INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
AKU AKAN BERUBAH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Tadi dari mana Bee? Abu bertanya pada istrinya. Saat ini mereka sedang santai di ruang keluarga sehabis makan malam.



"Abis godain Vio!" Jawab Ambar santai. Dia senang tadi misinya berhasil.



Abu tentu penasaran apa maksud Ambar.



"Tadi mama ke lapas, pengen ketemu imelda dan Vio. Ternyata hanya bisa ketemu Vio. Ya wis lah, godain dia aja."



"Mama sengaja bikin dia marah. Mama ajuk hatinya kalau sejak dia diperut dia itu hanya boneka bodoh yang sengaja dibuat imelda dan Menur."



"Mama juga bilang, seharusnya sebagai anak Imelda dia bisa hidup normal dengan harta berlebih dan rumah yang hangat. Bukan malah dibuang di panti asuhan sejak lahir."



"Mama juga kasih tau kalau yang bikin dia dan Mukti berbuat salah pertama kali adalah kakek dan nenek kandungnya sendiri."



"Dan pastinya Mama kasih tau, kalau niat Menur nyuri hartamu adalah hanya buat Menur, Imelda dan Laksmi hidup nyaman. Vio enggak termasuk."



"Semoga aja Vio mikir dan berontak pada Imelda dan Menur sehingga di pengadilan dia buka semuanya"



"Kamu tuh bisaan aja ya,"  kata Abu. 



"Biarin lah biar Vio mikir sedikit. Dia tu nurut banget ama perintah Menur dan Imelda karena merasa selama ini dua orang itu Dewi penolongnya."



"Mulai SMA dia keluar dari panti asuhan lalu bisa sekolah di SMA kan karena kedua orang itu yang atur dia tinggal dengan Diandra."


__ADS_1


"Karena Menur dan Imelda dia merasa bahagia bisa keluar dari panti. Padahal Menur dan Imelda juga yang taruh dia di panti!"



"Iya juga sih gimana ya rasanya dia tahu kalau selama ini cuma jadi bonekanya ibu kandung dan nenek kandungnya sendiri?" tanya Abu.



"Yang pasti dia belum tahu kalau Mukti itu bukan anak kita jadi dia pikir dia berhubungan dengan sama-sama cucu kandungnya Menur," kata Ambar.



"Apa selama ini Vio nggak tahu kalau Menur bukan Ibuku?" Abu bertanya pada istrinya



"Aku enggak tahu juga. Aku  nggak dekat sama Vio," sahut Ambar.



"Apa tadi kamu telepon papa?" tanya Ambar.



"Udah aku udah telepon papa." 



"Ya pokoknya tiap hari telepon lah jangan sampai papa merasa sendirian," cetus Ambar.




"Sepeda papa kan udah lama nggak dipakai jadi nggak enak dipakai. Tadi papa pakai sepeda aku," kelas Abu selanjutnya.



"Bilangin  ke pegawai di sana suruh liatin papa. Jangan sampai papa ada apa-apa saat olahraga di jalan sendirian." Ambar khawatir soal Angga yang sendirian.



"Enggak tadi ditemenin kok sama Ripto,"  Abu menjelaskan pada Ambar yang memang selalu khawatir apda prang yang dia sayangi.



"Bilangin sama Ripto ikutin aja ke mana pun eyang pergi takut ada apa-apa saat dia jalan sendirian," kembali Ambar menekan Abu untuk memerintah pegawai Angga agar selalu perhatian pada papanya.



"Iya besok aku ingetin lagi," jawab Abu. Abu semakin merasa bodoh dan menyesal. Mengapa selama ini bisa buta tak melihat betapa cinta dan atensi istrinya pada orang-orang yang mereka kasihi. Mengapa selama ini dia bisa ditutup matanya dan percaya pada pengaduan Menur.



"Kamu sendiri gimana tadi?"

__ADS_1



"Sesuai dengan usulan Sjahrir kemarin, aku udah mulai tawarin properti aja. Ada beberapa yang nanya di email sih," jelas Abu.



"Baguslah."



"Aku juga bikin pengumuman buat karyawan kalau perusahaan akan aku oper alih. Aku bilang yang  mau ikut pindah ke Solo silakan bikin lamaran. Tapi aku nggak nanggung apa pun masalah kepindahan mereka dari Jakarta ke Solo."



"Beberapa yang memang asli Solo seneng dan pengen pindah."



"Mobil yang di Surabaya sama Bali taruh aja di rentalnya Sonny. Enggak usah dijual. Buat yang di Solo kita beli baru, jadi langsung pakai nomor Solo."



"Yang di Jakarta kan tinggal satu ini nanti suruh pak Parman bawa pulang aja pas besok dia pindahan ke Solo sekalian buat bawa barang dia."



"Iya Ma. Iyaaaa," jawab Abu.



"Nah soal Aksa. Di Solo nanti papa jangan beliin motor bebek atau motor apa pun duluan. Kita beliin sesuka dia."



"Biar dia yang milih. Karena kan dia sudah SMA nggak bisa lagi kita kasih sesuai kemauan kita. Paap kadang lupa. Maunya ikutin keinginan Papa tanpa lihat usia anak." Abu ingat saat Mukti dan Sonny dulu dia berdebat dulu dengan Abu saat anak-anak minta mobil atau motor.



"Iya Papa tahu. Papa akan berubah Ma. Besok begitu sampai sini Papa akan biarin dia milih maunya apa," kata Abu.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya teman yanktie bernama DECHE dengan judul novel PEMBANTU SOLEHA BOS BRENGSEK ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678231825019.jpg)

__ADS_1


__ADS_2