INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
UPAYA RUJUK


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Sudah hampir waktu yang ditentukan Sjahrir segera mengemudikan mobilnya sendiri. Biasanya dia diantar dengan sopir. Kali ini dia ingin menyetir sendiri.



"Sudah lama?" tanya Sjahrir pada Vonny.



"Baru," balas Vonny datar. Mereka habis sama-sama makan siang, jadi Vonny hanya memesan juice saja.



Vonny memesan juice belimbing. Sedang Sjahrir minta juice strawberry.  Dua-duanya jus yang menyegarkan asem-asem manis.



"Langsung aja ya nggak usah basa-basi. Bagaimana menurutmu?" Sjahrir tak bisa basa basi karena sekarang mereka seperti dua orang asing yang baru berkenalan.



"Menurutku yang mana?" tanya Vonny.



"Tentang perkataan Adelia tadi," jelas Sjahrir menanggapi pertanyaan Vonny.



"Jujur itu yang membuat aku kepikiran sepanjang pagi," Vonny pun jujur pada Sjahrir.



"Selama ini Adel anak yang manis, tidak pernah protes.  Adel selalu menurut apa yang kita mau." Sjahrir pun mengemukakan pendapatnya.



"Sekarang dia dia meminta *katong dua* itu tetap bersama. Dan bila *katong dua bapisa, dia* akan pisahkan diri dari dia," Sjahrir sedih harus berkata hal ini. 



"Apakah *katong dua*  masing-masing harus *hidop sandiri* tanpa *ana* tanpa pasangan dihari tua?" tanya Sjahrir lagi.



"*Ale tahu kan dar dolo beta cuma cinta se. Beta mengaku sala. Kita tahu beta Sala. Tapi please forgive me. Please*," mohon Sjahrir.



"*Beta seng sadar kalau yang beta lakukan sala*," lanjut Sjahrir lagi.



"*Di depan samua orang. Bukang cuma di depan saya. Didepan samua orang, ale bilang Prilly bukang* anak kamu. *Ale* bilang tak akan mau lagi menjadi walinya Prilly."



"*Beta yang lahirin dia, Beta yang bawa dia sembilan bulan di poro*," kata Vonny menggebu.



"Tapi dia tikam *beta* berkali-kali. *Ale* tahu bagaimana mamanya Nandar bicara *deng* Beta di pertemuan PERWAMA ( persatuan wanita maluku ).  *Beta su seng punya muka lai*," kata Vonny.



"Nandar memutuskan pertunangan karena Prilly sudah berkali-kali lihat Prilly pergi main dengan laki-laki *laeng*. *Ale seng* tahu kan? *Beta manangis berhari-hari. Ale diam sa karna cinta Prilly*!"



"*Bukang bagitu*," sanggah Sjahrir.

__ADS_1



"*Beta tahu katong dua cinta samua ana-ana, tapi kalau kelakuang su talalu mo biking apa lai*?"



"*Kalau ale waktu itu bilang,  ale mo pi sana beta kase izin koq. Tapi ale bajalang tanpa bilang apa pun deng beta. Seng dengar-dengar beta pung suara jua*," sesal Vonny.



"Oke tadi *beta su mangaku sala. Su cukup. Beta seng akang ulang lai. Bet mangaku sala. Ampong jua*.  Sekarang kita maju ke depan. Bagaimana kita menyelamatkan Adelia. Bagaimana kita merengkuh dia. *Jangang* sampai Adelia kehilangan kita dan kita juga akan kehilangan dia," Sjahrir bicara dengan sabar.



"Jadi *ale* mau bagaimana?" kata Vonny datar.



"Kita masih sama-sama saling cinta. *Beta mangaku sala dan Beta tidak akang* lagi mengulangi. Ayo kita bergandeng tangan kita *polo* ( peluk ) Adelia. Kita rujuk lagi. Jangan sampai kita kehilangan dia. Kita sudah kehilangan Prilly. *Ale* mau pergi ke Hongkong silahkan tapi ingat ancaman Adelia."



"Kamu pikir itu juga bagaimana hidup kita selanjutnya. Adelia itu keras seperti kita kalau dia sudah bilang tidak mau lagi mengakui kita untuk selamanya, kita mau bilang apa?" kata Sjahrir.



"Kita harus rujuk segera untuk Adelia."



Sejak di jalan tadi memang Vonny juga berkali-kali berpikir seperti itu bahwa dia akan rujuk dengan Sjahrir. Tapi pastinya dia gengsi dong kalau dia yang ngajakin rujuk. 



Vonny sejak tadi berniat menggiring Sjahrir untuk minta Sjahrir agar mengajaknya rujuk. Eh sekarang sebelum Vonny giring Sjahrir malah sudah minta rujuk duluan.



Vonny  tak sanggup bila harus kehilangan Adelia. Dia sudah kehilangan Prilly sejak anak itu kelas satu SMA.




Vonny memang sejak tadi sudah berpikir akan rujuk dan menggiring Sjahrir tapi dia gengsi bila langsung menyetujui permintaan Sjahrir.



Sekarang dia didesak untuk membuat keputusan cepat.



"Emang *Ale* pikir rujuk di mana? Ini sudah siang. Kita juga harus bawa Adelia biar dia tahu kita rujuk sebenarnya, bukan hanya bicara bohong!" Vonny yakin Adelia tak akan percaya bila hanya diberitahu mereka rujuk. Adelia merasa kalau mereka hanya bersandiwara saja.



"Iyo kita harus bawa Adelia sebagai saksi kalau *katong dua* rujuk."



"Tunggu *beta* telepon Bapak  Raja Jafar dulu. Bapak Raja pasti bisa membantu kita untuk rujuk karena dia adalah penghulu."



Sjahrir pun menghubungi seorang tua yang dipanggil Bapak Raja. Sjahrir  menceritakan bahwa kemarin dia berkata salah dan mengucap talak. Sjahrir tak ingin sepanjang berumah tangga menjadi zina karena sudah ada kata talak, untuk itu dia minta dinikahkan ulang.



"*Ale datang jua ke ruma* nanti jam delapan malam. Beta *su* ada di *ruma* jam delapan," kata Bapak Raja.



"Baik Bapak Raja. Nanti kami ke sana," jawab Sjahrir dengan senang.



"*Ale* telepon Adelia dulu,  kalau *beta* yang telepon dia tak akan *angka*," kata Sjahrir.

__ADS_1



"Kamu ( ale ) bilang dia pulang cepat. Nanti kita bersama ke rumah ( ruma )  bapak Raja habis magrib,"  Vonny pun mengikuti saran Sjahrir.



"Ada apa Ma?" tanya Adelia. Dia masih di ruangannya.



"Ada dimana?" tanya Vonny lembut seperti biasanya.



"Masih ada di Poli. Lagi beres-beres berkas," Adelia memberitahu posisinya.



"*Ale* pulang cepat ya," pinta Vonny.



"Ada apa Ma?" Adelia bertanya apa mau mamanya menyuruh dia pulang cepat.



"Nanti habis magrib Mama deng Papa mau pergi ke bapak raja Jafar," jawab Vonny.



"Ngapain Ma? Apa hubungannya dengan aku harus pulang cepat?" Adelia tak terlalu kenal profesi bapak raja Jafar yang disebutkan mamanya.



"Mama dan papa mau rujuk. Karena sudah ucap talak maka kami tak boleh langsung bersama tanpa ijab ulang," sahut Vonny.



"Alhamdulillah. Iya nanti Adel upayakan pulang cepat bila tak ada panggilan operasi," jawab Adelia.



"Ale harus ikut ya." Vonny menekankan dia ingin Adelia hadir saat proses ijab ulangnya.



"Mudah-mudahan tidak ada panggilan mendadak untuk operasi Ma," Adelia kembali menekankan semua bukan dia yang nentukan. Kalau ada hal urgent sebagai dokter dia mau bagaimana?



"Mama tunggu ya," 



"Ya Ma," Adelia senang akan  segera mempunyai Papa dan Mama yang utuh kembali.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1677296321532.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.

__ADS_1


__ADS_2