INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MEREKA BERSAHABAT


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




“Aku baru tahu Vio dan Mukti satu SMA disini. Aku baru tahu Vio dulu juga tinggal di Bali dan mereka satu angkatan."



"Anehnya sejak pertemuan dengan keluarga Vio di Kediri, Mukti dan Vio tak pernah bertegur sapa."



"Bukankah bila kita mau jadi saudara ipar dan pernah satu sekolah harusnya terlihat akrab dan saling ejek mengingat kenakalan atau keceriaan saat SMA dulu?"



"Dan saat pertunanganku di Surabaya, Mukti yang tadinya datang, pas saat Mas tunangan pergi dengan alasan ada tamu tiba-tiba di Bali."



"Apa yang terjadi antara mereka? Apa yang mereka sembunyikan dari Mas?"



"Cari tahu ke teman dekat mereka. Tapi jangan sampai ketahuan Mas sedang mengintrogasi. Tanyakan seakan Mas enggak percaya dulu yang dekat adalah Mukti yang jadian malah Mas."



"Teman dekat? Siapa teman dekat Mukti yang aku bisa tanya? Aku enggak mungkin tanya teman dekat Vio saat SMA karena aku tak pernah kenal temannya Vio selain temannya di kantor saat ini."



Sonnya akan mengingat-ingat siapa teman SMA Mukti disini yang dia kenal dan sering ke rumah. Saat Mukti SMA, Sonny di Jogja karena kuliah di UGM lalu lanjut kuliah di luar negeri. 



Dari kedai ice cream itu Sonny mengajak Adelia ke rumah keluarga Lukito. Rumah bergaya adat bali yang super besar.



"Lho Den, koq pulang?" Semua pegawai di rumah ini tahu kalau keluarga majikannya sedang liburan di villa bersama tamu keluarga. Bahkan para pegawai yang menyiapkan semua keperluan termasuk bebek tulang lunak kemarin dan makan malam hari ini.


__ADS_1


"Ada buku yang harus aku ambil Paklek," Sonny seakan ada keperluan.



"Eh iya, Paklek ikut Papa udah sejak aku SMP ya?" Sonny seperti mengingat masa itu.



"Iya. Aden kelas tiga SMP, den Mukti kelas enam SD dan dek Aksa belum ada," sahut sang pegawai. 



"Aku ambil buku dulu," Sonny menuju kamarnya dan mengambil satu album foto lama miliknya.



"Minum dulu Del."



"Paklek, dulu saat aku kuliah, teman Mukti yang sering main dan menginap sini siapa itu namanya?"



"Dulu den Mukti dekat dengan den Putu Abyaksa, lalu dengan den Made hingga kuliah bersama di Paris dan satu lagi dengan den Komang yang baru meninggal tiga bulan lalu," sahut sang asisten rumah tangga.




"Satu-satunya teman perempuan yang den Mukti ajak kesini dulu itu kan yang dia bilang sahabatnya. Ya den Vio itu aja. Den Mukti enggak bilang itu pacar ya koq. Itu pun datangnya bersama den Made. Kan akhirnya den Vio jadi tunangan den Sonny," dengan lugunya paklek Bambang bercerita.



"Saat Vio kesini sudah ketemu om dan tante dong ya?" Adelia membalik- balik album foto tanpa melihat sama sekali. Dia juga jadi terpancing dengan cerita Mukti dan Vio.



"Enggak ada. Bapak saat itu masih sibuk kerja, dan ibu sibuk dengan den Aksa.


\*\*\*



Adelia lupa kalau sore ini dia akan pergi dengan Vonny. Saat terbangun dan tak mendapati Adelia, tanpa banyak protes Vonny pergi berdua dengan Ambar diantar sopir.


__ADS_1


Saat tiba kembali di villa Adelia baru teringat rencana Vonny. Itu karena sang mama belum kembali dari belanja.



"Mas bakal balik ke kantor hari apa? Selasa sudah aktiv kerja?" Tanya Adelia. Mereka sedang duduk bersama Sjahrir dan Airlangga yang sedang berpikir keras memindahkan bidak catur.



"Aku pulang dari sini hari Selasa. Tiket hari Senin sudah full booked saat aku pesan," Sonny tahu tiket hari Senin memang super padat.



'*Aku hari Kamis kan ke Jogja. Aku bisa cari tahu dari Made. Aku akan ajak dia ketemuan atau aku pura-pura mengunjungi rumahku bertanya apa yang bisa aku ubah sesuai kebutuhan rumah tangga nya*.' Sonny jadi bersemangat. 


\*\*\* 



Adelia memperhatikan permainan catur sambil ngemil keripik kentang miliknya. Dia juga suka main catur karena sejak kecil Sjahrir mengajarinya. Prilly tak mau begitu pun Vonny. Sehingga dulu hanya Adelia kecil yang mau diajak Sjahrir main catur.



"Ha ha ha, dua langkah lagi Papa kalah," Adelia berkomentar apa yang dilihatnya.



"Itu sebabnya sejak tadi kening papamu berkerut Del," sejak dulu Airlangga tahu kalau Adelia bisa main catur walau tak pandai. Setidaknya di rumah Sjahrir ada teman main catur.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1674294381284.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul UNREQUITED LOVE itu ya.

__ADS_1


__ADS_2