INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
MENGAPA AKU DIBEDAKAN DARI MUKTI?


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kenapa Dek?" tanya Ambar seperti biasa ramah.



Siang ini Laksmi berupaya menghubungi Ambar dia ingin bercerita seperti dulu pada Ambar. Biasanya dia menghubungi Ambar saat dia duduk di mobil menunggu putranya di sekolah. 



Laksmi memang lebih senang menanti di mobil. Kadang sambil baca, kadang sambil menyiangi sayuran atau pekerjaan lainnya yang lebih bermanfaat daripada hanya sekedar ngobrol dengan sesama ibu penunggu anak-anak. 



"Aku mau curhat boleh? Ganggu enggak Mbak?" Tanya Laksmi. Dia takut kakak iparnya itu juga sama ikut menjauh tak mau lagi bicara dengannya.



"Kamu tuh Dek, aku ini sibuk apa tho? Nggak ganggu koq," Ambar tak pernah memandang Laksmi buruk. Karena sepengetahuan dia Laksmi itu lurus-lurus aja.



Tak pernah Laksmi berkata kasar atau terlihat bersikap culas.



"Mbak, aku tahu mama udah nipu apa Angga. Aku sadar itu salah. Tapi kan aku nggak tahu apa-apa Mbak. Aku nggak tahu kalau aku itu dipakai buat menjebak papa!"



"Sejak aku lahir hingga saat ini aku nggak pernah nakal ke papa. Aku nggak pernah ngelawan ke papa Angga. Kenapa apa sekarang buang aku Mbak?" Tanya Laksmi dengan terbata.



"Bukankah aku sama dengan Mukti? Kami tidak bisa memilih dari siapa kami lahir!"



"Mukti juga nggak tahu kan kalau dia bukan anak Mbak. Mukti juga nggak tahu bahwa dia bukan anaknya mas Abu. Dan Mukti malah punya salah pada Sonny yaitu dia malah menikah dengan tunangan kakak yang saat itu dia kira kakak kandungnya!"

__ADS_1



"Mengapa Mukti bisa kalian maafkan? Mengapa Mukti kalian bisa rengkuh? Mengapa Mukti bisa kalian peluk dalam dekap hangat sementara aku kalian buang?" Tanya Laksmi serius dengan mulai terisak sedih.



Ambar jadi sadar semua telah berat sebelah terhadap Laksmi.



"Tolong Mbak, tolong sekali lagi, bilang sama papa aku nggak nipu papa. Aku sayang papa. Aku sekarang sendirian Mbak."



"Aku nggak pernah ngobrol atau bercanda atau malah tidur sama papa Wahid nggak pernah. Aku nggak pernah sama sekali berhubungan sama pak Wahid. Enggak pernah Mbak. Kenapa aku kalian benci?"



"Apa aku pernah protes jatahku kurang? Enggak pernah kan? Aku dikasih, terima kasih. Enggak dikasih aku diam tanpa pernah protes. Apa aku pernah minta?" 



"Aku harus bagaimana biar kalian maafin aku?" kata Laksmi lagi. 




"Sekarang mas Dwi juga harus menceraikan aku gara-gara kelakuan mama, Mbak. Padahal aku nggak pernah satu kali pun merugikan keluarga mas Dwi."



"Maaf ya Dek  kalau hal itu tak pernah terpikir sama Mbak. Nanti Mbak akan bahas dengan papa dan mas Abu. Akan Mbak sampaikan semua," Ambar berjanji akan membahas semua yang Laksmi katakan.



"Kemarin aku ke rumah papa Mbak tapi rumahnya udah kosong. Aku bakal ke Bali nemuin papa saat liburan sekolah anak-anak nanti," Laksmi bercerita sia mendatangi rumah Airlangga di rumah Surabaya.



"Kamu ke Bali pun percuma Dek. Kami sudah tidak di Bali Dek," sahut Ambar.



"Lalu di mana? Jadi aku sendirian di Surabaya? Laksmi tak percaya dia makin sulit bertemu "keluarganya,"

__ADS_1



"Kami semua sudah pindah ke Solo. Awalnya aku nggak mau tinggal di Bali Karena ingat kebusukan ibumu membuat rumah tangga aku dan mas Abu jadi berantakan. Maka kami sepakat akan meninggalnya semua."



"Lalu kami kasihan papa, dia juga sudah tak ingin tinggal di Surabaya, papa yang duluan buang semua barang mamamu. Karena itu aku pun menawarkan papa agar ikut kami ke Solo. Sekarang kami semua sudah di Solo Dek."



"Nanti aku ngobrolin sama semua ya Dek. Nnanti aku akan bilang ke Mas Abu dan papa, liburan kamu nanti ke Solo aja."



"Tapi rumah kami itu sangat kecil Dek rumah type 36 standar karena kami masih ngontrak."



"Aksa pun tidur di ruang tamu. Kami semua tidur di lantai cuma pakai kasur."



"Jadi mungkin nanti kami carikan kalian tempat untuk liburan. Nanti aku bicarakan dulu ya sama papa dan Mas Abu agar papa bisa menerima kalian lagi," kata Ambar.



"Ya Mbak makasih. Aku tunggu ya Mbak. Aku serius kehilangan loh. Selama ini aku nggak pernah kok nakal ke papa. Aku anak papa kok," kata Laksmi.



"Iya Mbak ngerti. Nanti Mbak bilang sama papa," kata Ambar.


\*\*\*



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul ENGAGED TO HIS SON, MARRIED TO HIS DADDY ya.

__ADS_1



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678702555164.jpg)


__ADS_2