INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
BUNUH DIRI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Selamat siang Pak. Apa sudah melihat foto saat saya berkunjung pada bu Imelda?" Tanya sang pengacara.



"Iya Pak. Laporan sudah saya terima dan sudah saya beritahu pada pak Airlangga." Sahut Abu saat menerima telepon dari pengacaranya.



"Saat Bapak bicara tadi ada saksi kan? Kalau Bapak tak bicara di luar konteks dan tidak menekannya?" Tanya Abu.



"Saya didampingi pak Imron ( polisi ) yang sedang bertugas Pak. Beliau tadi yang membantu saya membuat foto. Dan kebetulan tadi saya minta beliau duduk disebelah saya. Dan lagi kan ada CCTV Pak," sahut sang pengacara. 


\*\*\*



Abu sedang di Solo sendiri. Ambar dan Airlangga di Bali bersama Aksa dan Mukti. Sonny masih di Jogja.



Di Solo Abu membeli furniture standar, hanya dua buah kasur ukuran 120 cm x 200 cm sebanyak dua buah dan satu kasur ukuran 90 cm x 200 cm.



Sendirian Abu membeli peralatan dapur yang urgen saja. Dia tahu Ambar tak pernah protes. Terlebih hanya untuk sementara saja.



'*Barang  bisa mulai dikirim*,' Abu mengirim pesan pada Ambar. Memang prioritas barang yang dikirim adalah barang di Bali dulu. 



Barang di rumah Airlangga di Surabaya akan dibawa dengan truk kecil saja. 



Ambar dan Mukti pun segera menyuruh pegawai villa mengirim barang-barang yang ada di Villa Bali, ke Solo. Sesuai alamat yang Abu berikan.

__ADS_1



Abu juga menyuruh pak Parman dan istrinya untuk bergerak dari Jakarta ke Solo membawa mobil miliknya juga barang-barang milik Abu yang tersisa.



Rumah Jakarta sudah laku saat Abu masih di Jakarta dan pemilik baru memberi tenggat waktu dua minggu untuk mengosongkan rumah itu.



Abu sudah membangun kamar untuk pak Parman dan istrinya di bedeng sementara para pekerja bangunan di lahannya yang baru. Jadi nanti mereka tak akan *kapiran* begitu tiba di Solo. 


\*\*\*



"Sekarang ruang ini lumayan lega lagi," kata Mukti sambil membereskan kembali ruang villa agar tampak rapi seperti sedia kala.



Semua barang Menur sudah "dibuang" oleh Airlangga. Dia bagikan pada kaum duafa. Tak ada lagi barang Menur baik di rumah Surabaya mau pun di villa Bali ini.



Aksa yang pulang dari mengurus kelulusannya di sekolah melihat villa sudah kembali rapi menjadi senang. Artinya sebentar lagi mereka semua pindah ke Solo menyongsong masa depan yang cerah.



\*\*\*



"Selamat malam pak Abu," kembali malam ini pengacara Abu menghubunginya padahal saat ini sudah pk 23.14 Wib.



"Malam juga pak Frans," Abu yang masih ngobrol dengan para pekerja bangunan kaget ada telepon dari pengacaranya yang pagi tadi  baru memberi laporan tentang kunjungannya ke lapas menemui Imelda.



"Maaf mengganggu Pak. Saya baru dapat telepon dari polisi," Frans Hasibuan berkata pelan. 



Walau pakai marga Hasibuan bujang Medan ini sejak lahir berada di  Bogor daerah neneknya dari pihak ibu. Sehingga dia lebih fasih berbahasa Sunda daripada berbahasa Medan daerah asal papanya.


__ADS_1


"Ada info apa Pak?" Abu tentu harus tahu. Karena memang polisi hanya mengubungi pengacara bukan kekeluarga. Saat ditangkap Imelda mau pun Vio mencantumkan nomor Menur sebagai keluarga. Nomor Menur sudah tak diaktifkan lagi oleh Abu dan ponselnya juga dia tinggal di Bali karena Abu pikir tak ada kepentingan dengan nomor itu.



"Polisi memberitahu kalau Imelda kritis di rumah sakit polisi karena dia mencoba bunuh diri," Frans memberi khabar pada Abu.



"Baik akan saya sampaikan pada keluarga siapa yang akan bisa dimintai pendapat soal Imelda."



"Karena saya yakin pak Airlangga tak mau mengurus dia lagi. Dan bu Menur serta ayahnya Imelda sudah gila."



"Saya akan hubungi pak Sudrajat yang awalnya diakui sebagai ayahnya Imelda. Tapi saya juga tak yakin dia mau menengok anak itu." 



"Baik Pak. Hanya itu yang ingin saya sampaikan," Frans bersiap menutup pembicaraan.



"Kalau ada khabar lanjutan mohon infokan ya Pak," pinta Abu.



"Baik Pak. Akan selalu saya infokan."


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678527661963.jpg)

__ADS_1


__ADS_2