INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AKU DIANGGAP APA?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Nyonya kemarin menaruh koper di mobil non Adel. Tadi pagi non Adel juga bawa koper sebelum berangkat," seorang maid melaporkan ketika Sjahrir cemas istri dan anaknya belum juga tiba padahal sekarang sudah jam sembilan malam.



Sjahrir merasa kecolongan. Dia bingung hendak mencari keduanya kemana?



"Mereka tak mungkin ke Bali karena Ambar sedang punya persoalan berat. Apa mereka pulang ke Ambon?" Sjahrir bicara sendiri.



"Tak mungkin. Tak ada cuti yang Adel ajukan. Setidaknya dia tak mungkin menelantarkan pasien di poli miliknya," Sjahrir berkata lagi. Dia minum kopinya lalu dia masuk ke kamarnya untuk menghubungi Adel.


\*\*\*



"Kamu pergi tiba-tiba dan tidak memberi kabar. Ada masalah apa?" tanya Ambar langsung pada Vonny saat mereka telah ditinggal anak-anak mereka.



Vonny menarik nafas dalam. "Syahrir bikin aku marah."



"Selama ini kalian anteng. Ada masalah apa. Aku tahu kalian bisa menyelesaikan dengan baik," walau sedang punya persoalan berat, Ambar tetap memberi respon yang menyejukan bagi sahabatnya itu.



"Bencana dimulai kemarin. Sjahrir mulai berbohong. Suatu hal yang tak pernah dia lakukan selama berumah tangga denganku."



"Aku siap menerima ceritamu kalau kamu mau berbagi," kata Ambar.



"Itu dimulai dari hari Senin siang. Sjahrir ngajak aku ke Bogor dia bilang Prilly sakit."



"Aku jawab bayarin saja rumah sakitnya, selesai, karena Prilly sudah bukan anakku jadi membayar semua biaya di rumah sakit aja itu sudah bagus."

__ADS_1



"Tapi Sjahrir tetap ingin mendatanginya. Aku masih ingat bagaimana aku diejek calon mertuanya Prilly yang mengatakan tunangan Prilly sering melihat Prilly berganti-ganti lelaki," kata Vonny.



"Aku ingat bagaimana beberapa undangan di pernikahan Adelia mengeluh padaku mereka datang jauh-jauh ternyata sampai di gedung ada pengumuman resepsi dibatalkan."



"Kalau masih satu kota,  Okelah tapi banyak teman yang datang dari luar kota mereka sengaja datang bahkan beberapa temanku yang dari luar negeri datang untuk acara resepsi itu."



"Bisa bayangkan betapa sakitnya aku diperlakukan oleh Prilly. Dia sangat membuatku sangat terluka aku tidak sesabar dan kamu," kata Vonny.



"Aku juga bukan pemaaf," kata Ambar.



"Selama ini aku cuma bertahan aja,  bukan untuk diriku tapi untuk Sonny dan Aksa. Sekarang Sonny dan Aksa sudah tidak membutuhkan Abu sehingga aku mengambil keputusan ini."



"Lanjutkan ceritamu," pinta Ambar.




"Dan lalu kami selesai makan siang, biasa berpisah kembali ke pekerjaan masing-masing."



"Sebelum pulang sore,  datang staf khusus yang meminta tanda tangan ku untuk membuka ruang privat  perawatan untuk keluarga. Hanya ada dua unit dan itu harus ACC aku."



"Saat itu aku kaget merasa ditikam Sjahrir. Dia lebih membela Prilly daripada aku kalau dia lakukan besoknya sesuai rencana aku tidak apa-apa karena dia sudah bilang sama aku."



"Tapi ini dia begitu keluar dari ruanganku langsung menghampiri Prilly itu yang aku tidak suka. Mereka sama-sama pembohong."



"Andai dalam perjalanan menuju Bogor siang itu Sjahrir bilang Ma aku berubah pikiran aku berangkat sekarang, aku no problem artinya aku tidak dibohongi."


__ADS_1


"Walau saat itu dia sudah melakukan aksinya karena dia bilang sedang menuju Bogor, aku masih kasih toleransi lah."



"Tapi ini aku tahu karena ada staf datang minta tanda tangan berarti kan dia membohongiku dan aku tidak terima itu.



"Bahkan setelah malamnya sampai rumah dia tak bilang telah membawa Prilly. Aku dianggap apa?" kata Vonny.



"Benar! Bohong hal kecil nanti akan menjadi besar! Sama seperti kejadian berbohongnya Abu saat habis making love dengan Witri."



"Kalau saat esoknya dia cerita padaku bahwa dia habis dijebak maka kita bisa antisipasi soal kehamilan Witri. Tapi kan Abu tidak cerita itu. Yang akhirnya berbuntut sampai puluhan tahun. Kebohongan yang menumpuk sudah terlambat untuk diurai," kata Ambar.



"Apa Sjahrir tahu kamu pergi hari ini?"



"Tidak yang tahu hanya aku dan Adel, kau dan Sonny. Sonny tahu kami ke sini karena kemarin dia ke Jakarta."



"Sonny bilang habis ambil barang-barangmu. Dia juga ambil mobil miliknya untuk dibawa ke Jogja."



"Iya Sonny tadi sore cerita besok habis Subuh akan membawa mobilnya. Dia tidak mau perjalanan malam. Perjalanan malam ngantuk karena dia sendirian."



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1676135452603.jpg)


__ADS_1


Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.


__ADS_2