
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Sampai juga kita," kata Adelia pada Rezky.
"Penerbangan sebentar tapi lumayan capek juga."
"Karena kita langsung dari rumah sakit," jelas Rezky mengapa mereka merasa lelah.
Sjahrir memang mengatur berangkat sore sepulang kerja biar nggak buang waktu. Maksudnya agar sehabis seminar mereka masih punya satu hari buat refreshing dan belanja di negara Singa itu.
"Jangan lupa nanti jalan-jalan ama gue ya," kata Rezky.
"Siapa takut? Asal lu kasih tahu bini lu. Gua paling nggak mau kalau di macem-macem-in sama perempuan, dibilang ngegodain lakinya karena cemburu. Gua nggak mau. Lu tahu gue," kata Adelia.
"Iya gua ngerti kok," jawab Rezky.
Mereka tiba di hotel yang disediakan panitia karena nanti semua acara juga akan dilaksanakan di ruang rapat hotel ini selain juga di rumah sakitnya tentu.
Kamar Rezky dengan kamar Adelia berbeda jauh, berbeda lantai malah. Sjahrir karena menjadi pemilik rumah sakit dan Vonny adalah dokter anak mereka pun diberi kamar yang berbeda. Akhirnya Sjahrir lapor pada panitia kalau mereka suami istri sehingga mereka dijadikan satu kamar.
Saat acara perkenalan esoknya ada seorang dokter ganteng yang mendekati Adelia.
Seorang dokter dari Singapore International Hospital. Jadi dia dokter tuan rumah, namanya Hamzah dia asli India.
Orang India cuma sudah bekerja di rumah sakit Singapore. Adelia senang berkenalan dengan Hamza yang kebetulan sama-sama dokter ahli kandungan. Hamza juga sama dengan dirinya baru lulus sebagai dokter kandungannya tapi kalau usia dua tahun lebih tua.
Hari pertama masih pembicaraan global jadi semua dokter bercampur.
Hari kedua semua terpisah sesuai keahliannya. Pemilik rumah sakit akan bicara di ruang meeting hotel itu.
Dokter anak ke sebuah khusus anak. Dokterbkandungan ke rumah sakit khusus ibu dan anak dan dokter gigi pun demikian.
__ADS_1
Hari ini Adelia mulai menjadi satu kesatuan dengan Hamza sesama dokter kandungan.
"Cukup lelah juga kita hari ini ya," kata Hamza.
"Enggak seberapa lelah sih tapi ya memang cukup lelah," balas Adelia.
"Bicaramu berbelit-belit," Hamza mengomentari jawaban Adelia.
"Kan cukup lelah nggak terlalu lelah. Apa aku salah?" Adelia tak mau diprotes Hamza.
"Aku mengerti beberapa kata Indonesia," kata Hamza dengan terbata-bata dalam bahasa Indonesia.
"Really? Who teaches you?"
"Ada seorang teman sekolah dari Malaysia mengajariku bahasa Melayu," ungkap Hamza kembali menggunakan bahasa Inggris.
"Memang bahasa Indonesia satu rumpun dengan bahasa Melayu. Tapi banyak perbedaan. Sehingga bisa terjadi salah pengertian," Adelia memberi penjelasan pada Hamza bahwa walau satu rumpun perbedaan menyolok banyak terjadi.
"Aku boleh minta nomor teleponmu?" Hamza mencoba lebih akrab dengan Adelia.
"Terima kasih," kata Hamza dalam bahasa Indonesia.
"You're welcome," jawab Adelia.
"Sudah berapa lama kamu di Singapura?" tanya Adelia.
"Sejak SMP saya sudah di sini." Hamza menjelaskan kalau dia cukup lama di Singapura.
"Saya pikir kamu dari India langsung habis kuliah."
"Tidak sejak SMP sudah sini kebetulan orang tua saya kerja di kedutaan besar sehingga saya di sini lalu orang tua saya kembali ke India setelah saya sudah selesai kuliah."
"Saya memutuskan terus di sini aja nggak kembali ke India."
__ADS_1
"Sering kembali ke India?"
"Setiap tahun kami pulang, terutama pada saat Idul Fitri, untuk berkumpul dengam seluruh keluarga besar," jelas Hamza.
"Kamu muslim?" tanya Adelia.
"Apakah nama Hamza itu tidak menunjukkan identitas agamaku?".tanya Hamza.
"Sekarang banyak nama yang buat bingung apa agamanya," ungkap Adelia. Hamza hanya tersenyum.
"Kalau suatu saat aku ke Indonesia apakah kamu mau menemaniku? Menemuiku?" tanya Hamza.
"Indonesia itu luas dan biasanya orang hanya tahu Bali. Kamu mau ke mana? Sama aja kalau kita bilang mau ke India. Kamu mau ke mana ya kan karena banyak kota besar di India. Juga banyak kota kecilnya juga."
"Dan bahasanya pun India berbeda-beda sama seperti Indonesia. Indonesia luas dan terdiri dari banyak kepulauan bahasa kami juga beda-beda. Kami menggunakan bahasa persatuannya yaitu bahasa Indonesia," Adelia menjelaskan sedikit tentang Indonesia.
"Aku mau ke kotamu. Di mana kamu tinggal?"
"Saya tinggal di Ibukota Jakarta" jawab Adelia.
"Oke saya akan bermain ke sana."
"Kalau kamu ke Jakarta kasih tahu aja saya akan menemani kamu, kalau saya libur," jawab Adelia dengan bijak.
"Apakah bisa kamu ambil cuti saat saya di sana sehingga kamu bisa menemani saya."
"Kita lihat waktu saja karena pekerjaan saya sangat padat."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
__ADS_1
