INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
HARUS SIAP MENTAL


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Sonny tak mau menunggu lama, dia yang sedang sibuk ikut tender menyempatkan diri kabur ke Bali karena ingin aku dan Ambar kembali bersatu. Dia bicara dengan Ambar dan menjembatani kami bersatu."



"Alhamdulillah semua masalah di keluarga kecilku clear."



"Ambar mengusulkan tidak tinggal di Bali karena disana banyak luka yang dia rasakan. Setelah diskusi panjang, aku, Ambar dan anak-anak memutuskan pindah ke Solo agar tak saingan dengan Sonny tapi tak terlalu jauh."



"Jadi setelah eksekusi eyang Menur kami ke Solo untuk beli tanah dan mencari sekolah buat Aksa," cetus Ambar.



"Tante. Cerita eksekusi eyang Menur belum," protes Adelia.



"Untuk tahu eksekusi ini kalian harus siap mental. Kalau punya penyakit jantung lebih baik tak usah mendengarkan karena akan shock!" Jelas Abu.



"Sudah cepat, aku penasaran," pinta Sjahrir.



"Tapi aku tak bisa cerita kalau kelaparan," tolak Abu.



"Ha ha ha, alasan saja. Atur meja *dolo* Ma. Nanti kita mati penasaran kalau Abu mati kelaparan di rumah kita!" Sjahrir meminta Vonny menyiapkan makan siang lebih dulu.



Mereka pun pindah lokasi ke ruang makan. Hari itu menu utama makan siang adalah aneka sayuran mentah karena memang Vonny minta masak KAREDOK buat makan siang sebelum ada Ambar dan Abu datang.



Lauknya hanya lele goreng dan kerupuk.



Ada juga ikan tuna yang di pedesin.



Karena ada tamu maka lauk ditambah ayam goreng. Takut Ambar atau Abu tak suka ikan lele.



Selama makan, topik pembicaraan hanya masalah cuaca.



Sehabis makan mereka pindah ke ruang tengah. Di meja sudah tersedia puding lumut dan es buah. Tinggal ambil sendiri-sendiri.



"Cepat mulai, bukankah perutmu sudah kenyang?" Desak Sjahrir pada Abu.

__ADS_1



"Seharusnya sejak awal aku minta bayaran bila tahu attensi audiens sedemikian besar," seloroh Abu melihat tingkat penasaran Sjahrir.



"Ingat ponselnya eyang Menur yang Papa kasih ke aku buat disimpan?" tanya Abu.



"Ingatlah," jawab Vonny antusias.



"Malam itu ponsel itu aku kutak kutik. Aku coba cari memori untuk mengembalikan pesan tapi nggak ada pesan yang bisa aku baca."



"Saat itu tak sengaja aku tekan tombol call, tapi langsung aku batalkan karena aku takut kalau aku ketahuan."



"Lalu masuk pesan : '*Kenapa yang*?' Aku pikir  wajar kan orang itu pesan untuk EYANG."



"Aku tak berani menjawab pesan itu," kata Abu sambil mengambil es buah yang Ambar sodorkan.



"Cerita tentang ini belum aku beritahu ke anak-anak sampai saat ini karena kami lebih senang cerita berhadapan. Yang tahu hanya aku Ambar dan papa Angga."



"Sekarang kalian akan tahu lebih dulu dari Sonny dan Mukti."




"Lalu masuk pesan lagi :  '*Nggak bisa bicara ya karena ada si tua itu*?' lalu aku tulis huruf Y sebagai balasan maksudnya adalah ya."



"Setelah itu dia bilang : '*ya sudah bobo aja ya Yang*' katanya, terus ada lagi kata '*I love you*'.  Aku mulai forward semuanya itu ke ponsel papa dan Ambar."



"Aku terus mencoba menggali ada rahasia apa dengan lelaki itu dan eyang Menur. Aku hati-hati karena takut salah tulis sehingga dia sadar yang membalas bukan Menur kekasihnya!"



Sjahrir dan Vonny hanya memperlihatkan wajah tak percaya.



"Gilaaaaa," seru Adelia.



"Tadi sudah Om bilang kalian kalau enggak kuat jantung jangan dengarkan cerita lanjutan. Karena ini belum seberapa," Ambar menimpali komentar Adelia.



"Aku gali terus dengan mengajuk dan membujuk manis mengingat kenangan tempo dulu."



"Tebakan Sonny kalau Imelda adalah wayang saat merusak pernikahanku ternyata benar. Sonny dan Mukti menduga tragedi saat pernikahanku dengan Ambar itu adalah skenario eyang Menur yaitu dengan mengumpan Imelda."

__ADS_1



"Tapi itu bukan kejutan. Kejutannya adalah Vio itu anaknya Imelda! Tanpa Vio tahu sampai sekarang!"



"Keberadaan Vio dalam kandungan itu dibuat setelah jebakan Witri mengaku hamil dan aku tolak nikahi!"



"Aku belum selidiki siapa ayah biologis Vio."



"Karena Imelda tak punya kesempatan menjebakku sampai kehamilan berusia tiga bulan, maka sampai lahir keberadaan Vio disembunyikan. Dia dirawat di panti asuhan."



"Orang tua Vio saat lamaran oleh Sonny di Kediri adalah orang bayaran. Hanya artis!"



"Sejak lahir Vio dirawat di panti asuhan di Surabaya. Jadi sering didatengin sama Menur dan Imelda,"



"Kalau nggak salah Mukti sama Vio bukannya seumuran ya?" Tukas Vonny.



"Selisih hampir satu tahun lebih tua Mukti."



"Waktu mendapat penolakan dari Abu, di program lah Imelda buat hamil."



"Manusia edan kan yang ngorbanin cucunya sendiri? Menur yang kasih Mukti dan Vio obat untuk berbuat pertama kali! Tentu saja obat dengan mudah dia dapat dari kekasihnya yang dokter itu."



"Maksudmu?" kata Vonny.



"Pertama kali Mukti dan Vio melakukan itu adalah akibat obat yang diberikan oleh Menur. Dia sengaja mengumpan cucunya kandungnya yaitu Vio agar Mukti ketahuan jelek tabiatnya."



"Kalau Mukti jelek kan Mukti dibuang oleh Abu. Itu akan mengurangi jumlah orang yang dapat warisan dari Abu." Jelas Ambar.



Vonny dan Adelia yang perempuan tentu tak percaya ada nenek berbuat seperti itu pada cucu kandungnya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya AYU ANDILA dengan judul SIMBIOSIS MUTUALISME, TAMENG CINTA ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678077249413.jpg)


__ADS_2