INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
BENAR-BENAR GILA


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Wahid kaget begitu paginya Laksmi datang, malamnya orang tuanya memberitahu tentang semua kebusukannya melalui pesan hasil forward atau pesan terusan dari nomor lain.



Wahid mengira itu adalah perbuatan Laksmi sesuai ancaman putri bungsunya itu. Wahid tak mengira itu perbuatan Abu.



Laksmi tak punya nomor kedua kakek neneknya dari sang ayah biologis atau Wahid. Bahkan nomor Wahid saja yang dia miliki adalah nomor umum untuk pasien yang memang tercantum di kartu nama dokter Wahid.



Wahid tak percaya kekasihnya tercinta terdampar di rumah sakit jiwa tanpa ada solusi bisa dia bawa keluar dengan aman.



Kalau dia bawa keluar, maka polisi siap menerkamnya untuk membawa ke penjara.



Dibiarkan di rumah sakit jiwa, tentu dia tak tega.



Wahid mencari jalan agar bisa membawa Menur tinggal bersamanya dengan dalih di rawat mandiri. 



Tapi dokter rumah sakit tak akan mengeluarkan Menur tanpa izin Abu dan surat izin resmi dari kepolisian. Karena status Menur adalah tersangka.



Tentu Wahid sedih ketika tadi menemui Menur dan kekasihnya itu memeluk erat sambil menangis.



Tak ada lagi jalan keluar untuk masalah mereka kali ini. 



Wahid stress mengetahui semua keburukannya sudah diketahui orang tuanya.



Sekarang dia yang terganggu jiwanya beneran. Bukan pura-pura seperti Menur. 

__ADS_1



Wahid dirawat di sebuah rumah sakit jiwa swasta. Tidak satu rumah sakit dengan Menur.


\*\*\*



"Besok bisa temui Imelda di lapas Pak?" Tanya Abu pada sang pengacara.



"Besok jadwal saya penuh Pak Abu, bagaimana bila lusa pagi?" Jawab sang pengacara.



"Silakan saja, sampaikan saja pada Imelda bahwa Wahid ayah kandungnya sekarang sudah stress beneran karena orang tuanya tahu kelakuannya. Dia sekarang dirawat di rumah sakit jiwa Enggal Waras."



"Beritahu juga pada Imelda kalau sekarang Menur ada di rumah sakit jiwa pemda karena pura-pura gila agar terbebas dari jeratan polisi."



"Baik Pak, akan saya berikan bukti foto dengan tanggal hari kunjungan saya pada Bapak," sang pengacara memberitahu kesanggupannya mendatangi Imelda di lapas.


\*\*\*




"Saya ada pesan dari pak Abu," belum selasai sang pengacara bicara, Imelda langsung memotong dengan arogannya.



"Mau apa dia?"



"Saya hanya disuruh menyampaikan banyak fakta yang tidak kamu ketahui sejak kamu tertutup tembok penjara." Sahut sang pengacara dengan santai.



"Saat ini ibu kamu itu pura-pura gila. Dia ada di rumah sakit jiwa Pemda Surabaya." 



"Pak Airlangga sudah tidak mau menanggung biaya hidupnya karena selama ini anda dan ibu Menur sudah menipunya."



"Pak Airlangga sudah tahu siapa ayah kandung kamu. Kamu bukan anak Pak Sudrajat melainkan pak Wahid kan?"

__ADS_1



"Pak Airlangga juga sudah tahu Vio itu anak kamu."



"Pak Airlangga tak mau menanggung biaya hidup ibu kamu di rumah sakit jiwa. Semula semua dia limpahkan pada Laksmi adikmu."



"Tapi Laksmi tak mau. Dia lempar ke pak Wahid. Pak Wahid harus menanggung biaya rumah sakit bila ibu anda akan terus disana. Kalau ibu anda akan dikeluarkan dari rumah sakit maka dia langsung masuk penjara seperti kamu biar kalian bertiga bersatu. Karena semua kejahatannya sudah terbukti. Dan minta pertanggung jawaban."



Imelda tentu kaget ternyata sandiwara Menur ketahuan oleh Airlangga dan Abu.



"Selain itu Pak Airlangga juga punya bukti semua bahwa kehamilan Witri adalah jebakan Menur. Kejadian pertama Vio dan Mukti adalah otak Menur. Kehamilanmu mengandung Vio adalah rencana Menur menjebak Abu." 



"Jadi dakwaan untuk Menur sangat berat. Selain itu Pak Sudrajat juga sudah melaporkan Menur atas dasar menjebaknya karena dia tahu kamu bukan anaknya dan yang paling penting adalah semua identitas bu Menur sudah dimusnahkan oleh Pak Airlangga. Sehingga bu Menur tak bisa bebas keluar kemana pun."



"Pak Airlangga bahkan tahu Laksmi juga bukan anaknya  melainkan anak pak Wahid sama dengan kamu sehingga jatah bulanan Laksmi dari perusahaan juga dihapus."



"Sekarang kalian semua adalah kere dan akan masuk penjara. Menur dan Wahid sudah tak akan mungkin bisa menolongmu lagi."



"Wahid sekarang benar-benar stres. Tak seperti Menur yang pura-pura gila."



"Terima kasih, selamat siang lalu pengacara itu pergi diatar tatapan sendu dari Imelda.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678517577088.jpg)


__ADS_2