
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
"Ayah tenang, Ayah tenang. Doain aja adik dan Bunda kuat," kata Wiwien menenangkan suaminya yang sangat depressi. Wiwien melihat suaminya hopeless. Dia harus menguatkannya. Dia harus jadi pilar bagi suaminya bersandar.
Tonny terus sedih membayangkan bagaimana bila putrinya tak selamat?
Janin yang pagi tadi baru dia lihat jenis kelaminnya. Janin yang tadi dia dengar detak jantungnya.
Sebenarnya Wiwien juga sangat ketakutan, tapi kalau dia juga takut, dia malah mikir bisa bahaya bagi janinnya. Walau sakit Wiwien terus berzikir. Wiwien terus berdoa agar putrinya selamat.
Tonny telah menghubungi orang tua angkat Wiwien, pak Teguh ayah kandung Wiwien juga Seroja ibu kandungnya.
"Minta doanya ya Ma, Wiwien kecelakaan. Doakan putri kami selamat." Tonny memberitahu nama rumah sakitnya.
Joko ayah angkat Wiwien yang baru mendengar kalau Nisa menantunya sudah hamil langsung memberitahu Bayu mantan suami Wiwien.
Teguh langsung meluncur dari kantor .
Teguh juga menghubungi Arno dan Asih. Dia malah lupa menghubungi istrinya
\*\*\*
"Kita bersiap ya Bu, ini saya lihat Bapak sudah menyelesaikan administrasi pendaftaran dan menandatangani surat izin operasi. Tensi dan semuanya baik. Bismillah."
Tadi saat Wiwin terjatuh Tonny sempat berteriak pada satpam untuk minta data diri orang tua kedua anak yang berkejar-kejaran dan menabrak Wiwien tak ada ampun dari Tonny walau bayinya selamat tetap tak kan ada ampun. Kerugaian dia stress saat ini harus dibayar.
"Bapak mau nunggu di dalam atau nunggu di luar?" Tanya Adelia pada lelaki yang saat ini terlihat rapuh.
"Saya akan menemani istri saya Dokter," sahut Tonny sambil terus mengecupi jemari Wiwien.
"Kalau gitu Saya cuma minta satu Bapak harus lebih kuat dari ibu oke?"
__ADS_1
"Saya kuat Dok," sahut Tonny. Saat ini dia sudah agak tenang.
"Tolong silent ponselnya ya Pak."
Mereka bersiap masuk ruang operasi. Tonny diminta pakai baju khusus.
Seroja mencium kening menantunya. Dia masih sempat masuk.
Wiwien mencium tangan Seroja sebelum dia di bawa ke ruang operasi.
"Doa'in Wien dan dedek ya Ma," pinta Wiwien pada mertuanya yang memang sangat dia cintai dan hormati itu.
"Tanpa kamu minta, Mama apsti doa'in kalian. Percaya apda kekuatan doa ya. Bismillah kalian selamat."
Joko dan Iis datang tergopoh saat Wiwien sudah dibawa masuk. Menyusul Teguh kemudian Bayu. Nisa tak boleh ikut oleh Bayu dan Iis. Mereka tak ingin Nisa kelelahan.
"Astagfirullah. Saya panik jadi lupa kasih tahu," Teguh lalu menghubungi istrinya.
\*\*\*
'*Aku sekarang mengerti mengapa Zahra tidak suka kalau hari liburnya diganggu. Mau keluar makan siang aja langsung dipanggil untuk operasi*.'
'*Aku tidak menyalahkan dia waktu marah ketika aku tidak janjian tiba-tiba datang. Aku sangat mengerti waktu libur buat seorang dokter seperti dia memang sangat berharga*.'
Bastian kembali ke kantornya karena tadi saat bertanya ke petugas diberitahu biasanya operasi itu bisa satu atau dua jam baru selesai.
Petugas bilang operasi hanya butuh waktu tiga puluh hingga lima puluh menit. Tapi biasanya sang dokter tidak langsung keluar. Jadi bisa dua jam bila ingin menunggu dokter selesai.
Bastian memutuskan menemui Zahra lain kali saja.
\*\*\*
__ADS_1
Sudah hampir Ashar saat bayi perempuan mungil dengan berat 2,6 kg dan panjang 47cm itu keluar dari perut ibunda.
Bayi mungil itu menangis cukup lantang membuat Tonny kembali meneteskan air mata.
"Selamat ya Ibu, Bapak bayinya sehat kok tapi harus masuk inkubator ya karena dia belum cukup umur."
"Beratnya 2,6 kg panjangnya 47 cm."
Tonny terus menciumi kening dan pipi istrinya.
"Bapak bersiap ya sebentar lagi bayinya bersih langsung di adzani," beritahu dokter Adelia.
"Yah udah dong. Udah jadi Ayah kok nangis terus," kata Wiwien.
"Dari dulu Mas udah jadi ayah! Bukan karena Dedek lahir," jawab Tonny kesal.
Tonny paling kesal kalau dibilang bahwa bayinya ini adalah bayi pertama mereka.
"Makanya udah jadi ayah jangan cengeng," kata Wiwien menggoda Tonny.
"Mas menangis karena bahagia Bun. Mas bahagia Dedek kuat. Bunda juga kuat," kata Tonny dengan suara masih penuh isak.
"Terima kasih ya Bun. Terima kasih udah sabar terima aku."
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya RHUJI dengan judul I AM NOT A FLOOZY ya.

__ADS_1