
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Wajah bahagia terlihat pada pasangan Sonny dan Adelia. Hari itu sudah selesai diadakan lamaran dari keluarga Abu.
Airlangga, Ambar dan Abu tidak datang sendirian mereka membawa keluarga besarnya. Ada sepupu Airlangga, ada kakeknya Sonny yaitu ayahnya Ambar. Ada juga kakak dan kakak ipar Ambar.
Semua keluarga besar bahagia karena Sonny akan mengadakan pernikahan tiga minggu lagi.
Tadi hasil keputusan rembug dua keluarga besar waktu pernikahan yang mereka pilih tiga minggu lagi.
Itu yang membuat wajah Sonny sangat sumringah.
Dari keluarga Ariel juga hadir berapa saudaranya. Memang tak ada orang tua Ariel dan Vonny karena dari Maluku terlalu jauh. Mereka akan datang nanti saat pernikahannya Adelia saja.
Hari ini yang datang adalah orang-orang yang ada di Jakarta dan sekitarnya.
Bahkan ada yang dari Bandung hanya tidak ada yang dari luar pulau.
Keluarga Sjahrir mau pun keluarga Vonny tentu saja semua sangat senang akan keputusan itu.
"Enggak nyangka ya tiga minggu lagi kita akan resmi jadi suami istri," ucap Sonny saat mereka sedang di halaman belakang.
"Bener Mas, tapi kita belum pernah bicara bagaimana kita kedepannya? Tinggal dimana dan masalah kerjaan gimana?"
"Mau kamu gimana?" Sonny balik bertanya.
"Aku sayang Mas kalau harus melepas pekerjaanku, tapi aku sudah berjanji bahwa setelah menikah, aku akan ikut Imamku."
"Kamu tahu perusahaan di Jakarta sudah nggak ada. Aku bingung kalau kamu nggak mau ikut ke Jogja." Balas Sonny.
"Aku pasti ikut Mas. Aku enggak akan bantah. Aku hanya bilang sayang pekerjaanku, bukan nggak mau ikut kan?" kata Adelia.
\*\*\*
"Kalian serius mau pulang sekarang?" tanya Ariel pagi itu.
Memang Dwi dan Laksmi serta anak-anak pagi ini akan langsung berangkat ke Surabaya dengan pesawat. Kemarin mereka pergi dengan kereta agar anak-anak puas dari Surabaya ke Jakarta naik kereta api.
Sekarang pulang harus naik pesawat karena besok mereka sudah test. sekarang hari Minggu pagi dan mereka harus bersiap-siap. Laksmi memang menjadwalkan pagi-pagi pulang dari Jakarta biar anak-anak bisa istirahat, lalu belajar persiapan buat besok ujian semester.
"Kalian bener kan tiga minggu lagi bisa datang?" Adelia memastikan adik-adiknya bisa datang saat acara pernikahannya.
__ADS_1
"Anak-anak hari Senin mulai test semesteran. Tiga minggu lagi itu mereka sudah dapat raport. Paling tidak sudah selesai ujiannya jadi walau pun belum dapat raport, mereka nggak akan keteteran."
"Kalian harus bagus loh nilainya. Kakak kan udah janji mau kasih kalian hadiah kalau nilai kalian bagus."
"Nilai kami akan bagus terus kok," kata Fahri.
"Iya lebih-lebih sekarang Papa sering bantu kami belajar," kata Farhan.
Dwi memang bertugas full buat jaga anak-anak dan membimbing mereka.
"Oke kalau gitu selamat jalan. Hati-hati ya."
Dwi dan Laksmi diantar oleh sopir untuk terbang ke Surabaya.
Dwi bahagia ternyata keluarga Laksmi sangat baik. Semalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta anak-anak sangat exciting. Mereka senang karena perjalanan jauh dari Surabaya ke Jakarta mereka lakukan bersama Papa mereka.
Sekarang ke mana-mana bisa berempat tentu itu adalah suatu anugerah buat anak-anak.
\*\*\*
"Sah!" kata para saksi.
Adelia meneteskan air mata tak menyangka dia sampai ke titik ini.
Sekarang Adelia harus menjadi makmum Sonny. Dia tidak mau bersikeras dengan cita-citanya walau sangat sedih karena harus berhenti menjadi dokter kandungan.
Setelah akad nikah pagi ini, Adelia dan Sonny akan menggelar resepsi besok malam.
Jadi sejak siang hari ini hingga siang besok hanya diisi acara ramah tamah keluarga saja. Mereka bicara ngobrol-ngobrol bersama keluarga besar.
Sore hari saat semua berkumpul keluarga Abu dan Ariel masuk membawa sebuah kado yang dibungkus sangat cantik.
Vonny dan Ambar sudah tersenyum dari jauh bersama eyang Angga.
"Adel, Sonny, ini hadiah dari kami." Ariel dan Sonny memang yang jadi wakil memberikan kado itu. Karena itu kado dari kepala keluarga.
"Papa berdua enggak kasih kado aja kami sudah sangat bahagia karena kalian memberi restu pada kami," ucap Sonny dengan bijak.
"Buka dulu kadonya nggak usah banyak ngomong," kata Ariel pada anak dan menantunya.
Sonny dan Adelia membuka kado dengan direkam oleh kameramen profesional yang memang sejak kemarin sudah dikontrak Abu hingga lusa.
__ADS_1
Sonny tak percaya kado yang diberikan kedua pasang orang tua mereka.
Kadonya adalah sebuah rumah sakit bersalin di Jogja!
Artinya Adelia tak perlu berhenti sebagai seorang dokter kandungan. Hanya pindah rumah sakit saja.
Adelia berlari memeluk Ambar berganti memeluk Vonny dan Ariel serta Abu dan eyang Angga.
Demikian semuanya dia ciumi.
"Kalian yang terbaik buatku," kata Adelia.
"Aku nggak terbaik?" Tanya Sonny.
"Kamu the best," kata Adelia tersenyum.
"Makasih ya Ma makasih Pa, makasih Eyang," kata Sonny. Dia tak menyangka mendapat hadiah yang sangat berguna bagi kehidupan dirinya dan Adelia.
Tadi mereka masih bingung mau bagaimana mengatur jadwal kerja mereka berdua.
"Itu kolaborasi kami," kata Angga.
"Jadi tanahnya dari Ariel atau Abu, pokoknya patungan lah bingung tanah bangunannya itu yang dari Abu atau dari Ariel ya?"
"Ha ha ha, kalau enggak dari papa Ariel ya dari papa Abu lah. Sama aja kan?"
"Eyang bingung yang kasih tanah siapa lalu yang bangun siapa. Kalau isinya dari Eyang dan para mamamu lah," jawab Angga.
"Pokoknya itu gabungan kami berlima lah," kata Vonny.
"Aku nggak nyangka loh," ucap Adelia masih tak percaya akan kado kejutan dari orang tua mereka.
"Kami nggak ingin kalian berdua bingung dan saling ribut. Kami ingin kalian rukun selalu," kata Vonny.
Laksmi meneteskan air mata. Keluarga eyang Angga memang keluarga yang terbaik. Laksmi menyesalkan kenapa Mamanya berlaku sangat bodoh membuang permata seperti mereka.
Bahkan dirinya yang jelas-jelas bukan anak Angga aja sampai sekarang tetap diakui sebagai anak, tetap diakui sebagai adik oleh Abu dan Ambar. Sekarang juga tambah diakui adik oleh Vonny dan Ariel.
Dwi bersyukur bisa masuk lagi ke dalam keluarga Airlangga. Keluarga yang sejak dulu memang sangat banyak membantunya baik dari moril mau pun materil.
'*Ya ampun kado pernikahan aja sebuah rumah sakit*!' kata Komang dalam hatinya. Dia tak menyangka keluarga ini benar-benar sangat kaya dan benar-benar saling mengasihi.
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang baru rilis dengan judul WE ARE HAVING A BABY BOY !
__ADS_1