
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Adelia merenung di dalam ruangannya sehabis selesai memeriksa pasien. Dia masih di poli kandungan belum pindah ke ruang administrasi manajer keuangan.
"Suster kalau sudah selesai tutup aja saya mau di sini sebentar," kata Adelia kepada suster yang membantunya di Poli itu.
"Baik Dok, sebentar lagi ini selesai, kami keluar," kata dua suster yang membantu Adelia. Mereka sudah selesai membersihkan alat, menyimpan kembali, mengeluarkan tempat sampah dan membereskan berkas data pasien.
Adelia mengingat awal kejadian terpuruknya hidupnya. Awal bagaimana dia tertikam oleh Prilly.
Awal mama dan papanya bercerai. Semua karena makhluk bernama Prilly yang kebetulan lahir dari rahim yang sama dengannya.
Adelia ingat ketika dia sudah rapi dengan baju adat untuk pernikahannya, dia ingin memperlihatkan pada CACA ( kakak perempuan untuk Ambon muslim ). Adelia mendatangi kamar kakaknya. Dia berjingkat pelan ingin mengagetkan kakaknya.
Adelia putar handle pintu kamar kakaknya dengan pelan agar tak ada suara.
“Kau selalu memabukkan sayangku,” Adel mendengar suara yang sangat dia kenal. Suara calon suaminya. Dan dia dengar desah dari mulut sang kakak.
“Cepat sayang … cepat … kau akan segera menikah … cepat,” desah sang kakak dengan nikmatnya.
Adel tak percaya melihat live show saat itu.
Kakak kandungnya sedang mereguk kenikmatan dengan calon suaminya.
“Cacaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” Adel menjerit dengan tak percaya
“Sayank …,” Jeffry kaget karena dipergoki calon istrinya.
Dengan sigap Adel langsung mengambil celana Jeffry dan dia buang keluar kamar. Dia ingin semua orang melihat bagaimana be-jadnya kelakuan calon suaminya dan Prilly. Buat Adelia keduanya sampah. Tak pernah sekali pun Adelia menangis atas peristiwa itu.
Kalau sekarang dia menangis bukan karena gagalnya pernikahan. Tapi lebih kepada karena hancurnya rumah tangga kedua orang tuanya akibat mereka tahu kelakuan Prilly.
Vonny Talabessy mamanya Adel dan Prilly, langsung berlari ke kamar anak sulungnya karena mendengar teriakan Adel. Disusul calon besannya yang kebetulan sedang pinjam lipstik padanya. Dia takut ada apa apa dengan Prilly yang dilangkahi Adelia.
“Astagfirullah. Prilly! Jeffry!” teriakan Vonny langsung menggema.
Inge Wasahua langsung memukuli putranya yang belum menggunakan celana. Celananya telah dibuang Adel keluar kamar.
Adelia ingat. Bagaimana peran papanya membela dirinya.
Sjahrir ayah Prilly dan Adel yang baru tahu keributan, langsung menghajar Jeffry calon menantunya tanpa peduli dengan calon besannya.
__ADS_1
Dia sangat sakit anak bungsunya disakiti Jeffry dan dia dipermalukan.
“Sebaiknya kita ambil jalan damai saja,” Humprey Wasahua menahan pukulan Sjahrir selanjutnya.
Dia tahu dan sangat tahu anak lelakinya salah. Tapi perhelatan sudah di depan mata. Mereka harus mempertahankan kehormatan nama besar keluarga mereka.
Akad nikah akan dilakukan tak sampai satu jam dari saat ini dan pesta akan digelar nanti malam jam tujuh di hotel besar.
“Tak ada jalan damai untuk persoalan ini. Persaudaraan kita tak akan terputus. Saya pastikan itu. Tapi saya tidak akan mungkin menjual Adelia buat bajingan seperti Jeffry."
"Dan kalau Jeffry mau ambil Prilly silakan. **Saya tak akan pernah mau jadi walinya**. Karena sejak saat ini **Prilly bukan anak saya** lagi,” tegas Sjahrir memutuskan.
Sjahrir lebih baik malu daripada harga dirinya diinjak-injak oleh Jeffry.
Adelia ingat itu. Papanya dengan tegas mengatakan pada semua orang kalau papanya sudah tidak mengakui Prilly sebagai anaknya dan tak akan pernah jadi walinya.
Nyatanya?
Papanya menjilat ludah sendiri. Kata-kata yang Sjahrir keluarkan kalau Prilly bukan anaknya hanya terucap karena emosi.
Semua karena sosok bernama Prilly. Dia yang menghancurkan semuanya. Dan sekarang Prilly kembali menikamnya dengan perantaraan tangan papanya!
Sjahrir langsung ke ruang bawah untuk membubarkan tamu dan membatalkan pernikahan. Dia akan menemui penghulu yang sebentar lagi akan datang. Dia lebih baik malu saat ini daripada anaknya terluka sepanjang kehidupan pernikahan kelak.
PEDIH!
Adelia ingat bagaimana papanya menyayanginya. Tapi diakhir cerita papa menikamnya dengan mengangkat kembali Prilly dari lumpur. Tak cukup saran mamanya untuk menanggung semua biaya rumah sakit. Papanya membawa pulang orang yang sudah tidak diakui sebagai anak ke rumah sakit milik keluaraga tanpa pemberitahuan dulu pada amama dan dirinya!
"Adel masih cuti nikah kan, Adel akan tetap berangkat ke Uluwatu ya. Jangan batalkan tiket pesawat dan villa yang sudah di pesan."
"Batalkan segera yang atas nama Jeffry agar dia tak bisa ikut berangkat. Dan jangan lupa, jangan beritahu siapa pun kalau Adel tetap berangkat ke Uluwatu. Beritahu saja Adel pulang ka Ambon buat berlibur dirumah Tete’ ( KAKEK ) dan Nene’ ( NENEK ),” pinta Adel pada Sjahrir esoknya sesudah tragedi kemarin.
Dan papanya dengan penuh kasih memberi atensi sangat manis.
“Mau Papa dan Mama temani?” tanya Sjahrir.
“Paaaaa, Adel bukan anak kecil dan Adel tak akan putus asa. Sudah Adel katakan pada Mama tadi pagi kalau Adel sangat bersyukur mengetahui semuanya sebelum pernikahan."
"Adel tak bisa bayangkan bila mengetahui setelah pernikahan. Pasti akan menyakitkan,” jawab Adelia.
“Kejadian tadi pagi itu suatu tanda Allah sayang ke Adel,” jawab Adelia dengan besar hati.
“Baiklah, kamu akan berangkat besok pagi? Kali ini izinkan Papa antar ke bandara ya. Jam enam kita berangkat,” Sjahrir pun akhirnya mengalah tapi tetap meminta dia yang mengantar putrinya ke bandara.
__ADS_1
Sebegitu hebatnya papa dimata Adelia kala itu. Pria yang mencintai istri dan anaknya.
Nyatanya pria itu pria pembohong!
Papa hebatnya telah membuatnya jadi anak broken home. Papa yang sangat khawatir saat kejadian itu ternyata 'membunuhnya'
Adelia benci Sjahrir. Sangat benci!
Saat pernikahannya harus kandas, Adelia tak sesakit ini. Sekarang semua tak bisa lagi dia tolerir.
Mama dan papanya bercerai bukan karena pernikahannya yang gagal. Tapi karena kebohongan papanya yang selalu menutupi kelakuan buruk Prilly.
Adelia ingat saat Jeffry mengejarnya untuk tunangan dia minta agar Prilly lebih dulu menikah.
"Caca, kapan Caca menikah?” tanya Adelia pada Prilly, karena Akhir-akhir ini tunangannya sudah ingin meresmikan hubungan mereka.
“Kita ini orang Indonesia Timur, enggak ada pamali kalau dilangkahi. Kamu nikah saja duluan. Bukan halangan bagi Caca."
"Sudah terima saja permintaan Jeffry. Aku lihat dia serius padamu walau hanya tiga kali aku bertemu dengannya selama ini,” jawab Prilly.
Prilly memang jarang di rumah dan kumpul keluarga. Dia bisa bertemu dengan Jeffry saat lamaran Adelia, saat tunangan dan juga saat keluarga Sjahrir berkunjung ke rumah keluarga Humprey. Itu semua juga karena Vonny mengancam Prilly agar hadir saat tiga event itu.
'*Mereka bisa melakukan hal itu berulang-ulang padahal sebelumnya baru tiga kali bertemu*?'
Adelia membayangkan penjaja kepuasan, baru bertemu bisa saja langsung bersatu. Tanpa rasa apa pun!
Tapi Adelia ingat kata-kata Jeffry yang dia dengar ketika itu : kamu selalu saja bisa memabukanku sayang!
Jelas kata **selalu** mengindikasikan mereka sering melakukannya kan?
Dan baik Jeffry mau pun Prilly sama-sama menyebut sayang! Jadi ada keterikatan batin antara mereka!
Adelia benci Prilly! Adelia benci Sjahrir!
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.
__ADS_1