INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
TEMBAKAN UNTUK VIO


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA



Hari ini Ambar sengaja tak ingin menemani Abu bertemu dengan designer rumah.



"Emang Mama mau ke mana?"  tanya Abu, mereka sedang sarapan di rumah mereka di Jakarta ini.



"Nanti aja ceritanya. Sekarang Papa pergi aja ke kantor. Masa Mama jadi shadow Papa terus? Orang akan nyinyir dan ngatain Mama cemburuan, enggak mikir udah tua masih aja mbututin suami kerja,"  kata Ambar.



Di rumah ini sedikit demi sedikit Abu dan Ambar membereskan barang mereka. Mana yang mereka jual dan mana yang mereka kirim ke Jogja. Untungnya sepasang pegawai yang ikut mereka sejak muda tak keberatan pindah ke Solo. Keduanya memang ikut dari rumah di Surabaya.


\*\*\*



Vio kaget saat melihat yang datang menjenguknya adalah calon mertuanya yang gagal yaitu mamanya Sonny.



"Apa kabar kamu?" tanya Ambar dengan santai tanpa beban atau dendam.



"Baik Ma," sahut Vio. Dia tak bisa menduga apa maksud kunjungan Ambar kali ini.



"Saya tak pantas kamu panggil mama. Seharusnya kamu panggil saya BUDE ( panggilan untuk kakak perempuan ibu atau ayah kita )," jawab Ambar.



"Kamu anak kandung Imelda. Kamu cucu kandungnya Menur! Dan kamu jadi boneka mereka karena kamu BO-DOH," kata Ambar menekankan kata bodoh nya.



Vio tentu tak mau percaya dengan info yang Ambar berikan kalau Ambar tidak memperlihatkan chat-chat dari Menur dan ayahnya Imelda atau pacarnya Menur itu.



"Sejak bayi kamu cuma jadi boneka! Seharusnya kamu akan digunakan untuk menghancurkan Abu. Tapi tidak jadi karena Abu bisa saya lindungi terus."



"Dan dengan teganya mama kandung  dan nenek kandungmu menaruh kamu di panti asuhan!"



Ambar memang sengaja membuat Vio untuk marah. Sehingga nanti Vio akan berontak dan akan melawan Imeda dan Menur.

__ADS_1



"Ingat, sekali lagi saya ulang agar kamu ingat ya."



"Kamu itu sejak di perut cuma boneka. Karena tidak berhasil untuk digunakan menjatuhkan Abu kamu ditaruh oleh ibu kandungmu dan nenek kandungmu di panti asuhan."



"Orang yang sejak kecil kamu cintai karena sejak kecil mereka sering menengok kamu sebenarnya adalah dalang kehancuran hidupmu."



"Sebagai anak Imelda dan sebagai cucunya Menur SEHARUSNYA kamu hidup berkecukupan sejak bayi. Kamu hidup dalam kasih sayang dan kehangatan penuh sebuah keluarga."



"Tapi sejak bayi mereka memang membuangmu!  Sejak bayi juga kamu ditelantarkan oleh ibu kandung dan nenek kandungmu. Bagus kan mereka?" kata Ambar.



"Perlu kamu ketahui juga,  kamu dan Mukti pertama kali berbuat tidak benar itu adalah karena obat dari kakek kandungmu!"



"Mereka memberikan obat itu biar Mukti dibuang oleh suami saya yaitu Abu."



dan kakekmu. Tidak buat kamu anak sampah dari Imelda!"



"Kamu adalah boneka Ibu kandungmu dan nenekmu untuk merebut harta Abu."



"Bukan Abu merebut harta Imelda dan Laksmi karena mereka tak punya hak apa pun terhadap harta itu."



"Kamu hanya boneka. Kamu cuma boneka. Kamu boneka bo-doh." Ambar terus menyebut Vio sebagai boneka bodoh berulang-ulang.



"Kamu makin bodoh bila kamu tidak melawan mereka. Kalau kamu tetap melindungi mereka. Kamu yang bodoh!" Ambar segera pergi dari hadapan Vio.



Memang misinya kali itu hanya ingin membuat Vio sadar diri siapa dirinya dan apa peranannya bagi Menur  dan Imelda.



Tadinya Ambar mau langsung menemui Imelda. Rupanya Vio masih belum pindah dari meja kunjung tadi sehingga Ambar tak bisa minta bertemu Imelda.


__ADS_1


Mungkin Vio sedang merenungi semua ucapan Ambar barusan.



Ambar menunda untuk bertemu Imelda. Yang penting dia sudah berhasil membuat Vio marah. Vio sudah tahu fakta bahwa dia hanya bonekanya Imelda dan Menur. Dua orang yang selama ini dianggap sebagai Dewi penolongnya.



Karena sejak kecil Vio merasa dua orang itu memberi atensi di luar tamu panti lainnya.



Sesekali Imelda dan Menur memberi dia permen atau boneka kecil yang dia tahu nggak ada harganya buat orang lain, tapi buat anak panti seperti dia, boneka itu sangat berharga.



Imelda atau Menur juga pernah membelikan baju murah di pasar. Walau pun bukan baju mahal tapi buat anak panti seperti dia dibelikan baju sendiri ya sudah luar biasa.



Buat Vio, Menur dan Imelda adalah peri keberuntungannya.



Dan sekarang diberi fakta tentang siapa mereka berdua tentu saja Vio terpukul. Selama ini apa pun saran dan petunjuk Imelda dan Menur pasti dia lakukan karena katanya untuk kebaikan dan masa depan cerah dirinya.



Vio senang pernah hidup mewah karena menuruti kemauan Menur menjadi tunangan Sonny yang tak pernah dia cintai.



Vio merasa selama ini semua saran Menur memang bagus. Vio baru sadar saat diberitahu siapa yang membuatnya dan Mukti salah jalan.



Bagaimana eyang Menur bisa mengorbankan dirinya yang cucu kandung dengan Mukti yang juga cucu kandungnya?



Vio tentu belum tahu kalau Mukti bukan cucu Menur dan Menur bukan ibu kandung Abu. 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya ZAENAB USMAN dengan judul DIA JUGA ANAKKU ya.



![](contribute/fiction/6262777/markdown/10636434/1678173277927.jpg)

__ADS_1


__ADS_2