INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TERNYATA DIA EKSMUD


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Wa'alaykum salam," Sjahrir membalas salam yang diucapkan Abu dan Mukti hampir bersamaan.



Syahrir menjabat erat tangan sahabatnya.



"Apa kabar?" tanya Syahrir.



"Pastinya sedang tidak baik," jawab Abu pelan lalu menghampiri Ambar.



Sebagai istri Ambar masih memberi salim. Dia masih hormat seperti biasa tapi tak mau ketika akan dicium keningnya oleh Abu.



Mukti langsung memeluk Ambar dan bersimpuh di kaki perempuan itu.



"Maaf nggak usah drama ini ruang umum," kata Sonny datar.



"Aku minta maaf Ma," isak Mukti. 



"Tak perlu minta maaf pakai drama," cetus Sonny lagi.



"Mukti kita selesaikan dulu pencabutan kuasa hukum untuk Vio dengan pengacaramu itu nanti baru kita ngobrol di sini" Abu mengangkat Multi untuk berdiri dari kaki Ambar.



'*Oh rupanya mereka sedang mau mencabut kuasa hukum untuk Vio*,' Sonny dan semua yang ada di situ bersamaan berpikir atau membatin apa yang mereka dengar dari mulut Abu. 


\*\*\*



"Maaf ya Pak bukan kami tak suka dengan kinerja Bapak karena memang belum dimulai. Ada masalah intern kami. Ternyata Vio banyak berbohong. Saya tidak mau lagi mendukungnya," kata Mukti setelah dia menandatangani pencabutan kuasa terhadap lawyer itu untuk membantu Vio.



"Tidak apa-apa Pak Mukti. Semoga lain kali Bapak bisa menggunakan jasa saya," jawab sang lawyer. Dia tak keberatan karena Mukti telah membayarnya.


\*\*"

__ADS_1



"Sudah kita minum dulu aja sambil menunggu makanan yang tadi sudah pesan." Sjahrir kembali mengajak semua untuk tak perli bingung.



'*Untung tadi aku mau ikut  bergabung dengan mereka. Bila tidak bisa-bisa mereka ribut disini*,' pikir Sjahrir.  



Sjahrir dan Ambar yang memang duduk menghadap meja Abu melihat lawyernya Abu dan Mukti sudah pulang.



Abu kembali  mendatangi meja Sjahrir.



"Kalian pesan  makan dulu aja. Kita makan dulu baru kita selesaikan masalah kalian," kata Sjahril. Lelaki itu mengangkat tangan minta server datang biar Abu dan Mukti ikut memesan.



Semua makan dalam diam. Mau bicara basa basi apa? Mereka semua bingung sendiri.



"Ini tempat umum. Tak leluasa bicara. Sehabis ini kita semua ke rumahku aja untuk bicara lebih tenang," sekali lagi Sjahrir mencoba menjadi mediator bagi para sahabatnya itu. 



Di area parkir Adelia berbisik pada Ambar : "Tante aku satu mobil sama mas Sonny aja. Tante ikut mobil Mama ya."




Adelia tentu saja minta Ambar pindah karena tak bisa bertiga di mobil sport miliknya yang digunakan Sonny.



Ambar mengerti pasti Adelia ingin bicara berdua dengan Sonny. Dan dia pun lebih nyaman satu mobil dengan Vonny dan Sjahrir. 


\*\*\*



"Bagaimana ini Mas?"  kata Adelia cemas.



"Ya nggak gimana-gimana lah," jawab Sonny santai.



"Emang harusnya bertemu kan? Biar semua persoalan clear," lanjut Sonny lagi.  



"Aku juga nggak kepengen seperti ini terus. Kasihan mama dan Aksa. Yang lainnya aku nggak peduli. Hanya dua orang itu yang jadi pemikiranku," kata Sonny getir.


__ADS_1


"Selama ini aku enggak pernah bergantung ke papa sejak aku akil baliq. SMA aku sudah tidak hidup dari papa karena aku sudah jadi guide dan sekolah aku dapat beasiswa."



"Kalau sejak aku lahir hingga lulus SMP masih diberi makan oleh papa, wajarlah namanya anak kecil. Tapi sejak akil baliq memang aku 100% lepas darinya."



"Maaf bukan mau sombong, aku kuliah S1 dan S2 juga beasiswa dan aku sudah punya perusahaan sejak tinggal di Jogja. Apa aku bergantung di perusahaan Papa? Tidak!"



"Selain perusahaan milikku sendiri, aku juga punya usaha sewa mobil, terbang layang dan jetski. Jadi aku tak pernah takut mama dan Aksa akan sengsara bila mereka ikut denganku!"



"Jadi jetski itu juga punyamu? Aku baru tahu," gumam Adelia. 



"Kebetulan itu punyaku," sahut Sonny tanpa mau menyombongkan diri.  



"Wow kereeeeen. Rupanya orang di sebelah kananku itu bener-bener EKSMUD ya," canda Adelia.



"Halah eksmud apanya?" Sonny tak suka dia dipandang dari hartanya.



"Terus, bagaimana menurutmu kelanjutan hubungan orang tuamu? tanya Adelia kembali ke masalah yang akan mereka bahas sebentar lagi.



"Aku serahkan semua ke mama. Mau cerai aku dukung. Mama mau bertahan aku juga dukung dengan catatan!"



"Maksudnya aku akan pantau pernikahan mereka selanjutnya. Bila paa nyakitin mama lagi aku yang akan  langsung bilang mama kasih talak tanpa permaafan dariku dan mama," kata Sonny.



"Kali ini aku buat mama dan Aksa dalam pengawasanku. Selama ini aku diam karena tidak ingin merusak rumah tangga mama dan papa." Kata Sonny lagi. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita BARU karya yanktie dengan judul JINGGA DARI TIMUR ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675534605348.jpg)

__ADS_1



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul JINGGA DARI TIMUR itu ya.


__ADS_2