INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
SESUAI HARAPAN


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kenapa kita kemarin lupa soal papa ya saat mau ngontrak rumah," keluh Ambar.



"Kalau dia ditinggal dulu di Surabaya sampai rumah selesai aku enggak akan tenang,"  Ambar masih memikirkan mertua nya saja. 



"Istirahat dulu Bee. Kemarin Aksa kan bilang dia nggak apa-apa tidur di luar sementara. Kita juga kan enggak sampai setahun lah bangun rumah itu. Paling empat hingga lima bulan. Kita bangunin kamar darurat buat Aksa juga percuma."



"Sudahlah biarin aja Aksa di luar di ruang tamu."



"Ya udah apalagi yang belum dipikir ya takut lupa," kata Ambar.



"Identitas kita gimana Mas?" Tanya Ambar.



"Ya nanti kalau udah pulang dari Jakarta ini kita urus aja langsung surat pindah ke Solo. Karena Mas kan juga harus punya domisili Solo buat bikin perusahaan baru."



"Kapan kita balik ke Bali?" Ambar paling tidak betah pergi bila tak bersama anak-anaknya.



"Tiga hari lagi selesai lah. Kita bisa pulang dulu," mendengar itu Ambar agak tenang, dia pun berusaha tidur.


\*\*\*



"Nah kelihatan nih Bu Pak,"  kata Adelia pada sepasang calon orang tua yang sedang berada di ruang periksa.



"Kemarin Bapak maunya apa?" Adelia memancing interaksi kedua calon orang tua itu.


__ADS_1


"Saya kepengennya perempuan Dok karena anak pertama kami laki-laki. Tapi kalau kami diberi kepercayaan adiknya laki-laki ya kami terima. Yang penting bunda dan bayi sehat," jawab Tonny. 



Cerita Tonny ada di UNCOMPLETED STORY ya. udah tamat loh di sana.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678266418180.jpg)



"Kalau ibunya maunya apa hayo?" Tanya Adelia lagi.



"Dia juga inginnya perempuan Dok," kembali Tonny yang menjawab dengan antusias.



"Ye saya tanya ibunya kok," kata Adelia menggoda Tonny.



"Iya Dok saya juga kepengen perempuan. Pengen ngedandanin pakai rok dan bandana. Waktu mamas nya kan enggak bisa pakai baju princess," jawab Wiwien dengan semangat.



"Iya kita lihat ya. Ini kelihatan lho, bisa lihat nggak?" Tanya Adelia.




"Insya Allah ini perempuan sesuai dengan keinginan Bapak dan Ibu."



"Dedeknya ngumpet terus tiap bulan baru sekarang nih kelihatan.  Udah masuk  bulan ketujuh baru kelihatan biasanya bulan ke-4 atau ke-5 udah kelihatan loh Dek," kata Adelia.



"He he he sengaja ya godain Bunda sama Ayah?" kata Tonny.



Tonny sangat senang akan punya anak perempuan seperti impiannya dan Wiwien.



"Ini masuk bulan ke-7 berarti sekarang kita masuk 2 minggu sekali kontrolnya ya Bu. Bukan satu bulan sekali lagi."


__ADS_1


"Iya Dok saya ngerti," kata Wiwien.



"Ayah bisa nemani tiap dua minggu sekali?" Tanya Wiwien saat mereka akan keluar ruang periksa dokter Adelia.



"Insya Allah bisa Bun. Buat Mas Awan, Bunda dan Dedek kapan aja Ayah siap koq," Tonny memeluk dan mengecup kening Wiwien sehingga hampir tabrakan dengan pasien yang baru mau masuk.



"Kalian baru mau masuk? Dari tadi kami nunggu disini kalian enggak ada," sapa Wiwien pada pasangan Khairunnisa dan Bayu.



"Wow periksa nih," kata Tonny.



"Iya Bang," jawab  Bayu.



"Sudah telat Nis?" tanya Wiwien.



"Iya Mbak baru telat satu minggu tapi Mas Bayu ngotot aja pengen ke dokter," jawab Nisa yang sudah menikah empat bulan dengan Bayu.



"Ya semoga positif hamil ya. Biar mas Awan punya banyak adik," Wiwien mendoakan yang terbaik untuk Nisa.



"Mari kami duluan," Wiwien dan Tonny pun langsung keluar.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya INGFLORA dengan judul AUTHOR AND THE BABY ya.


__ADS_1


![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678266199948.jpg)


__ADS_2