
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Aku enggak mau bikinkan foto lagi," protes Aksa. Membuat semua tertawa. Mereka menikmati bergantinya terang ke gelap dengan suasana kehangatan keluarga besar.
"Andai salah satu anak bujangmu bisa menjadi menantuku, kita akan sering bersama seperti ini ya," bisik Vonny.
"Aku lihat kedua eh ketiga anakku suka pada gadismu. Yang jadi kendala adalah pintu hati gadismu masih tertutup rapat dengan double gembok," Ambar pun balas berbisik lalu mereka tertawa bersama.
"Ayok Ma, Pa. Kita makan dulu sebelum lihat sendratari," ajak Mukti. Dia akan membawa rombongan ke lokasi yang berbeda dengan yang pernah Adelia kunjungi.
"Ayok. Mas kamu bawa mobil besar. Tadi driver pulang karena anaknya demam." Abu memberi kunci pada Sonny.
"Ya sudah, aku bersama Mukti biar dia enggak sendirian," Abu berucap cepat. Padahal Sonny baru saja ketakutan bila Adelia yang akan menemani Mukti.
"Kamu duduk depan Del," perintah Abu. Dia, Aksa dan Sjahrir akan duduk dibelakang. Sedang ketiga nyonya tetap duduk ditengah.
"Baik Om," sahut Adelia.
"Tante dan Om besok pagi ikut naik jet ski kan?" Sonny memancing kedua orang tua Adelia. Dia tak ingin Adelia membatalkan 'kencan' mereka.
"Tante ikutlah. Liburan ini ngapain kalau cuma di kamar aja?" Vonny cepat menjawab.
"Bener. Eyang aja tetap ikut walau enggak berpartisipasi masalah kegiatannya. Kalau cuma di kamar ngapain kesini," Menur setuju dengan pendapat Vonny.
__ADS_1
"Iya Eyang. Aku juga pasti berangkat walau ada sedikit rasa malas sih," Adelia ikut menyahuti pertanyaan Sonny.
"Ha ha ha, kapok kamu Mas, dikeroyok tiga perempuan," Ambar tertawa renyah.
"Sekarang empat sama jawaban Tante barusan," Adelia tertawa senang.
"Ha ha ha, Papa sama Aksa harusnya belain Mas nih," Sonny meminta bantuan. Dia salah strategi. Jelas-jelas Aksa marah padanya karena telah membuat Adelia ngambeg semalam.
"Lelaki dewasa yang udah biasa punya pacar banyak enggak perlu pembelaan dari anak kecil sepertiku," sahut Aksa sarkas dengan ketus.
JLEB ….
Sonny langsung diam.
"Anak Mama lah. Aksa lihat sendiri dia kissing di depan mata Aksa," suasana kembali menjadi panas. Masalahnya sekarang mereka berada dalam mobil. Tak ada yang bisa pergi dan terpaksa semua mendengar hal itu.
Sonny tak mau berdebat dengan anak kecil. Terlebih di depan para tamu kedua orang tuanya.
Kasihan terhadap Sonny, Adelia menepuk lengan kiri lelaki itu lembut. Sonny menoleh dan melihat senyum samar Adelia.
Lelaki itu membalas senyum dan mengangguk kecil.
Sonny memarkir mobilnya, terlihat Mukti sudah berada disana duduk di sebuah meja kayu panjang berpernis dengan bentuk natural.
__ADS_1
"Silakan pesan tambahan bila ada yang ingin ditambahkan. Tadi aku sudah pesan ini," Mukti memperlihatkan menu yang sudah dia pesan.
"Adelia pesankan udang bakar yang enggak terlalu kering dan aku minta cumi cah aja," dengan pedenya Sonny berucap pesanan tambahan untuknya dan Adelia.
Vonny dan Ambar bertukar pandang melihat perang yang sudah mulai terlihat.
"Papa mau tambah apa Pa?" Tanya Vonny.
"Kayaknya belum lihat kekurangannya Ma. Sementara itu aja dulu," sahut Sjahrir.
"Del mau tambah apa?" Mukti memperjelas ada Adelia.
"Makanan tadi udah ditambahin ama mas Sonny. Paling yang belum lemon tea. Dua gelas pakai es satu gelas enggak pakai es," sahut Adelia membuat yang lain bingung.
Hanya Sonny yang tahu. Mereka hanya setengah hari bersama ketika itu. Tapi mereka hafal apa yang dimakan oleh teman perjalanan mereka kala itu.
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.