INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Mas apa cukup mobilnya?" tanya Aksa melihat lima koper yang ada. Belum ditambah beberapa kardus milik Sonny.



Kardus dari kamar Ambar belum keluar.



"Mas sudah nyuruh mobil kosong dari travel ke sini buat bawa barang," kata Sonny.



"Mas juga sudah nyuruh orang untuk beli kardus besar buat mama packing.  Kardus dan lakban biar semua rapi dan kuat," kata Sonny.



"Kalau untuk barangmu bila kurang tempat, tunggu kardus dan lakban aja." Sonny memberitahu adiknya.



"Akhirnya selesai" Ambar berdesis pelan. Semua baju dan barang miliknya selesai dia masukan di dua koper dan tiga kardus.



Tadi dua koper telah dia keluarkan.



"Mas," panggil Ambar pada Sonny.



"Ya Ma," sahut Sonny yang sudah duduk bersama kedua eyangnya.



"Ini semua barang Mama sudah selesai di packing," Ambar meminta Sonny membawa barang miliknya.



Sonny memperhatikan. '*Mama tak menyisakan barangnya satu pun disini. Mama tak akan kembali lagi kesini untuk ambil barang. Mungkin mama malas bertemu papa suatu kali nanti. Mending hari ini sekalian mumpung papa sedang tak ada*.'



Sonny pun memanggil dua karyawan lelaki untuk mengangkat dus-dus besar milik mamanya.



"Kalian pulang jalan duluan aja ke Villa dan taruh barang di sana ya,"  kata Sony pada sopir mobil travel miliknya.



"Tunggu mama sebentar ya," bisik Sonny pada Aksa. Ambar telah selesai packing sejak tadi entah sedang apa lagi di dalam kamarnya.

__ADS_1



"Banyak kenangan di kamar ini. Aku akan menghapusnya semua. Cukup sudah derita hidupku selama ini," Ambar memandang kamar tidurnya. Dia lihat sekelilingnya untuk terakhir kali. Dia sudah memantapkan hati tak akan pernah kembali ke rumah ini lagi apalagi kedalam kamar ini. TIDAK AKAN PERNAH.



Puas memandangai semua untuk terakhir kali, Ambar pun keluar kamar.



"Ayok," kata Amabar memberi anggukan pada Sonny dan Aksa.



"Ma, Pa aku pamit ya. Sekali lagi mohon maaf bila selama menjadi menantu aku berbuat tak pantas dan tak mama dan papa sukai. Itu sudah kemampuan maksimal yang bisa aku lakukan," Ambar mencium tangan Airlangga dan mencium pipi Menur.



Airlangga tak bisa berkata-kata. "Hati-hati yo Nduk."



"Injeh Pak," balas Ambar.



"Sering-sering kasih kabar pada Mama ya," pinta Menur.



"Iya Ma," sahut Ambar ragu. Dia tak mau berjanji. Dia ingin memutus semua jalur hubungan dengan Abu.




Mereka tadi tidak diberi kesempatan untuk bicara. mereka hanya bicara pendek pada Ambar Sonny dan Aksa saat  menantu dan cucunya itu pamit.



"Kalian hati-hati ya biar bagaimanapun jangan lupakan Eyang," pinta Airlangga pada Aksa.



"Enggak kok Eyang kami akan terus hubungi Eyang," kata Aksa.



"Lagian kan aku masih di sini sampai selesai ujian," Aksa berupaya memecah kekakuan.



"Belajar yang rajin biar berhasil," jawab Airlangga.


\*\*\*



Sony membawa mobil yang lain bukan mobil sport miliknya karena mereka bertiga.


__ADS_1


"Kamu masih akan beberapa kali lagi ambil barang?" Ambar bertanya pada Aksa.



"Entah Ma. Tapi rasanya sudah enggak ada yang penting. Lusa atau entah kapan mungkin aku cek sekali lagi apa lagi yang akan aku bawa. Itu pun sekali aja. Sesudahnya aku enggak perlu balik lagi koq. Rasanya barang penting sudah aku bawa semua," jawab  Aksa.



"Kalau butuh bantuan Mama, kita berangkat berdua aja. Biar Mama bantu," kata Ambar seperti biasa. 



"Enggak usah Ma. Biar nanti aku sendiri aja bila aku rasa ada yang perlu," balas Aksa. Aksa tahu mamanya sudah tak penah ingin kembali ke rumah itu. Dia harus melindungi perasaan mamanya.



Sonny tahu Ambar dan Aksa butuh makan dan mereka juga butuh refreshing. 



"Kita makan malam di luar aja ya. Biar enggak bolak balik."



Sonny membelokan mobilnya ke Marcel Gelato. 



Sonny memesan satu pizza mini size, Ambar memesan spaghetti sedang Aksa memesan lasagna.



"Mama serius nggak apa-apa aku besok berangkat ke Jogja?" tanya Sonny saat menunggu pesanan mereka datang. Pekerjaannya di Jogja tak bisa dia tunda lagi. Dia sudah lama tidak bekerja karena pergi untuk mengurus transisi perusahaan miliknya di Cikarang dan Bandung kemarin.



"Nggak apa-apa kok semuanya sudah selesai,"  kata Ambar dengan tersenyum. Ambar tak ingin putranya khawatir.



"Kalau ada apa-apa khabari Mamas. Besok Mamas sudah aktifkan nomor lama. Nomor baru tetap nyala." Sonny memberitahu Aksa dan Ambar besok dia akan kembali ke nomor ponsel lama miliknya.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1675747491230.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR itu ya.

__ADS_1


__ADS_2