
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Adelia didatangi suami seorang tersangka penggelapan uang rumah sakit. Lelaki itu datang sejak jam sembilan pagi. Dan tentu saja dia harus menunggu hingga jam satu siang. Jam ketika Adelia sudah menjadi manager keuangan.
“Suruh dia temui saya jam satu. Saya tak mau tugas utama saya sebagai dokter diganggu,” begitu Adelia berpesan pada staff kantor yang mendatangi poli untuk melaporkan kedatangan orang tersebut.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Adelia ketika dia sudah bisa menerima tamu. Jam dua belas hingga jam satu Adelia gunakan untuk istirahat makan siang dan salat. Dia juga tak mau membuat tubuhnya tersiksa demi menerima tamu.
“Saya Prambudi, suami Miswa. Saya ingin mohon pertimbangan Ibu sebagai sesama perempuan. Tolong buat dia jangan dipenjara karena dia sedang hamil Bu,” dengan terbata sang tamu memohon pada Adelia.
“Seharusnya istri anda tahu, resiko mencuri ya ketangkap. Resiko ketangkap ya dipenjara. Istri anda mikir enggak saat melakukan pencurian? Soal kehamilan dia dalam penjara, itu resiko yang harusnya dia pikirkan saat mencuri. Dari saya tak akan pernah ada dispendsasi,”
“Anda tadi menyebut sebagai sesama perempuaan. Apa karena saya sesama perempuan saya harus kasih dispensasi buat pencuri seperti istri anda? Dia sebagai perempuan aja enggak mikirin banyak anak lain yang dia rugikan secara tidak langsung. Dia mengambil banyak rejeki anak karyawan lain untuk kepentingan dirinya sendiri.”
__ADS_1
“Semua uang di rumah sakit bukan milik saya. Itu milik semua karyawan dan berimbas pada anak-anak mereka juga. Istri anda mikir enggak mencuri jatah anak karyawan lain?”
“Saya di rumah sakit ini juga pegawai yang dapat gaji sesui kerja saya. Berarti dia juga mencuri sebagian hak saya, saya sebagai karyawan tidak teriak ke dia atas nama sesama perempuan tuh.”
Prambudi diam mendengar kata-kata pedas yang manager keuangan tempat istrinya bekerja. Tapi dia mengakui kebenaran kata-kata itu.
“Jadi kalau anda minta dispensasi, anda cari pengacara dan minta keringanan di kantor polisi, karena saya akan mematuhi ketentuan yang polisi putuskan,” sahut Adelia dengan berapi-api.
Dengan malu Prambudi pamit. Dia tak tahu harus bagaimana lagi mendapat keringanan untuk istrinya yang sedang hamil anak pertama mereka. Kehamilan yang mereka tunggu lima tahun lamanya.
***
Soal ganteng dia 11 - 12 dengan sang kakak, tapi soal dingin dia lah pemenangnya. Dia seperti puncak Himalaya yang tak pernah sekali pun cair salju diatasnya. Tapi sejak bulan lalu dia sedang tertarik oleh pahatan alam yang sangat sempurna.
Kecantikan maha karya yang bisa membuat matanya ikut bergerak mengikuti langkah gadis muda itu. Gadis muda yang sedang sibuk memilih kain pantai dalam jumlah cukup banyak.
‘Mungkin untuk oleh-oleh,’ demikian batin Mukti. Dia ikuti dengan matanya, kemana saja tubuh sempurna versi dirinya itu melangkah. Walau sesekali ada senyum ketika gadis itu bicara dengan penjual, tapi Mukti melihat garis luka di mata hitamnya. Seakan menunjukkan palung yang amat dalam.
__ADS_1
‘Andai aku pelukis, tentu aku akan bisa menyimpan wajahmu di kanvasku,’ batin Mukti. Dia perhatikan terus gadis itu hingga dia pergi naik angkot menuju arah kota.
Tak ada niatan Mukti mencari tahu siapa gadis itu dan dimana menginapnya. Prinsipnya satu : bila berjodoh untuk bertemu, pasti suatu saat akan bertemu. Bila berjodoh untuk bersama, maka akan ada jalan untuk bersama.
“Sudah lama?” tanya Made Wiryawan, sesama pemahat dan sesama pemilik galery pahat di Ubud. Selain di Ubud Made memiliki galery di Kuta, sebaliknya Mukti memilih tiga lokasi lain yaitu Jembrana, Tabanan dan Klungkung
“Baru aja, sekitar dua puluh menitan lah,” jawab Mukti.
“Ada yang bisa aku bantu?” tanya Mukti. Kemarin Made minta bertemu dia bilang ada masalah penting.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING ya.
__ADS_1
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING itu ya.