INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
2 X 24 JAM


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Sesuai arahan Tonny, Mukti dan Sonny tetap datang ke persidangan. Adelia tidak perlu datang karena tahu tidak akan ada persidangan yang sebenarnya. Buat apa mereka semua datang.



Sidang dibuka seperti biasa, lalu pada saat akan mulai, diberi pengumuman bahwa sidang ditunda dua hari lagi karena hakim ketua dan wakilnya sedang mendapat tugas mendadak dari negara sehingga sidang tak bisa diteruskan hingga besok dan akan dibuka lagi lusa.



Sonny dan Mukti bertatapan tajam rupanya Tonny bisa membuat penundaan  2 x 24 jam. Benar-benar sangat hebat.


\*\*\*



"Keren ya linknya Tonny," balas Ariel yang dikirimi pesan oleh Sonny tapi dia langsung telepon.



"Iya Om, gila bener. Dia bisa lo bikin seperti ini untung Mukti pernah kenal dekat waktu urusan Made."



"Mukti juga pernah minta Tonny membantu menjadi pengacaranya Vio, tapi Tonny nggak mau karena Tonny nggak suka membela orang yang salah. Bukan takut kalah tapi itu bertentangan dengan hati nuraninya, katanya gitu."



"Om tahu pasti itu karena kemarin dia juga berkasus di rumah sakit yang viral kemarin. Itu kan Tonny yang kalian datangi. Yang dihadapinya adalah dua anak kecil. Orang bilang dia kejam. Lalu semua diam saat dia minta tutup mata dan membayangkan kalau mereka jadi dirinya!"



"Banyak bapak menangis setelah Tonny minta mereka membayangkan ada diposisi Tonny. Terlebih para ibu."



"Akhirnya nggak bisa dipungkiri bahwa semua karena pengawasan orang tuanya anak tadi..dan hukuman jatuh pad akedua orang tuanya." 



"Ya sudah, Om mau lanjut kerja lagi. Jadi libur dua hari ya."



"Iya Om."



"Semoga Tonny dapat bukti yang valid dan lengkap."



"Pasti dia dapat. Orang seperti itu pastii bisa dapat. Karena waktu kasusnya Made aja dia bisa dapat banyak data tentang masa lalu orang tua Priscilla."



"Oh gitu?"


__ADS_1


"Yang aku denger dari Mukti sih kayak gitu."


\*\*\* 



"Papa jadi pengen datang ke Jakarta buat menghadiri sidang lusa."



"Datang aja Pa," Sonny tentu senang bila papanya bisa hadir. Karena papanya lah pemilik perusahaan tempat kejadian perkara itu.



"Pekerjaan disini belum selesai. Nanti lihat selesainya kalau bisa ditinggal mungkin Papa meluncur." Abu sedang sibuk dengan pekerjaan awal membuka usaha baru dengan bendera lama miliknya.



"Kalau nggak bisa berangkat, ya eyang sama mamamu aja yang berangkat nanti malam."



"Kenapa eyang dan mama?"



"Entahlah pokoknya katanya eyang dan mama diminta datang sebagai saksi baru."



"Papa dapat email seperti itu. Eyang Angga dan mama diminta datang untuk persidangan lusa."



"Wah ada apa ya?" Sonny jadi tak habis pikir.




"Malam ini eyang berangkat bersama mama. Kalian jemput aja di bandara."



"Iya Papa kasih tahu aja jam keberangkatan,  nanti aku Mukti dan Adel jemput."



"Oke." 


\*\*\*



"Aku nggak ngerti lho kayak ginian. Kamu jalan sendiri apa gimana?"



"Ya enggaklah Mas kita jalan berdua. Nanti kalau ada apa-apa dengan Mas aku tanggung jawab loh Kak Adel."



"Misalnya Mas ada yang deketin kalau di posting mau ngapain? Kalau dituduh selingkuh sama Adel siapa yang mau jadi saksi?" kata Mukti.

__ADS_1



"Zaman sekarang kan orang foto langsung posting foto langsung di posting, enggak mikir kalau orang lain punya keluarga."



"Iya juga," desah Sonny.



"Kalau aku jalan nggak ada yang minta foto karena aku enggak terkenal. ya walau pun ada beberapa yang tahu kalau mereka penggila pahatan. Tapi orang umum nggak tahu siapa aku."



"Beda sama Mas. Media sering menulis Mas sebagai pengusaha muda berbakat. Kalau ada wartawan freelance liat Mas sedang dekat dengan orang lain lalu dia bikin berita enggak benar gimana?"



"Padahal mungkin Mas sedang bicara dengan orang yang tanya alamat doang."



"Orang bangga bila foto dengan Mas. Dia posting dan dunia maya heboh. Kak Adelia lihat, apa enggak amsyooong?"



"Iya juga sih,Oke aku ikutin kamu deh. Daripada Adel marah," Sonny tak berani ambil resiko.



Memang beberapa kali foto ada orang minta foto bareng, tapi kan dulu belum jadian dengan Adelia.


\*\*\*



"Seriusan?" kata Adelia.



"Iya serius. Nanti aku pulang sama Mukti kita bersiap ya," pinta Sonny.



"oke," kata Adelia. Mereka bertelepon karena Adelia sudah selesai kerja dan dia akan pulang bersama dengan Vonny. Sonny tadi mengirim pesan mengatakan bahwa Ambar dan Angga akan datang malam ini karena lusa akan menghadiri persidangan sebagai saksi.



"Untung ya hari Jumat aku jadinya nggak praktek bisa datang dari pagi," kata Adelia.



"Mama jadi penasaran. Pengen datang juga karena Ambar dan eyang Angga jadi saksi." Ujar Vonny.



"Kenapa ya eyang Angga  dan tante Ambar jadi saksi padahal kan itu soal persoalan nggak ada hubungan dengan mereka berdua."



"Entahlah kita lihat aja. Mama juga akan izin ke HRD bawa besok hari Jumat Mama nggak masuk karena mau ikut ke pengadilan." Vonny langsung mengambil ponsel dari tasnya untuk menghubungi HRD nya.


\*\*\*

__ADS_1


Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER



__ADS_2