INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
KITA MEMANG JODOH


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Kemarin Vonny tak jadi menghubungi Ambar. Baru pagi ini dia sempat.



"Ambar, ini Vonny," sapa Vonny setelah bertukar salam pada Ambar.



"Iya nomormu kan ada di save di ponsel jadi pasti langsung terlihat siapa yang menghubungiku. Pasti kamu tahu nomor baruku dari Adelia kan?" jawab Ambar.



"Ya iyalah dari mana lagi? Enggak mungkin juga dari Sonny.  Sonny kan juga nomornya ganti," kata Vonny.



"Bagaimana khabarmu? Aku sudah dengar ceritamu semuanya versi Adelia. Aku cuma bisa berucap yang sabar ya?"



"Aku sebenarnya ingin main ke Jogja. Tapi bagaimana kalau kamu yang ke Jakarta?" Vonny langsung menawarkan Ambar main ke rumahnya.



"Nah ini yang disebut pucuk dicinta ulam pun tiba," sahut Ambar.



"Apa maksudmu?" Tanya Vonny bingung.



"Pagi tadi Sonny bilang dia ada perlu di Jakarta sekitar satu minggu. Dia tak tega aku di Jogja sendirian karena buat aku bukan orang sini."



"Aku bilang aja aku enggak apa-apa. Tapi dia sedih enggak mau tinggalin. Nah sekarang ada jalan keluar kan?



"Karena undanganmu aku jadi enggak sendirian di Jogja. Aku bisa di rumahmu selama dia kerja," sahut Ambar dengan senang. 



"Yeaaay memang kita berjodoh," Vonny tentu senang Ambar akan ke Jakarta.



"Oke kamu kabarin aja aku jemput atau bagaimana?" Vonny antusias bertanya.



"Nanti ya aku tanya Sonny dulu. Karena kan aku berangkat dengan Sonny. Nanti dia ambil penerbangan yang sampai disana jam berapa. Dia dijemput siapa," Ambar tak bisa menjawab pertanyaan Vonny terakhir.



"Ya udah aku tunggu kabarnya," jawab Vonny. Dia segera memutus pembicaraan karena Ambar akan segera menghubungi Sonny untuk mengkonfirmasi dia ikut ke Jakarta.



"Oke *see you*."


\*\*\*



"Kenapa Ma? Tumben telepon masih pagi? kata Sonny ketika mendapat mendapati mamanya menghubungi.



"Barusan tante Vonny telepon dia ngajakin Mama ke Jakarta kebetulan kan barengan sama kamu. Kamu jadi nggak bingung Mama sendirian di rumah," kata Ambar.

__ADS_1



"Alhamdulillah," kata Sonny. 



"Kalau mama mau ngobrol di tempat tante Vonny ya udah nggak apa-apa. Aku lagi cari tempat menginap karena aku nggak mungkin pulang ke rumah kita di Jakarta." 



"Takutnya papa ada di rumah Jakarta."



"Mengapa kamu nggak nginep di rumah keluarga Sjahrir aja, rumah tante Vonny bareng Mama?" tanya Ambar.



"Enggak Ma. Enggak ditawarin."



"Ya udahlah nanti kan nginepnya sama  Mama. Kamu nggak usah cari penginapan! Kayak sama siapa aja. Mereka itu saudara kita," kata Ambar.



"Aku ngerasa enggak enak Ma,"sahut Sonny.



"Lebih enggak enak bila Mama menginap disana sedang kamu di penginapan. Seakan kamu tidak menghargai mereka," tekan Ambar.



"Nanti kamu bisa satu kamar dengan Mama" lanjut Ambar.



"Aku manut," kata Sonny.




"Jangan Ma kalau dijemput bisa ketahuan orang rumah." Balas Sonny.



"Nah kan makanya, Mama tanya agar jangan sampai Mama salah langkah."



"Kita naik taksi," jawab Sonny. 



"Tadi tante Vonny mau jemput dia tanya kita datang yang jam berapa?" Ambar memberitahu keinginan Vonny.



"Oh ya sudah kalau nanti aku sudah dapat kepastian jam kedatangannya yang jam berapa akan aku kasih tau Mama biar Mama bisa langsung hubungi tante Vonny." Sonny pun memutuskan.



"Kalau begitu Mama packing dulu. Mama enggak bantuin kamu packing pakaian ya."



"Mama nggak tahu baju yang mau kamu bawa. Kamu kan juga harus bawa baju karena nggak pulang ke rumah kita?"



"Sebentar lagi aku pulang untuk packing setelah dapat tiket," kata Sonny.


\*\*\*



Akhirnya Sonny dan Ambar dijemput oleh om Yappie dan Adelia. 

__ADS_1



Vonny tak enak bila hanya Om Yappie yang jemput Ambar dan Sonny.



Ambar dan Sonny membawa masing-masing satu koper kecil. Sonny terpaksa membawa koper karena dia tidak pulang ke rumahnya yang di Jakarta. Kalau dia pulang dan ambil baju atau lebih-lebih ngambil mobil pasti akan ketahuan.



Pasti pegawai di rumah itu akan lapor pada Mukti dan Abu.



"Kok kamu ikut jemput?" tanya Ambar.



"Om Yappie kan nggak kenal tante sama Sonny," kata Adelia sambil salim kepada Ambar.



Ambar memeluk dan mencium Adelia dengan hangat.



"Apa khabar Mas?" tanya Adelia sekarang mereka akrab jadi melakukan cipika cipiki seperti orang Ambon pada umumnya. Mungkin buat suku lain tidak lazim tapi itulah kekayaan budaya Indonesia. 



"Alhamdulillah baik tapi ada perkembangan perusahaan yang akan pindah di Cikarang. Jadi aku harus ke Bandung lalu urus sesuatu di Pemda Bekasi," jawab Sonny.



"Perusahaanmu bukannya di Jakarta Mas?" Adelia bingung mengapa Sonny bilang perusahaan yang di Bandung yang akan diurus. Dia kira Sonny ke Jakarta berurusan dengan kasus Vio.



"Aku kan nggak punya perusahaan di Jakarta. Yang di Jakarta itu kan perusahaan papa bukan perusahaanku," kata Sonny lagi.



"Ya tapi kan tetap aja direkturnya kan Mas," kata Adelia ngotot.



"Sama aja kalau rumah sakit tempatmu kerja sekarang. Rumah sakit itu punya papamu kan? Bukan punyamu? Apa bisa dibilang itu punyamu karena kamu manajer keuangan nya?" Adelia pun hanya mesem  di skakmat oleh Sony seperti itu



"Memang bos kita ini nggak mau kalah," protes Adelia. Ambar tertawa saja melihat kekalahan Adelia.



"Biar cepat sampai rumah kita enggak mampir kemana-mana ya Tante. Kita makan malam bersama di rumah." Adelia lebih dulu memberitahu bahwa mereka tidak akan mampir karena ditunggu makan malam bersama di rumahnya. 



"Iya nggak apa-apa," jawab Ambar. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675480200311.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2