hadir pejabat teras dari Depkes dan kementerian PUPR, dari sesama pengusaha muda, banyak seniman top juga artis berseliweran di pesta ini.
Banyak pebisnis yang dapat undangan dobel, dapat dari Sonny juga dapat dari Abu. Begitu pun yang dari Depkes, undangan dapat dari Vonny atau Ariel dobel dengan undangan Adelia.
Karena banyak alumni sekolah Adelia dan Sonny, maka ada beberapa teman S2 Sonny yang hadir.
Vonny yang pernah melihat beberapa teman S2 Sonny di Singapore langsung membisiki Mukti.
Vonny tentu tak ingin ada huru-hara dia tak ingin Adelia terusik oleh perempuan-perempuan teman S2 nya Sonny yang masih mengejar Sonny.
"Harap beritahu pasukan yang kamu bawa, kalian bikin ribut di resepsi pasti keluarga kalian akan hancur," kata Mukti saat rombongan teman-teman S2 nya Sonny masuk.
__ADS_1
"Aku nggak main-main, di dalam ada pengacara Tonny yang terkenal anda tahu dia adalah pengacara keluarga kami."
"Jangan main-main dengan Sonny dan membuat Adelia cemburu atau marah bila tak ingin langsung bubrah," bisik Mukti pada seorang teman Sonny yang sudah dia kenal sejak dulu.
Tentu saja temannya Sonny langsung memberitahu pada semuanya agar jangan berbuat macam-macam kalau nggak ingin masuk kuburan!
Made datang bersama ayah ibu dan putranya. Mereka tentu sangat berterima kasih terhadap Sonny yang memberikan izin tinggal gratis di Jogja saat mereka kesulitan dulu. Jadi mereka tetap datang ke Jakarta untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Sonny.
"Komang!" Sapa Sri yang memang diundang Komang. Komang resmi mengundang Sri. Dia minta satu buah undangan saat Mukti meminta menulis undangan bagi para teman senimannya. Jadi bukan tamu gelap. Tak ada tamu bisa masuk bila tak bawa undangan karena semua tamu bisa masuk bila undangan ditukar dengan voucher souvenir.
Itu memang salah satu cara agar tak ada tamu gelap yang bisa mengacaukan pesta.
"Terima kasih ya udah mau datang," kata Komang pada Sri.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Sri.
"Alhamdulillah baik, rupanya Allah menurun kan pak Mukti jadi dewa penolongku."
Komang lalu bercerita bagaimana walnya dia akan dipekerjakan Muktidi galeri selepas urusan pemakaman ibunya.
"Aku bersyukur bertemu dia. Kamu tahu kan waktu pulang ke Bali itu aku tak bawa uang. Hanya Rp 20.000 saja uangku."
__ADS_1
"Kamu nggak bilang sama aku," protes Sri.
"Enggak apa-apa lah. Aku pikir kalau sudah sampai di Bali aku bisa sampai di rumah walau numpang-numpang kendaraan atau aku mungkin ngojek dari Denpasar ke Badung Nanti dibayar meminjam uang tetanggaku di sana."
"Tapi rupanya pak Mukti ada keperluan ke Badung. Dia kasihan padaku, qku diberi uang satu juta rupiah, dari galerinya pak Mukti di Badung aku diantar sampai depan rumahku."
"Nah lusanya aku diperkosa oleh orang."
"Kamu sampai diperkosa?"
"Hampir goal, nggak sampai masuk sih, sudah hampir dan saat kritis itu tetanggaku, paman yang baik hati padaku menolong."
"Paman dan bibi berteriak agar aku bisa lepas dari orang tersebut."
"Besoknya aku lari ke galerinya Pak Mukti. Karena Pak Mukti saat itu hendak ke Jakarta aku pun dibawa lalu dia bilang sejak hari itu aku menjadi asisten pribadinya."
"Apa tugas asisten pribadi?" tanya Sri.
"Sama aja pembantu pribadi lah, tapi itu lebih baik buat aku daripada aku di tangan para orang yang ingin memperkosa aku."
"Aku juga nggak butuh uang buat transportasi ke mana-mana, aku nggak butuh uang buat makan juga tempat tinggal karena aku ikut kemana pun pak Mukti pergi."
"Aku bersyukur walau pun hanya jadi pembantu seperti ini tapi lebih aman buat hidupku. Gajiku bisa utuh nanti bisa aku tabung untuk buat usaha tambak di desaku." Komang tetap ingin menabung dan punya usaha sendiri di desanya.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY!