INFIDELITY BEFORE MARRIAGE

INFIDELITY BEFORE MARRIAGE
DIA ANAK PEMILIK RUMAH SAKIT?


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA


\~\~\~\~\~


“Kita makan di pantai aja yok,” ajak Adelia. Ada makanan enak yang bisa kamu rekomendasiin gak?” tanya Adelia.


“Kalau siang gini kita makan ayam atau bebek aja. Sapi atau kambing bolehlah. Nanti malam baru kita makan sea food,” Sonny memberi saran pada Adelia.


“Atau ada makanan Surabaya atau Banyuwangi di pantai. Nanti kamu bisa pilih itu,” Sonny berjalan ke locker mengambil barang-barang mereka.


Sesuai saran Sonny, Adelia akhirnya memesan rujak cingur dengan tambahan ayam bakar sedang Sonny makan bebek bakar dengan banyak lalapan.


“Kamu datang darimana?” tanya Sonny saat mereka menunggu pesanan mereka disajikan.


“Aku dokter di rumah sakit SEHAT SEJAHTERA. Kebetulan habis ujian ambil dokter spesialis jadi pengen buang cape kesini,” sahut Adelia.


‘Sehat Sejahtera? Bukankah itu rumah sakit yang tender perluasannya aku menangkan kemarin?’ pikir Sonny.


‘Apa dia adalah Adelia Zahra Talabessy yang saat penanda tanganan MOU tak bisa hadir karena sedang ujian seperti yang dikatakan oleh ibu Vonny ketika itu?’ Sonny berpikir kejadian dua minggu lalu.


Saat tanda tangan memang menggunakan atas nama, karena manager keuangan berhalangan dan yang tanda tangan adalah istri pemilik sekaligus wakil CEO rumah sakit itu.


“Congrats ya sudah jadi dokter spesialis. Ambil spesialis apa?” tanya Sonny.


“Kandungan,” sahut Adelia. Dia menyukai rujak cingur dengan rasa petis yang sangat terasa ini. Adelia tentu tak bertanya kegiatan Sonny karena dia berpikir lelaki ini memang stay di Bali. Dan memang bertugas sebagai driver selain dia instruktur layang gantung.


‘Aduh, siapa tadi nama lengkapnya. Tadi petugas disana menyebutkan. Aku akan cari di gogle nama itu berkaitan dengan dunia layang gantung,’ batin Adelia.


“Kamu mau lihat sunset hari ini atau besok dengan driver lain? Aku harus mengatur arah tujuan berikutnya,” Sonny bertanya pada Adelia saat mereka berjalan menuju mushola kecil di pantai itu.


“Kalau ada lokasi bagus dekat sini atau sejalan dengan yang akan kita lalui sih mending hari ini aja,” jawab Adelia sambil membuka kaos kaki untuk berwudhu.


“Baik, kita lihat sunset, lalu makan malam dan sesudah itu kita lihat sendratari saat purnama ya. Sendratari baru dimulai pukul 20.00. Apa kamu enggak apa-apa kalau pulang lebih dari jam sembilan malam?” tanya Sonny.


“Santai aja, enggak apa-apa koq aku pulang hingga larut malam,” sahut Adelia. Adelia tentu tak keberatan, dia memberi patokan jam sembilan kan untuk prepare agar dia tak begadang setiap hari.


***

__ADS_1


Sonny membawa mobilnya kearah pantai yang akan menampilkan sunset yang indah. “Nah silakan cari tempat. Di pantai ini sunsetnya terlihat indah.”


Adelia segera turun membawa ponsel dan kamera saja. Di cukup mengantungi beberapa lembar uang berwarna merah di saku celananya. Tak perlu membawa tas turun.


“Bu, minta es kelapanya dua ya,” pinta Adelia saat dia melewati penjual kelapa muda. Lalu dia mencari lokasi yang enak yang tak terhalang apa pun. Dia menyewa tikar.


“Kamu kapan rencana pulang ke Jakarta?” tanya Sonny.


“Hari Sabtu pagi. Jadi malamnya dan hari Minggu full istirahat. Dan hari Senin mulai sibuk dengan pasien lagi,” sahut Adelia.


Sebenarnya Adelia masih bisa libur satu minggu setelah dia kembali nanti. Tapi di rumah mau ngapain? Mending dia sibuk di kantor rumah sakit, walau belum praktik. Setidaknya kegiatan dikantor rumah sakit bisa membunuh waktu.


“Besok dan seterusnya apa masih akan sewa mobil?” tanya Sonny.


“Iya. Aku malas gonta ganti taksi. Ribet kalau ganti taksi semua bawaan kan harus turun. Kalau sudah belanja, mau belanja tempat lain, jadi repot dengan barang bawaan,” jawab Adelia.


“Baik nanti aku laporkan ke kantor ya. Kamu enggak usah pesan lagi,” sahut Sonny.


“Terima kasih ya. Aku jadi tenang. Pengen ke pasar Sukowati, pengen ke Ubud, pengen ke pura Besakih dan Tanah Lot. Itu sih tujuan yang terlintas. Destinasi lainnya sesuaikan dengan route itu aja,” jawab Adelia.


“Tapi yang pasti, dan enggak pernah kebayang aku bisa terbang tandem,” Adelia tentu senang.


“Bisa? Mau lah,” sahut Adelia dengan antusias.


“Oke. Besok agak pagi bisa? Sebelum ombak tinggi. Kita sarapan jam enam, dan jam tujuh pagi kita sudah meluncur ke tempat penyewaan speed boat,” usul Sonny.


“Bisa. Aku mau. Jam enam aku sudah sarapan di cafe. Kamu sarapan bareng aku ya?” ajak Adelia semangat. Dia malah tak menyangka akan berwisata penuh tantangan.


“Andai lama disini, kamu bisa belajar tehnik dasar surfing. Dan bisa coba. Surfing enggak bisa sekali belajar langsung bisa,” Sonny memberitahu tentang olah raga air lainnya yang umum ada di pantai Bali.


“Enggak lah kalau surfing. Besok jet ski aja,” jawab Adelia.


“Bawa baju ganti ya, prepare basah aja. Jangan lupa sun block,” Sonny memberitahu yang perlu disiapkan oleh Adelia.



Adelia membuat foto sunset dengan kameranya. Dia juga meminta Sonny memuat foto dirinya dengan back ground sunset. Dan iseng mereka selfie dengan ponsel, mereka berdua dengan back ground sunset.


Adelia merasa nyaman berteman dengan Sonny. Dia memang tak pernah memandang strata bila berteman.

__ADS_1


“Udah gelap, kita makan malam dekat tempat sendratari ya,” Sonny mengajak Adelia bergerak ke lokasi berikutnya. Dia menuju kedai ikan bakar.


“Mas Sonny aku minta udang bakar setengah matang selain bawal bakar,” sekarang sebagai penghormatan Adelia memanggil Sonny dengan sebutan MAS, karena dia sudah tahu lelaki itu asli Surabaya.


“Nasinya aku minta punya mas Sonny aja, aku enggak banyak,” imbuh Adelia.


Sonny menuliskan pesanan mereka. Dia memesan satu nasi, udang bakar, bawal bakar dan krapu bakar.


Adelia dan Sonny makan ikan dan udang bersama. Sonny tak hanya makan krapu bakar, dia juga makan udang dan bawal pesanan Adelia. Begitu pun sebaliknya. Adelia makan krapu pesanan Sonny.


“Cobain udangnya deh Mas,” Adelia menyodorkan udang yang sudah dia celup ke kecap pedas langsung ke mulut Sonny. Itu awal mereka makan bersama.


Adelia tak sadar sikap akrabnya itu. Karena dia memang cepat akrab dengan siap pun.


Selanjutnya mereka menonton sendratari di lokasi terrbuka, Adelia melapis tubuhnya dengan hoodie yang memang dia bawa. Seandainya tak menyewa kendaraan, maka dia harus tenteng-tenteng tu hoodie sejak pagi ditangannya. Ribet kan?


“Mas buatkan fotoku dengan back ground tarinya,” Adelia meminta Sonny membuat foto dirinya. Semua baru akan dia posting setelah nanti dia pulang ke Jakarta. Dia tak ingin ketenangannya berlibur diganggu oleh siapa pun.


Adelia meminta pengunjung lain membuatkan foto dirinya dan Sonny. Mereka berpose beberapa kali dengan santai. Tidak kaku. Mereka menampilkan gaya terbaik dengan senyum manis.


“Jangan lupa, besok harus siap pagi kalau memang mau naik jet ski,” Sonny berpesan pada Adelia saat gadis itu turun di depan Villa. Dia bantu mengeluarkan beberapa paper bag yang dibeli oleh Adelia.


“Terima kasih ya,” Adelia bergegas masuk menuju villa yang dia sewa.


***


\===========================================


SAMBIL NUNGGU YANKTIE UPDATE CERITA INI, KITA MAMPIR KE CERITA KARYA YANKTIE YANG LAIN DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER  YOK!


DAN SEKALI LAGI YANKTIE INGETINI JANGAN LUPA SUBSCRIBE CERITA DENGAN JUDUL TELL LAURA I LOVE HER ITU YA.



Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaaaaaaaaaa….


YANKTIE  mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.


Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.

__ADS_1


Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta


__ADS_2