
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Wow ini surganya coklat," teriak Aksa. Begitu turun mobil dia langsung memasuki toko penjualan coklat.
"Kenapa kamu masuk toko duluan," kata Sonny.
"Ayo kita masuk ke museumnya dan pabriknya dulu," ajak Sonny.
"Sebentar aku lihat-lihat dulu," Aksa tentu tak mau meninggalkan toko itu. Dulu Adelia video call sedang disini.
"Nanti di dalam lebih asik," kata Sonny.
"Iya. Ayo kita masuk ke museum dulu biar adik-adikmu belajar tapi juga bersenang-senang," Adelia menggandeng lengan jejaka kecil itu.
Mereka pun masuk ke museum coklat. Dari guidenya mereka tahu tentang jenis-jenis coklat dari kepekatan atau prosentase kandungan coklatnya, mereka juga tahu tentang rasa coklat dan proses pembuatannya dari mulai pohon diperlihatkan pohon coklatnya dan seterusnya hingga panen dan pengolahan biji cokelat.
Farhan dan Fahri benar-benar menyimak begitu pun Aksa.
Mukti memperhatikan hal lain pastinya. Dia sedang memperhatikan banyak karya seni di Museum coklat itu.
Eyang Angga dan Abu terus mengamati dua cucunya dari Laksmi.
"Aku iri banget waktu Adel ke sini sendiri," ucap Vonny.
"Enggak sendiri lah Ma, sama Mas Sonny dan tante Ambar," bantah Adelia.
"Iya maksudnya kan kamu pergi sendiri waktu itu, enggak rame-rame seperti sekarang," Vonny memperjelas maksud kata-katanya.
"Iya aku kan bilang aku lagi survey. Nah sekarang ini aku ajak hasil surveyku," Adelia memberikan alibi.
"Makanya aku bilang aku pengen ke sini Mbar. Waktu aku telepon kamu itu," tukas Vonny pada Ambar.
"Kamu sudah pernah ke sini Bee?" tanya Abu pada istrinya.
"Sudah sama Adel dan Sonny," jawab Ambar.
"Wah ini enak nih dark choco," kata Sjahrir.
"Iya nggak usah pakai gula, pakai SKM aja. Ih sedaaaaap," kata Adelia. Tanpa sadar dia mengomentari papanya bicara.
__ADS_1
"Nanti kita beli aja. Ada nggak ya yang belum dikemas jadi permen?" Sjahrir ngebayangin minum hot dark choco.
"Kayaknya nggak ada deh. Di sini kan memang pabriknya permen coklat . Jadi nggak ngejual coklat yang belum diolah," kata Abu.
"Iya juga sih Ya," Sjahrir menyadari apa yang dikatakan Abu.
Adelia mendaftarkan Farhan Fahri dan Aksa serta dirinya untuk kelas membentuk coklat.
"Mukti kamu mau ikutan nggak?" tanya Adelia pada Mukti
"Aku bagian syuting aja," jawab Mukti.
"Oke bikinin aku video yang bagus loh ya," pinta Adelia.
"Oke siap!"
"Mas Sonny ikutan nggak?"
"Nggak aku nggak ikutan."
"Enggak kami lihat aja."
"Oke berarti cuma berempat ya yang ikutan kelas masak cokelat," ucap Adelia.
"Berenam. Papa dan Om ikut," Abu mendaftarkan dirinya dan Sjahrir.
"Siapa takut?" Balas Sjahrir.
"Yeeeeay, eyang ikut juga enggak?" Tanya Adelia.
"Ikut lah," Airlangga tak mau kalah ikut partisipasi.
Lalu mereka pun ikut ke kelas masak coklat.
Laksmi langsung menghubungi Dwi dengan video call.
Dwi senang mendapat telepon dari Laksmi dia langsung ngangkatnya dengan semangat.
__ADS_1
"Iya Ma," jawab Dwi.
"Hai Pa," sapa Farhan. Ternyata Laksmi video call bukan untuk dirinya tapi menyorot Farhan dan Fahri.
"Hai lagi di mana kalian?" tanya Dwi pada Farhan.
"Kami lagi di Jogja di pabrik coklat. Ini aku lagi bikin coklat Pa. Kita lagi ikut kelas masak. Ada pakde dan eyang juga," kata Farhan.
"Adek lagi apa Dek?" kamera Laksmi arahkan ke Fahri. Fahri mengangkat wajahnya, dia tersenyum pada Dwi.
"Lagi bikin coklat lah. Keren kan? Aku sama Kak Adel," kata Fahri.
Laksmi lalu menyorot Adelia, Abu, Sjahrir dan Airlangga yang juga sedang berkreasi membuat permen coklat.
Laksmi juga menyorot Sonny Mukti juga lingkungan dapur pabrik coklat.
'*Ternyata mereka bahagia tanpa aku*,' kata Dwi dalam hati melihat anak-anaknya bercanda ria dengan Aksa dan Adelia sambil membuat coklat.
'*Katanya mereka ke Solo. Koq ada di Jogja ya*?' Pikir Dwi.
'*Atau mereka memang jalan-jalan liburan ke Jogja. Tapi anak-anak bahagia, aku senang melihat mereka bahagia walau hari ini aku tidak melihat Laksmi, tapi aku senang dia mau video call memperlihatkan kegiatan anak-anak*,' kata Dwi lagi setelah video call berakhir.
Memang buat Dwi dan Laksmi anak-anak adalah segalanya. Dwi itu bapak yang dekat dengan anak-anak jadi kehilangan mereka ya berat buat Dwi juga buat anak-anak karena anak-anak sangat dekat hubungannya dengan papanya.
'*Setidaknya aku masih bahagia karena Laksmi masih mau memberi akses aku melihat kegiatan anak-anak. Dia tidak menutup akses aku dan anak-anak juga tidak memblokir nomorku*,' kata Dwi.
Dwi sekarang tak pekerjaan. Dwi narik ojek online. Dia membeli motor dengan kredit yang uang muka murah. Lalu dia narik ojek online. Dwi tidak mau berpangku tangan tak punya penghasilan.
Semua sepak terjang itu di ketahui Abu karena Abu memerintah seseorang buat selalu mengamati semua perilaku Dwi.
Hasil kreasi membuat coklat ternyata yang paling bagus adalah coklat buatan Farhan!
Jadi usia memang bukan tolak ukur untuk keterampilan.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.
__ADS_1
