
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Adelia mendapat pesan sang mama untuk mengatur waktu liburan 4 hari ke Bali saat libur panjang. Ada dua jadwal libur panjang yang jadi pilihan.
“Aku pilih yang kedua aja Ma. Itu masih lebih lama dan aku bisa atur waktu ku di poli mulai saat ini.” sahut Adelia.
“Oke, jadi bukan yang minggu ini ya. Kita ambil yang tiga minggu lagi,” sahut Vonny. Dia dan Sjahrir juga akan mengatur waktu libur saat ini. Jadi mereka akan bisa memenuhi undangan Ambar di Bali.
“Iya Ma. Atur itu aja,” sahut Adelia.
***
“Sonn, libur panjang akhir bulan ini kosongkan waktu dan kamu pulang ke Bali ya. Keluarga Sjahrir bersedia menerima undangan mamamu,” Abu memberitahu Sonny putra sulungnya setelah mereka membahas masalah Imelda.
“Papa dan mama juga datang ya Pa,” pinta Abu pada Airlangga. Rupanya mereka sedang zoom bertiga.
“Papa dan mama sih any time bisa. Kalian ingati papa dan mama satu minggu sebelumnya dan tiga hari sebelumnya,” pinta Airlangga.
“Iya Eyang. Akan aku ingetin,” sahut Sonny.
“Kamu jangan sampai enggak datang Sonn,” Abu mengingatkan Sonny.
“Insya Allah aku akan berangkat Pa. Aku akan pesan tiket mulai sekarang. Karena high session seperti itu tiket dari Jakarta tentu sulit,” sahut Sonny.
__ADS_1
“Ingetin Mukti Pa. Dia juga harus gabung saat acara keluarga,” sahut Sonny selanjutnya.
***
Sonny bergerak cepat ke temannya yang biasa membantunya.
“Siapkan aku tiket Jakarta ke Den pasar dan sandingkan aku dengan kursi Adelia yang datanya ada padamu. Tanggal perkiraan saat libur panjang akhir bulan!”
“Baik. Aku catat di buku besarku,” sahut sang agen dengan cepat.
***
“Aku kan tinggal di rumah Pa, jadi enggak perlu lah di wanti-wanti seperti itu,” jawab Mukti saat Abu meneleponnya.
“Bener banget kamu tinggal di rumah. Tapi kamu enggak peduli kalau Papa dan Mama ada tamu. Dan mereka akan menginap di villamu yang di Uluwatu. Jadi sebagai pemilik villa kamu yang harus menyediakan semua keperluan.”
“Siap Bos,” balas Mukti. Agar tak lupa dia segera menghubungi manager villa untuk menyediakan yang terbaik bagi keluarga Sjahrir.
“Libur panjang akhir bulan ini pak Mukti?” tanya sang manager.
“Iya benar. Siapkan villa terbaik yang kapasitas dua kamar tidur,” jawab Mukti. Dia tak ingin disalahkan papanya bila tak memberi service terbaik untuk tamunya.
***
Kasus Vio dan Imelda sudah berjalan. Tak ada ampun dari Sonny dan Abu walau untuk tunangan dan untuk adik sambung. Karena sudah mendengar pengarahan Adelia, mereka menjadi lebih tegas dan ‘kejam’.
Kalau merasa cinta dan yakin akan menjadi istrinya, mengapa harus korupsi diperusahaan calon papa mertua?
__ADS_1
Kalau merasa jadi adik, mengapa tega dan senang membuat kakaknya bangkrut dan terpuruk?
Itu yang Sonny dan Abu pegang. Demi uang, keluarga dan cinta jadi tak berarti.
Semua barang milik Vio juga sudah dikeluarkan dari rumah dinas yang selama ini dia tempati. Semua dikembalikan ke alamat orang tua Vio di Surabaya dengan ongkos kirim dibebankan pada si penerima ( DFOD = delivery fee on delivery ).
Tak ada ampun dari Sonny. Bahkan untuk ongkos kirim barang milik Vio pun tak mau dia tanggung.
Saat mamanya Vio minta belas kasihan Sonny pun menjawab lugas : “Mama tanyakan pada Vio. Saat dia korupsi, dia kasihan enggak pada saya yang masih tunangannya? Saya masih manis ke dia, memberi dia jabatan dan tempat tinggal bahkan mobil mewah. Mengapa dia membalas dengan menikam saya yang akan jadi suaminya?”
“Jadi Ma, walau semua uang nanti dia bisa kembalikan. Saya akan menuntut ganti rugi 1M dari Vio. Saya ingin dia menukar sisa hidupnya di penjara sampai busuk. Karena andai rumah Mama yang sudah saya renovasi habis itu dijual juga tak akan bisa mencapai 1M.”
“Dan kalau rumah itu dijual, kalian mau tinggal dimana? Di emper toko? Tanya ke Vio kenapa dia bisa kejam pada saya dan sekarang Mama minta saya kasihan pada dia. Tanya ke dia Ma,” Sonny sengaja meminta orang tua Vio berpikir jernih. Jangan asal minta keringanan tapi dia tak dimengerti.
Mama Vio lemas mendengar fakta itu. Dia memang tak habis pikir bagaimana Vio bisa serakah mengambil uang calon suaminya. Andai Vio sabar, bukankah semua akan jadi miliknya tanpa kesulitan?
Sekarang bahkan semua uang yang masih ada di rekeningnya masih kurang untuk mengembalikan kerugian Sonny dan Abu. Belum lagi bila Sonny benar-benar akan menuntut Vio kerugian sebesar 1M.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNCOMPLETED STORY itu ya.