
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Sjahrir mengamati email yang dia terima dari rumah sakit Singapore International Hospital undangan untuk pemilik Rumah Sakit yang diminta datang bersama tiga orang dokter spesialis yaitu spesialis kandungan, spesialis anak dan dokter gigi.
Dua spesialis tak perlu dia cari lagi. Untuk dokter spesialis anak, akan dia kirim Vonny dan sebagai spesialis kandungan tentu akan dia kirim Adelia agar bisa berangkat bertiga dengan dirinya sebagai pemilik rumah sakit.
Tinggal mencari dokter gigi yang bisa berangkat dengannya.
Padahal acaranya mepet tinggal empat hari lagi harus sudah tiba di Singapura.
Sjahrir harus segera mengirim datanya hari ini juga. Dia segera ke ruangan istrinya sebagai wakil CEO. Dia harus diskusi siapa dokter gigi yang akan mereka utus untuk mewakili rumah sakit ini.
"Ma ini ada undangan dari Singapore International Hospital di Singapura. Papa akan berangkat sebagai pemilik tapi juga ada tiga spesialis yang harus berangkat," ungkap Sjahrir.
"Lalu?" Tanya Vonny tanpa ekspresi.
"Papa ingin Mama berangkat sebagai spesialis anak dan Adel berangkat sebagai spesialis kandungan, satunya lagi adalah spesialis gigi Ma. Siapa yang bisa kita kirim mewakili rumah sakit ya?" Tanya Sjahrir.
"Kirim aja dokter Rezky," kata Vonny cepat.
"Dia masih muda dan karirnya bagus. Kalau dikirim yang tua nanti untuk kaderisasinya susah." Usul Vonny sambil menerangkan alasannya.
Sjahrir langsung memanggil dokter Rezky untuk datang ke ruangan Vonny karena datanya harus dikirim sekarang juga via email.
__ADS_1
Dokter Rezky masih bujang akan menikah empat bulan lagi.
"Permisi Dok," kata Rezky saat dia dipersilakan masuk.
"Rez, ini ada undangan dari Singapore International Hospital. Kamu Saya tunjuk sebagai wakil dari rumah sakit sebagai dokter gigi gimana?" Tanya Vonny yang cukup akrab dengan teman akrab Adelia ini.
"Kalau keahlian, saya yakin kamu bisa. Cuma masalahnya waktu, karena ini kita akan di sana lima hari," lanjut Vonny lagi.
"Berangkatnya kapan Dok?" Rezky bertanya pada Vonny.
"Kapan Pa? Aku malah belum tahu kapan," Vonny melempar pertanyaan pada Sjahrir.
"Hari ke empat dari sekarang kita sudah check in dan mulai kegiatan. Jadi tiga hari lagi kita sudah berangkat," ucap Sjahrir.
"Bisa Dok, saya siap kok," Rezky menyanggupi dia siap berangkat.
"Saya minta data diri dan identitas kamu sekarang karena emailnya mau segera saya kirim."
"Saya juga mau pesan tiket," ungkap Sjahrir.
Saat itulah Adelia datang rupanya tadi dia sudah dipanggil oleh Vonny untuk informasi tentang keberangkatan mereka ke Singapore tiga hari lagi.
"Calon bini lu nggak marah lu berangkat?" Adelia bertanya pada Rezky untuk memastikan.
"Enggak lah. Lagian nikah juga masih empat bulan lagi. Masa gua mau dikekepin terus?" Jawab Rezky yang memang dengan Adelia ber elo gue.
__ADS_1
"Iya sih, lumayan juga kan dapat SPJ," goda Adelia.
"Iya makanya. Kalau dia mau ikut ya biarin aja suruh bayar sendiri." Sahut Rezky.
"Eh ini kita kerja bukan mau main. Lu bawa dia sama juga bohong," Adelia mengingatkan Rezky.
"Ya nggak. Dia suruh ikut di hari terakhir. Jadi habis itu gua ambil izin lah dua atau tiga hari," kata Rezky.
"Nyelup duluan dong?" Goda Adelia lagi.
"Enggak lah," Bantah Rezky
"Ya pokoknya elu tahu aja lah pergi ama nyokap bokap gue. Kalau lu kerja nggak bener ya resiko lo," kata Adelia.
"Iya gua ngerti," kata Rezky.
"Ini ya ketentuan dan susunan acaranya seperti ini" Sjahrir memperlihatkan email dari Singapura.
Mereka pun membaca dan berdiskusi apa yang akan mereka bawakan di Singapura nanti.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
__ADS_1
