
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ini serius?" Tanya Ambar.
"Ya seriuslah kita mau kasih kado apa kalau nggak seperti ini?"
"Oke nanti aku bisik-bisik dengan Vonny. Alhamdulillah kalau mereka mau berjodoh," Ambar, Abu dan Airlangga sedang bicara mengenai *maso minta* yang Sonny lakukan di Singapore kemarin.
Mereka pun menyusun strategi mau mulai mencari lahan yang akan mereka jadikan kado pernikahan.
Soal dana pasti siap baik Abu mau pun Airlangga. Abu walau sedang membangun mansion baru tetap punya dana buat membangun sebuah rumah sakit untuk putranya.
Walau dia juga harus membangun usaha di Solo dari Nol lagi.
Airlangga pun demikian hasil jual rumahnya tak akan berguna untuknya bila hanya mengendap di rekeningnya karena secara pribadi dia tak ada pengeluaran rutin sama sekali.
Airlangga sudah tidak harus mengeluarkan biaya operasional rumah lagi seperti di Surabaya. Dulu dia harus bayar listrik, PAM, pegawai dan makan sehari-hari juga kebutuhan istrinya.
Sekarang secara rutin dia masih dapat uang bulanan dari perusahaan, lalu tak ada pengeluaran ditambah uang jual rumah. Mau buat apa semua itu?
"Jadi mulai hari ini aku akan hunting tanah yang luas buat rumah sakit bersalin itu," jelas Abu.
"Cariin yang lingkungannya bakal rame dan strategis Pa, pinta Ambar.
"Ya pastilah Papa akan cari yang seperti itu walau sekarang masih kosong tapi kan kita lihat di program tata kota nanti," kata Abu. Tentu juga dia kan tidak bakal cari daerah sembarangan karena dia kan lihat peruntukan sesuai kebutuhan di tata kota.
Sejak hari itu memang Abu ber gerilya Dia segera mencari lahan yang akan digunakan buat rumah sakit.
"Besok Papa ada urusan ke Jogja ya," kata Sjahrir di meja makan.
" Ada apa Pa?" tanya Adelia.
__ADS_1
"Kenapa? Kamu mau ikut biar ketemu Sonnya?" Goda Sjahrir.
"Enggak aneh aja Papa pergi bukan untuk urusan rumah sakit."
"Ada rekan di Jogja yang mau bahas bisnis jadi Papa ke sana,"
"Andai aku libur aku bisa ikutan tuh. Besok kan pas jadwalku di poli anak," ungkap Vonny.
Vonny tahu urusan apa yang akan Sjahrir urus. Karena mereka sudah membentuk tim khusus dengan Airlangga dan Abu serta Ambar tentunya.
"Iya sih ini ngedadak. Paling juga aku nggak nginep sih pulang pergi aja. Tapi ya nggak tahu. Makanya aku nggak hubungi Sonny. Waktunya mepet. Kecuali kalau aku harus nginep aku akan hubungi Sonny," kata Sjarir.
Tentu dia nggak akan hubungi Sonny karena bisa ketahuan kalau dia janjian dengan Abu di Jogja.
Hubungan Sonny dan Adelia Jogja ~ Jakarta masih datar.
Sonny bukan orang yang suka mengobral kata-kata rayuan lewat pesan tertulis ala orang pacaran lebay itu. Dia tidak pernah mengucapkan selamat pagi sayangku atau jangan lupa sarapan dan sebagainya sebagai kegiatan rutin, bukan seperti itu tipenya. Sonny orang yang romantis bila berkata-kata pada saat telepon atau ketemu langsung.
Kalau Sonny nggak kirim nggak telepon atau ngajak ngobrol dia santai aja, nggak seperti orang pacaran lainnya Adelia juga suka dengan kenyataan.
"Hallo calon istri. Kenapa tumben siang-siang nelpon Mas? Kangen berat ya?" Cecar Sonny ketika menerima telepon dari Adelia.
Memang siang ini Adelia nelpon Sonny pada saat jam makan siang.
"Lagi di mana Mas?" tanya Adelia tanpa menjawab godaan Sonny.
"Masih di kantor Honey, kenapa?" tanya Sonny.
"Udah selesai praktek?" lanjut Sonny.
"Sudahlah kalau nggak mana bisa telpon ke Mas." Jawab Adelia yang memang masih duduk di ruang prakteknya.
__ADS_1
"Belum balik ke ruanganmu?" tanya Sonny karena lamat-lamat dia mendengar ada dua suara bicara. Suara para suster yang sedang beberes ruangan.
"Belum masih di Poli," sahut Adelia.
"Oh gitu terus kenapa kamu telepon pasti ada perlu kan?" Sonny penasaran. Karena kalau untuk ngobrol, mereka lebih suka malam. Setelah keduanya masuk kamar, jadi tak terganggu.
"Enggak ada perlu sih cuma mau kasih tahu aja besok Papa tuh kayaknya berangkat ke Jogja. Aku enggak mau Mas tahu dari orang lain, terus merasa kecewa karena tersinggung enggak di kasih tau."
"Papa tadi bilang sih mungkin pulang pergi tidak ketemu kamu. Kalau harus nginep baru dia akan hubungi Mas. Aku takut ada yang lihat lalu lapor Mas. Dan Mas merasa disepelekan," lapor Adelia.
"Oh gitu oke terima kasih infonya ya nggak sih nggak bakal marah kalau memang tahu dari orang lain pun."
"Papa bertindak seperti itu pasti punya alasan kok,"
"Takutnya papa juga lupa kasih tahu," ujar Adelia.
"Oke siap. Kirain papa mau minta diantar jemput," ucap Sonny..
"Enggak sih papa langsung janjian sama rekan nya."
"Ya udah.Jangan telat maem ya Mas."
"Iya ini juga baru matiin laptop mau salat dan makan siang. Met maem Honey."
"Sama-sama Mas."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.
__ADS_1
