
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Jadi Ma, sebenarnya aku mau jujur sama Mama. Aku papa, Mukti habis ngobrol sama eyang Airlangga. Kami dari Bali, eyang di Surabaya."
"Tadi makan siang itu aku bukan sama klien Ma, tapi sama papa dan Mukti ini untuk membahas keluarga kita yang hancur lebur akibat ulah eyang Menur."
"Aku berharap Mama sama papa bisa rukun lagi. Selama ini Mama tuh diinjek-injek loh Ma."
"Dia pasti seneng Mama hancur. Lebih-lebih sekarang mama dan papa udah pisahan memang itu tujuannya dia Ma."
"Jadi Mama ingat-ingat Ma mau diem aja diancurin atau kita lawan Ma."
"Papa, Mukti sama eyang aja mau ngelawan masa aku sama Mama diem? Mama bisa ketemu sama Ferry. Dia sudah bilang mau bantu. Papa bilang nanti kita yang belikan tiketnya pulang pergi."
"Om Ferry itu bilang, kalau misalnya dia nggak sempet karena dia sibuk dua temennya itu ada di Surabaya malah lebih mudah bertemu. Nanti terserah mama semuanya. Mama pikir dulu aja."
"Mamas bukan mau nekan Mama. Enggak Ma. Kita malah ngedukung Mama yang selama ini udah diinjak-injak sama eyang Menur."
"Nggak usah kamu gituin, Mama pasti akan lawan dia. Dia tikam Mama, Mama cincang dia."
"Kalau dia hanya sakiti Mama, Mama masih sabar. Tapi dia menyakiti tiga anak Mama. itu sudah terlalu kelewatan."
__ADS_1
"Mama nggak rela. Mama akan bantai dia!" kata Ambar dengan geram.
"Sebelum mama bantai atau cincang eyang Menur, kita dengerin ya Ma. Ini tadi rekaman kita ngobrol. Dan nomornya Om Ferry udah di aku kalau Mama mau hubungi dia sekarang. Karena tadi aku udah bilang papa," kata Sonny.
Sonny lalu membuka rekaman tadi waktu dia telepon dengan Airlangga. Ambar mulai mendengar : "Eyang kita sambil makan ya?"
"Ini kenapa eyang nya enggak jawab?" Ambar bertanya pada Sonny.
"Eyang Angga pakai earphone. Dia nulis jawabannya Ma. Bukan ngomong. Kalau ngomong ketahuan sama eyang Menur."
"Oh oke," Ambar lalu mendengarkan semuanya dari A sampai Z.
Suaminya menggali semua persoalan.
Ambar juga senang waktu mendengar Mukti bilang *Papaku satu-satunya adalah Lukito Prabunegara* dan *mamaku satu-satunya adalah Ambarwati Soetiono*.
Sejak Mukti bayi Ambar memang tak pernah punya rasa benci pada anaknya itu.
"Oke nanti aku bilang sama papa dan eyang bahwa Mama mau cincang eyang Menur sama mau bantai dia," Sonny menggunakan kata-kata yang digunakan mamanya.
"Alhamdulillah aku senang banget Ma."
"Mama nggak nyangka. Bener nggak nyangka," Ambar terus aja bicara seperti itu.
__ADS_1
"Aku juga waktu itu di Jogja ngomongnya gitu mah. Kok bisa ya, kok bisa ya. Kita nggak ada yang percaya Ma."
"Ya udah Alhamdulillah. Aku seneng banget loh Mama."
"Ya Mama juga kalau tahu dari awal nggak bakal mau lah. Mama tahunya papa cinta sama Witri, yang papa tahu Mama jahatin Mukti."
"Kita nunggu hasil dari eyang Angga nih Ma, tante Laksmi anaknya siapa. Masalahnya papa kan susah dapat anak juga kan karena turunan dari eyang kakung yang susah dapat anak."
"Eyang baru dapat papa aja setelah menikah 10 tahun lalu sampai eyang putri meninggal enggak dapat anak lagi"
"Terus nggak pernah dapat lagi tiba-tiba kok ada tante Laksmi. Makanya eyang Angga penasaran."
"Ya udahlah yang penting kita udah tahu semua. Nanti Mama kumpulin buktinya. Mbok Darmi juga tahu kok. Karena kan Bu Darmi ikut Mama dari mulai di Surabaya."
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.
__ADS_1