
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Mereka ramai berbincang hingga waktu praktek tiga dokter itu harus dimulai. Farah tak ada poli. Dia memang dijadikan sebagai dokter stand by bagi semua dokter obgyn.
"Love, aku boleh lihat sebentar nggak ke ruang praktekmu?" pinta Sonny.
"Boleh," jawab Adelia.
Sonny pun mengantar calon istrinya ke ruang praktek Adelia.
Di depan ruang praktek sudah ada beberapa pasien yang mendaftar termasuk Fitriani adik sepupu Bastian kawan lama Adelia di SMA yang naksir dokter itu.
"Selamat pagi Dok," sapa beberapa pasien ramah.
"Selamat pagi. Wah jadwal kontrol hari ini? Saya bersiap dulu ya." Sapa Ebby.
"Iya Dok."
"Oke sebentar ya nunggu giliran."
"Kak, kenalin ini calon suami aku," Adelia memperkenalkan Sonny pada Bastian yang rajin mengantar Fitriani kontrol rutin.
Tentu saja Bastian sangat kecewa karena ternyata Zahra sudah akan menikah.
"Wah kapan kalian menikah?" Bastian mencoba menegarkan hati.
"Insya Allah empat bulan lagi," jawab Adelia.
Sonny masuk ruangan praktek setelah bersalaman dengan teman lamanya Adelia.
"Ayo."
"Oh ya maaf saya masuk sebentar." Adelia pun masuk ke ruang prakteknya.
"Inilah ruang kerjaku." Adelia memperlihatkan daerah teritorialnya.
"Kenapa sih pengen tahu?"
"Biar bisa ngebayangin kalau kamu bilang masih di ruang praktek." Jawab Sonny.
Di ruangan itu ada dua suster yang sedang menyiapkan semua keperluan praktek hari itu.
"Ya udah Mas berangkat ya," pamit Sonny.
__ADS_1
"Iya hati-hati ya, nanti begitu selesai praktek aku akan langsung nyusul." Jawab Adelia, dia lalu salim dan saling mengucapkan salam.
\*\*\*
"Sudah lama?" tanya Sonny melihat Mukti datang menghampirinya.
"Baru tuh taksinya baru jalan," jawab Mukti. Dia membawa ransel baju gantinya.
"Oh aku pikir kamu udah lama. Mau taruh dulu ranselmu di mobil atau kita bawa?" Tanya Sonny.
"Bawa saja lah, enggak merepotkan juga koq." Mukti tak merasa keberatan membawa ransel miliknya.
Sonny dan Mukti menuju cafe di kantor Pengadilan sambil menunggu jadwal persidangan.
"Mas, aku boleh tanya," kata Mukti yang tidak hanya ngopi tapi juga sekalian sarapan karena dari Bali dia belum sarapan dan tak ingin makan di pesawat.
"Silakan aja," jawab Sonny.
"Dulu perasaanmu terhadap Vio bagaimana?" tanya Mukti.
"Jujur aku suka Vio. Ini karena kamu tanya, maka aku menjawab dengan jujur."
"Tapi bukan cinta! Aku mikir aku harus punya pendamping yang polos tidak matre dan nggak neko-neko. Semua itu ada pada sosok Vio secara casing."
"Aku serius, aku nggak pernah cinta pada Vio. Hanya sekedar suka, enggak lebih."
"Aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya, ketika kemarin aku sadar ternyata aku sudah jatuh cinta teramat lama cuma aku pendam karena aku tidak ingin melakukan perselingkuhan."
"Maksudnya gimana Mas?"
"Ingat waktu aku pinjam mobil sportmu buat seorang konsumen rental?"
"Ingat," jawab Mukti.
"Saat itu yang pinjam adalah Adelia. Di situ aku jatuh cinta sama dia. Tapi aku sadar diri aku punya tunangan, aku tak mau selingkuh. Tapi rasa cinta itu teramat besar."
"Sampai waktu dia ngambek aku merasa seperti tenggelam dalam kubur!"
"Bahkan untuk mendapatkan maaf atau sekedar alasan mengapa dia membatalkan sewa mobil saja aku sampai membeli tiket ke Jakarta yang bersebelahan dengannya!"
"Demikian besar cintaku padanya. Cinta pertama kali pada seorang perempuan."
"Makin ke sini aku makin mencintai terlebih setelah aku tahu penghianatan Vio. Tapi aku menutup diriku."
__ADS_1
"Aku takut rasa cintaku pada Adelia adalah pelarian karena kegagalanku dengan Vio."
"Aku kubur semuanya sampai aku bisa memastikan bahwa ini bukan pelarian karena aku tak pernah cinta pada Vio, sehingga rasa cinta pada Adelia sama sekali bukan pelarian. Sejak itu baru aku berani maju."
"Aku juga mempertimbangkan kegagalan yang dialami oleh Adelia. Dia baru terluka karena kegagalan pernikahannya. Sehingga aku menunggu timing yang tepat." Sonny menyeruput kopi miliknya.
"Kalau kamu sendiri gimana?" Tanya Sonny.
"Maksud Mas?"
"Ya perasaanmu pada Vio lah." Sonny tak punya rasa cemburu atau marah lagi membahas Vio.
"Sama seperti Mas, aku suka perempuan yang lugu, enggak neko-neko dan enggak matre. Dan aku pikir semua itu terpenuhi oleh Vio."
"Di sekolah aku lihat dia nggak neko-neko. Dia juga aku lihat lugu dan nggak matre karena banyak perempuan yang mengincar hartaku tapi Vio tak peduli hartaku saat itu."
"Aku nggak tahu kalau dia cinta matinya sama Made. Maka enggak peduli dengan diriku. Dia mulai menyukaiku dalam tanda petik atau mulai mau berpaling padaku mungkin setelah kami terjebak oleh pembuatan tidak benar yang dibuat oleh nenek Menur."
"Saat itulah dia berpaling dari Made mungkin dia berpikir siapa yang mau barang bekas seperti dirinya."
"Akhirnya dia terjebak olehku. Sampai saat ini aku memang nggak pernah punya perempuan lain. Aku bahkan nggak tahu kalau Pricilla mantan istrinya Made itu cinta mati sama aku."
Aku dan Made jadi ketuker. Vio yang mencintai Made kejebak terikat padaku, sedang Cilla yang cinta padaku akhirnya hamil oleh kekasihnya saat kuliah di luar negeri dan nikah dengan Made tanpa cinta."
"Kalau sekarang bagaimana perasaanmu pada Vio?"
"Setelah aku tahu bahwa dia hanya butuh hartaku aku hambar Mas. Aku nggak patah hati, aku nggak kecewa. Aku pikir dia memang benar-benar mencintaiku sampai mau menikah denganku di belakang tunangannya."
"Aku sakit hati di situ Mas. Ternyata dia berani berbuat dibelakang tunangannya hanya butuh perlindungan hukum bila dia masih istriku."
"Sekarang sudah enggak ada cinta pada Vio."
"Kamu nggak ada kemungkinan kembali padanya?" Selidik Sonny.
"Enggak Mas, dia sudah menikam sangat dalam berkali-kali Mas."
"Itu sudah karma untuknya walau aku satu satunya laki-laki yang pernah menyentuh dia. Tapi dia pembunuh anakku tanpa perasaan."
"Mungkin dia berbuat seperti itu karena alasan kalau anak terlahir lalu dimasukkanya ke panti anak itu akan tersiksa!"
"Kalau dia bilang ke aku masalah kehamilannya, tak mungkin anak itu ditaruh di panti asuhan! Maaf Mas buat aku nggak mungkin aku kembali padanya apa pun alasannya. Karena dia itu pembunuh. Bukan satu bayi yang dia bunuh, tapi dua kali dia melakukannya!"
Sonny mengerti. Karena Mukti sendiri bayi yang bukan terlahir dalam pernikahan, tapi dia tidak dibuang ke panti asuhan.
__ADS_1
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY